Kisah Motivasi, Fokuslah pada Kelebihan Diri Anda


Cerita berikut mengisahkan seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah dasar.

Suatu hari sang guru berkata, “Anak-anak, tuliskan tiga kelebihan kalian."

Beberapa menit berlalu, murid-muridnya nampak masih kebingungan dengan tugas dari sang guru.

Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras: “Kenapa tidak cepat-cepat menuliskannya! Ataukah kalian ingin kertas kalian Guru robek?” seketika mereka jadi salah tingkah.


Beberapa murid pun mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang patuh sama Ibu. Kadang-kadang membantu Ibu. Kadang-kadang menyuap Adik.”

Merasa penasaran dengan tulisan murid tersebut, sang guru pun bertanya: “Kenapa tulisnya kadang-kadang?“ Dengan lugu, murid tersebut menjawab: “Memang kadang-kadang saja, Pak Guru.”

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian memberi tugas selanjutnya: “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahan kalian atau hal-hal buruk dari diri kalian.”

Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak mulai bersemangat. Salah seorang unjuk tangan kemudian bertanya: “Tiga saja, Pak Guru?”. “Ya, tiga saja!” jawab sang guru. Anak tadi langsung menyambung: “Pak guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu?
Terkadang kita tidak sadar akan kelebihan yang ada dalam diri kita akibat lingkungan dan orang-orang di sekitar kita yang lebih sering menyampaikan kejelekan dan kekurangan kita.

Padahal semestinya kita harus mencoba untuk memfokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita. Bila dalam kenyataan kekurangan kita banyak dapat langsung disadari oleh orang, maka itu bukan alasan untuk merasa rendah diri. Lebih coba gali informasi tentang diri anda sendiri, karena pasti dalam satu hal anda memiliki suatu kelebihan.

Perang Cerdas dari Presiden Jokowi


Semua orang berkata menang di medan tempur itu baik, padahal tidak. Mengalahkan lawan tanpa bertempur Itulah puncak kemahiran. ( Tsun zu )

Apakah anda tidak melihat bahwa kita sekarang sebenarnya dalam kondisi perang, teman ?

Apakah tidak terbaca bahwa apa yang sedang dilakukan negara sekarang adalah kembali menguasai aset2-nya ?

Laut sudah kita kuasai dari kapal-kapal illegal fishing dan Malaysia, Thailand, Jepang, Filipina skrg mrk impor ikan dari kita. Perdagangan minyak yang biasanya dikuasai oleh Petral diambil paksa dan dikemballikan pada Pertamina.

Perusahaan-perusahaan tambang yang dulu kaya raya karena mengeruk sumber daya alam, dihancurkan sekejap dengan ketatnya penerapan larangan ekspor materi mentah dan kewajiban membangun smelter yang nilainya triliunan itu dan hanya BUMN yang mampu menolong mereka.

Pasar Indonesia dengan ratusan juta penduduknya dan tingkat pertumbuhan kesadaran asuransi dengan nilai premi ratusan triliun rupiah per tahun yang selama ini dinikmati perusahaan asuransi multinasional, direbut oleh BPJS ( PT Askes ) dengan menggunakan otoritas dari pemerintah, dan banyak lagi hal lainnya.

Negara terlihat begitu aktif memainkan perannya disini

Pemerintah mengajak, mendesak, bahkan mengancam swasta yang dulu berpesta pora di negeri ini untuk melibatkan negara karena sesuai dengan pasal 33 UUD’45, “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara.”

Negara sudah tidak lagi menjadi hanya operator, tetapi sudah menjadi master. “Turuti apa kata gua dan lu bisa usaha disini atau lu hengkang dari sini. Ini tanah tanah gua..” Begitu kata negara ketika kita mengibaratkannya dengan gaya si Pitung, jagoan betawi.

Menarik melihat cara berperang Indonesia dalam menguasai asetnya sekarang ini. Ini bukan era Hugo Chavez yang me-nasionalisasi semua asetnya secara paksa. Bahaya, bisa seperti Libya kita dipecah sedemikian rupa.

Ini era komunikasi, era lobby, era tekanan di atas meja perundingan, era Financial Structuring, dan era memenangkan peperangan tanpa pertempuran.

