Cara Memisahkan Warna CYMK di Adobe Photoshop untuk Sablon
Kali ini kita membahas mengenai cara menyablon foto dikaos untuk itu diperlukan teknik sablon separasi. Teknik sablon separasi adalah teknik penggabungan warna-warna proses (Prosess Color), yaitu Cyan (C), Magenta (M), Yellow (Y), dan Black (K) sehingga biasa disebut dengan warna CMYK, dari perpaduan (kombinasi/percampuran) keempat warna tersebutlah dapat dihasilkan berbagai macam warna yang menyusun suatu gambar yang utuh (full color).
Jadi untuk satu gambar dibagi menjadi 4 buah film sablon yaitu warna CMYK, adapun teknik memisah warna pada gambar menggunakan Photoshop, langkah-langkahnya sebagai berikut :
Channels tersebut lalu pilih Split channels.
Magenta, Yellow dan Black.

Output Resolution isi 300 dan pada Method Use pilih Halftone Screen dan klik OK

Isi Frequency = 70, Angle = 100 dan Shape = Ellipse
Untuk Angle tiap-tiap channel berbeda-beda yaitu :
C=100, M=15, Y=0, K=45. Hasilnya akan seperti ini.
Bisa dilihat sekarang file foto channel Cyan sudah terbentuk dot rasternya (titik-titik). Lakukan langkah 5-7 pada semua channel dan perhatikan nilai Angle tiap warna channel.
Sekarang tinggal print dikalkir dan film siap untuk di afdruk, bagi yang belum bisa afdruk film sablon silakan baca caranya di sini!. Berikut contoh hasil menggunakan separasi raster untuk sablon kaos manual :
Stress Moment di awal tahun 2013
Ini adalah cerita yang ingin saya tulis. Curhat via online. Mengetik kata demi kata untuk mengurangi beban dan berharap ada yang care kemudian mengunjungi saya sambil memberikan support kepada saya dan bilang "yang sabar ya..." hehehe... Tapi ya sudahlah saya fikir ini perlu untuk saya tulis sekalian menyambung mengenai cerita kehidupan saya di blog ini. Berharap keluarga saya atau siapa pun hingga saatnya tiba nanti tetap mengenang mengenai diri saya. Sip....
Di awal tahun 2013 ini ada yang aneh lagi tentang diri saya. Begini. Akibat dari pekerjaan yang terus berkunjung, kemudian saya yang tidak pernah refreshing khususnya menjelang tahun 2013 ini, akhirnya saya sempat stress sesaat dan sempat masuk Poli Jiwa di RSSA Malang.
Ini mengulang kejadian aneh saya pada saat tahun 2005 yang lalu. Saat itu saya juga sempat mengalami kejadian serupa sehingga saya juga harus dibawa ke Poli Jiwa di RSSA Malang.
Bagi saya sekarang, saya sih setuju dengan perkataan dokter, yakni saya stress atau gangguan jiwa berkat kejenuhan yang berlebihan, dan beban fikiran yang tidak mampu saya tanggung sendiri.
Saat saya menulis 'curhatan' saya ini, saya juga merasa saya sekarang sudah baik-baik saja, meski harus masih minum obat dari resep dokter.
Saya berharap ketika saya menulis ini, para Siswa saya, eh tepatnya mantan Siswa saya bisa membaca kejadian sebenarnya yang dialami oleh mantan gurunya. Hehehe... Tidak perlu dijenguk hanya iseng curhat saja agar bisa dipahami.
Kejadian ini bermula, saat saya merasakan beban hidup saya begitu berat. Mengenai kontrakan rumah yang saya tinggali yang saya harus membayar 9 juta per tahun dari pekerjaan saya yang pas-pasan ini. Sebenarnya waktu saya masih mengajar di SMA Islam Kepanjen, beban ini tak terasa begitu berat sih, karena memang dari gaji saya mengajar masih ada tambahan untuk membayar kontrakan rumah saya. Ditambah beban berat mengenai kejadian di keluarga saya. Ini mengenai hubungan ayah dan ibu saya yang sepertinya tidak pernah harmonis lagi. Dan beban pekerjaan lainnya.