Si kerempeng dengan otak Jenderal, si kerempeng yang di ejek oleh kaum radikal dan kaum tak cinta tanah air. Mungkin betul kata orang dulu bahwa beliau mirip Soedirman.

sumber : arrahmahnews.com

Cara Membasmi Spam Foto Cantik Seksi di Facebook


Spam kek gini ini masih aja ada di facebook. Si penebar spam sangat pengen BBMnya di invite banyak orang. Dipakailah foto cantik dan seksi untuk menarik perhatian.

Ada yang mengaku cewek panggilan lah, ada yang mengaku cewek gatel lah, hihihi... kan tinggal digaruk aja kalau gatel. ^_^

Intinya, orang-orang awam pasti banyak yang kena ini, apalagi bagi yang baru mengenal facebook dan BBM, mereka pasti rela juga tertipu seperti membelikan pulsa, sampai mengaku mau diajak macem-macem asalkan transfer dulu pembayaran via rekening.

Penipu kayak gini kok masih banyak ya... apakah mereka tidak berfikir cari rejeki yang wajar-wajar saja... mental malas penyebabnya, mereka yang mencari jalan singkat untuk mendapatkan penghasilan.

Si pelaku gak jera-jera, makin banyak yang meniru. Si pihak admin facebook tidak segera memperbaiki celah spam ini dan memblokir akun yang bersangkutan. Si korban juga masih ada saja yang tertipu, terutama bagi yang masih awam.

Fenomena seperti ini kalau bagi saya, saya ambil hikmahnya saja, yakni dapat koleksi foto cantik di komputer saya, hihihi... ^_^ sambil berdo'a juga semoga pelaku segera jera dan korban tidak semakin banyak.

Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana cara membasmi spam kek gini? Mudah saja, kita tinggal melaporkan konten yang tidak baik ini ke pihak admin facebook. Kalau foto mudah saja tinggal klik pada bagian pojok kanan atas foto tersebut, lalu arahkan ke pilihan saya tidak suka, lalu laporkan ke pihak facebook.

Nah, sayangnya hingga saat ini, kalau spam berhubungan belum bisa dilaporkan, jadi laporkan saja profil facebooknya. Buka profilnya dan laporkan saja. Semoga pihak facebook segera menanganinya.

BPJS Gak Baik, Sebab Uangnya pada Kemana?


Baru-baru ini pada ribut mengenai MUI haramkan BPJS.

Setelah saya baca-baca, memang MUI kurang begitu tegas waktu berbicara mengenai BPJS yang dinilai tidak baik.

Kalau menurut saya BPJS itu gak baiknya :

1. Bayar tiap bulan, coba kalau gratis, ya itu baru namanya bantuan. Kalau berbayar gini kalau pas gak sakit, uangnya pada kemana ? Masyarakat pada gak paham kalau uang kita bakal numpuk di sebuah bank dan bisa sebagai nilai deposito untuk keuntungan beberapa pihak atau oknum yang mendapat keuntungan pribadi dari tabungan setoran masyarakat ini.

2. Pelayanan kesehatan BPJS tidak sebagus umum. Saya sudah pernah merasakannya. Proses pengambilan obat panjang dan ribet, dan ternyata kualitas obat dibawah kualitas umum. Payah. Ini sih memang murah tapi pelayanannya dibuat paling rendah oleh pihak RS.

Sehingga saya bisa menyimpulkan BPJS memang tidak baik, dengan alasan berbayar dan uangnya pada dikemanain waktu bernilai deposito, apa betul Pemerintah malah rampok uang rakyat per bulan itu. Pelayanan BPJS juga buruk di RS. Berbeda dengan program Kartu Sehat dari Presiden Jokowi yang tanpa syarat diberikan kepada yang tidak mampu tanpa biaya bulanan layaknya BPJS. Namun sayangnya Kartu Sehat Presiden Jokowi ini belum sepenuhnya berjalan, mungkin karena sumber uang yang belum ada.

Sepertinya memang benar, bantuan dari Pemerintah hanya retorika belaka, sebab semua orang pasti ingin paling kaya dan paling untung di berbagai bidang pekerjaan, termasuk oknum-oknum pejabat yang selalu ingin paling kaya. Sehingga tingkat kepedulian makin rendah. Beberapa orang peduli melawan beberapa orang berfikir untuk kekayaan pribadi, ya mau gimana lagi.


Rey Arifin, Bukan Calon Bupati Malang

Saya, Rey Arifin. Rey Arifin Bukan Calon Bupati Malang.

Saya hanya ingin menyampaikan 'Beranikah' Calon Bupati Malang melakukan Transparansi Publik mengenai :

1. Berapa jumlah hartanya ?
2. Berapa modal yang ia keluarkan sebagai Calon Bupati Malang?
3. Berapa nilai kekayaan yang dia harapkan selama menjabat sebagai Bupati Malang?

Selengkapnya : Transparansi Publik, Beranikah Bakal Calon Bupati Malang melakukan itu?

Bila semuanya 'Ujung-Ujungnya Duit', maka, dari total 2,7 juta jiwa Penduduk Kabupaten Malang, semuanya hanya mau dibodohi oleh Para Calon Bupati yang bermain uang untuk sebuah kekuasaan. Para Calon Bupati pada dasarnya akan berfikir mengenai untung-rugi.

Sehingga jangan ditanya, bila selama menjabat hanya uang yang difikirnya. Hanya kepentingan pribadi saja yang menjadi fokusnya. Warna kantor-kantor pemerintahan dan tempat-tempat umum jadi warna partai. Slogan kabupaten pun jadi slogan pribadi, bukan slogan semata-mata untuk Kabupaten Malang.

Yang jelas, ketika menjabat menjadi Pemimpin terpilih pasti akan ada hitung-hitungan uang untuk balik modal. Masyarakat awam tidak akan paham mengenai hal ini. Pemimpin yang berfikir uang dia akan membangun gurita kekuasaan. Tapi, Pemimpin yang memang mau berjuang untuk rakyatnya, dia akan berbuat banyak untuk masyarakatnya jauh diatas keuntungan pribadinya.

Dari saya.....
Rey Arifin
Bukan Calon Bupati Malang

Anda Warga Kabupaten Malang? Ditunggu komentarnya di facebook saya atas status ini, klik di sini...

Salah satu postingan saya diprotes penulis asli :)


Pembaca blog saya yang budiman, beberapa hari yang lalu, salah satu postingan saya diprotes oleh penulis asli. Saya telah memposting ulang sebuah artikel namun telah saya ganti beberapa kata dan kalimatnya, sehingga telah saya sempurnakan, oleh sebab itu saya tidak mencantumkan sumber. Sebab ini artikel rewrite bukan copas 100%

Sebuah artikel ini akhirnya booming sehingga penulis asli merasa kesal mungkin karena dia yang mempunyai ide. Dia pun menulis ancaman di fanpage facebook saya seperti yang nampak di atas ini.

Namun perlu saya sampaikan :

1. Ketika saya copas, maka saat itu saya ingin berbagi hal bermanfaat kepada orang lain melalui web blog saya ini.
2. Saya pun sering mengganti beberapa kalimat dan kata, saya sempurnakan, agar sesuai dengan nuansa blog saya, tidak copas 100%. Semakin banyak materi yang saya edit memungkinkan saya tidak mencantumkan sumber websitenya, sebab sudah menjadi artikel rewrite.

Demikian :)

Bagi Anda yang masih merasa dirugikan dari aktifitas yang dianggap plagiat, termasuk publikasi materi lain di blog ini yang merasa merugikan Anda, saya siap bertemu langsung dengan Anda.

Demikian, bahwasanya bila ada setiap kalimat diatas yang sama dengan artikel atau sebuah buku, atau kitab lain, berarti merupakan suatu kebetulan belaka.

Transparansi Publik, Beranikah Calon Bupati Malang melakukan itu?

Menurut data Kemendagri jumlah Seluruh Warga Kabupaten Malang sejumlah 2.764.969 jiwa / 2,7 juta jiwa lebih.

Dari sekian banyak jumlah Warga Kabupaten Malang berapa persen ya, maaf, yang masih 'bodoh' ?

Saya kira ini penting. Perlu kiranya dipertanyakan kepada Para Calon Bupati : Beranikah Calon Bupati Malang melakukan Transparansi Publik ?

Transparansi Publik artinya seorang Calon Bupati berani menyampaikan dengan sungguh-sungguh kepada publik mengenai apa saja yang telah dia lakukan baik sebelum menjabat hingga saat menjabat nanti.

Apa saja yang telah dia lakukan sebelum menjabat, artinya adalah track record bagaimana kinerjanya dan pola berfikirnya seorang Calon Bupati ini.