Dengan beban pikiran saya tersebut akhirnya saya mulai masuk ke ranah stress. Saya mulai berimajinasi mengenai kejadian kiamat pada tahun 2012 sehingga stress saya yang pertama adalah saya mengigau kalau dunia akan segera kiamat menyambut 2013 hehe.. ini juga mungkin beban fikiran tersembunyi saya (mungkin karena seringnya membaca artikel di internet mengenai hal ini).
Kemudian stress saya berangsur berjalan ke masalah pribadi saya yakni kejenuhan akan kesendirian saya termasuk kemudian kenangan mengenai kisah cinta yang tiba-tiba muncul kembali semua. hihihi.. kasian deh gua.. termasuk stress saya mengarah ke keimanan saya, saya sempat mengigau waktu itu jenuh dengan pemahaman mengenai agama. Namun, AstaghfiruLLah... untunglah hal itu hanya stress belaka.
Ya begitulah saat saya stress. Hal-hal yang saya lakukan, khususnya ketika keluarga membawa saya ke RSSA memang saya sadari saat itu seperti orang mabuk saja. Saya bergerak, berfikir dan bereaksi di luar kesadaran saya.
Mungkin kalau mau digambarin seperti inilah spido meter keadaan saya, hehehe :
Setiap orang boleh menganggap stress saya seperti apa yang mereka anggap. Tapi yang jelas, setiap orang mungkin bisa saja sakit seperti saya, hanya saja sekarang masih diberikan sehat seperti sedia kala. Setiap orang bisa saja sakit, entah itu sakit apa pun, jadi mari berlindung kepada TUHAN kita agar kita dijauhkan dari sakit jenis apa pun. Amiin...
Okey kembali ke cerita saat saya stress. Ketika itu saya mulai terasa tidak terkontrol.
Karena ada fasilitas di dunia maya, akhirnya saya pun juga sempat menulis kata-kata di facebook yang berhubungan dengan stress saya di atas. Saya pun sempat menulis di beberapa blog saya. Hihihi... parah... nih salah satu contoh kelemahan dunia maya. Bila seseorang stress bisa menulis hal-hal yang tidak rasional di dunia maya dan ini tentu saja bisa menjadi pemahaman yang salah atau keliru dari si pembaca kepada si penulis, hal ini karena si pembaca tidak akan tahu kalau si penulis dalam keadaan stress.
Dua kali saya stress pada awal tahun 2013 ini. Yang pertama, saya stress kemudian sempat menulis kata-kata yang tidak pantas di internet, akhirnya keluarga membawa saya ke RSSA Malang. Ketika itu saya di rawat inap selama 9 hari di rumah sakit.
Setelah keluar dari RS, selang 1 bulan tepatnya pada akhir Februari masuk lagi ke RS karena kambuh lagi. Stress yang kedua ini saya alami setelah dapat job syuting tasyakuran khitan di kota Malang dan setelah saya dipanggil oleh Kepala Sekolah di tempat saya mengajar.
Ya, waktu itu karena saya masih dalam proses penyembuhan, eh sempat tidak mau minum obat, akibatnya sempat stress lagi, waktu itu malah dapat panggilan dari Kepala Sekolah, eh tambah stress lagi dah. Karena saat itu Pak Kepsek benar-benar mengajukan pertanyaan yang menyudutkan saya, akhirnya dalam kondisi stress, saya pun mengajukan pengunduran diri dari sekolah dimana saya mengajar. Lunas sudah penderitaan saya. Akhirnya saya pun saat ini sudah tidak mengajar lagi karena sudah terlanjur mengundurkan diri dan saat ini saya masih dalam proses penyembuhan.
Begitulah cerita saya mengenai kejadian saya saat saya stress. Semoga bisa memberikan hikmah... Dan mohon maaf untuk kurang lebihnya. InsyaALLAH masih akan saya lanjutkan cerita ini di sini.. Sip..... Wassalam....