Sedangkan setelah menjabat, artinya apa saja program-program kerja dan visi misinya harus disampaikan dengan transparan tanpa banyak yang ditutup-tutupi.

Hal yang paling mendasar adalah mengenai uang. Ini penting. Sebab, hingga saat ini kita sangat sulit mendapatkan sosok Pemimpin yang berani blak-blakan mengenai uang dan berani menjalankan program kerjanya memang untuk rakyat tanpa berfikir keuntungan pribadi.

Tiga hal yang patutnya dipertanyakan dan disampaikan kepada publik, apakah Calon Bupati Malang bekerja untuk mengabdi ataukah bekerja untuk memperkaya diri dan membuat gurita kekuasaan bagi keluarga dan kelompoknya.

1. Berapa jumlah hartanya ?
2. Berapa modal yang ia keluarkan sebagai Calon Bupati Malang?
3. Berapa nilai kekayaan yang dia harapkan selama menjabat sebagai Bupati Malang?

Yang pertama, berapa jumlah hartanya. Saya kira ini sudah bukan konsumsi KPK saja. Namun, ini harusnya sudah menjadi informasi publik. Sebab, seseorang akan bisa dilihat kapabilitasnya bila dari awal sudah berani jujur akan keadaan kekayaannya dan perkembangan kekayaannya selama menjabat sebagai Pemimpin.

Yang kedua, modal. Ini juga penting. Berhasil menjadi Calon Bupati kita harus tahu, akan ada mahar kepada Partai Politik. Kabarnya, untuk menjadi Calon Bupati Malang nilainya mencapai milyaran rupiah. Saya kira rakyat akan dibodohi bila nilai ini tidak diketahui publik, bahwa Calon Bupatinya bermodal milyaran rupiah untuk sebuah kedudukan yakni Bupati Malang. Bagaimana mungkin seseorang sudah bermodal milyaran rupiah nanti tidak berfikir untuk balik modal.

Yang ketiga, nilai kekayaan selama menjabat. Ini berhubungan erat dengan tujuan balik modal. Berapa besar nilai balik modal yang diharapkan. Saya kira tidak akan ada yang berani untuk menyampaikan hal ini kepada publik. Padahal setiap Calon Bupati bila diawali dengan modal uang yang tidak sedikit, apakah dia rela uang sekian banyaknya hilang begitu saja untuk proses mengabdi kepada rakyatnya, tanpa berfikir mengenai balik modal.

Ini belum mengenai program kerja, dan track record selama ini, apa saja yang telah dia lakukan untuk orang lain, sebelum dia memikirkan jutaan jumlah masyarakat sebuah daerah. Ini masih soal uang. Adakah seseorang yang berani blak-blakan mengenai uang yang mengalir disekitarnya.

Bila ada seseorang yang berani berjuang untuk rakyatnya, memperbaiki keadaan Kabupaten Malang ini jauh diatas kepentingan dan kekayaan pribadi, maka dia lah yang layak menjadi Bupati Malang.

Tidak banyaknya seseorang yang berhasil menjadi Calon Bupati Malang, apakah soal uang? Birokrasi proses pendaftaran diri sebagai Calon Bupati Malang begitu sulit juga apakah juga soal uang?

Saya kira secara teori syarat menjadi Calon Bupati Malang tidak begitu sulit,

Syarat menjadi Bupati Malang yang sudah tertuang di RUU PILKADA dan telah disempurnakan di PERPPU Nomor 1 Tahun 2014 sebenarnya simpel :) hanya saja Undang-Undang sepertinya dibuat dengan bahasa yang lebih rumit dengan dalih EYD, namun masyarakat kecil semakin sulit memahami ^_^

Silahkan dibaca sendiri di bawah ini nanti bila Anda ingin membacanya dengan detail. Dan untuk PERPPU Nomor 1 Tahun 2014 sudah disampaikan oleh KPU Pusat secara UMUM melalui websitenya : http://www.kpu.go.id/koleksigambar/PERPPU_Nomor_1_Tahun_2014.pdf

Intinya begini, saya harap akan banyak sosok yang mau mendaftarkan diri menjadi Calon Bupati Malang, sekali lagi :) saya kira dari jumlah jiwa sebanyak 2.764.969 jiwa, masak hanya satu atau dua saja yang pantas menjadi Bupati ? :3

Ya, intinya ini menurut pemahaman saya :

Syarat Menjadi Calon Bupati Malang :
1. WNI
2. Berpendidikan minimal SMA/SMK/SMEA sederajat.
3. Tidak boleh rangkap jabatan.
4. Berusia minimal 25 tahun

Kepada Para Calon Bupati, bila Anda memang ingin mengabdi, mohon jangan bodohi masyarakat. Jangan berikan kami janji-janji palsu, sementara dibalik itu hanya nilai uang yang hanya Anda fikirkan.

Monggo dibaca :)

Rey Arifin, Bukan Calon Bupati Malang

RUU Pilkada ada dibawah ini, yang sudah disempurnakan ada di sini, saya puyeng bacanya : http://www.kpu.go.id/koleksigambar/PERPPU_Nomor_1_Tahun_2014.pdf

RUU PILKADA

Syarat pencalonan itu ada di pasal 13 ayat 1 RUU Pilkada. Ada 28 syarat yang diatur. Salah satu yang paling jadi sorotan adalah poin t, yang memuat aturan soal kekerabatan seorang calon dengan pejabat aktif. Kabarnya, poin ini akan dihilangkan.

Berikut syarat calon kepala daerah yang di draft RUU Pilkada tanggal 8 September 2014 yang diperoleh detikcom, Senin (15/9/2014) :

Pasal 13

(1) Warga negara Republik Indonesia yang dapat ditetapkan menjadi calon gubernur, bupati dan wali kota adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;

c. berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat;

d. telah mengikuti uji publik kompetensi dan integritas;

e. berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk calon gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk calon bupati/walikota;

f. mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter;

g. tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan tindak pidana maker dan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali yang bersangkutan telah selesai menjalani pidana lebih dari 5 (lima) tahun dan mengumumkan secara terbuka dan jujur kepada publik bahwa dirinya pernah menjadi terpidana serta tidak akan mengulang tindak pidananya.

h. tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

i. tidak pernah melakukan perbuatan tercela;

j. menyerahkan daftar kekayaan pribadi;

k. tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara;

l. tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

m. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan memiliki laporan pajak pribadi;

n. belum pernah menjabat sebagai gubernur, bupati, dan/atau walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama;

o. tidak berstatus sebagai Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati atau Walikota/Wakil Walikota dari daerah lain;

p. berhenti dari jabatannya bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang mencalonkan diri di daerah lain.

q. tidak berstatus sebagai penjabat gubernur/penjabat bupati/penjabat walikota;

r. memiliki visi, misi dan program strategis mengacu pada RPJPD;

s. mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat didaerahnya;

t. tidak memiliki ikatan perkawinan atau garis keturunan 2 (dua) tingkat lurus ke atas, ke bawah, ke samping dengan petahana;

u. berhenti sementara dari jabatannya bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota petahana sejak pendaftaran sampai dengan penetapan calon terpilih oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota;

v. berhenti sementara/non aktif dari jabatannya bagi pimpinan DPR, DPD, dan DPRD yang mencalonkan diri sejak pendaftaran sampai dengan penetapan calon terpilih oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota;

w. memberitahukan pencalonannya sebagai gubernur dan bupati/walikota kepada Pimpinan DPR, DPD, atau DPRD bagi anggota DPR, DPD, atau DPRD;

x. berhenti dari jabatan organik/jabatan struktural maupun fungsional bagi anggota TNI/Polri dan PNS;

y. berhenti dari jabatan pada Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah;

z. melampirkan Kartu Tanda Penduduk Electronik (KTP El) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK); dan

aa. menyerahkan daftar riwayat hidup.

bb. tidak berstatus sebagai anggota Panlih gubernur, bupati, dan wali kota.

PROFIL KABUPATEN MALANG

(sumber peta : http://www.malangkab.go.id/imgnews/peta%20kabupaten%20malang.jpg)

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi : Kabupaten Malang
Ibukota : Kepanjen
Provinsi : Jawa Timur
Batas Wilayah :
Utara: Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto
Selatan: Samudera Indonesia
Barat: Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri
Timur: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang

Luas Wilayah : 3.530,65 Km2
Jumlah Penduduk : 2.764.969 Jiwa

Wilayah Administrasi : Kecamatan : 33, Kelurahan : 12, Desa : 378
Website : http://www.malangkab.go.id/

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Ketika kerajaan Singhasari dibawah kepemimpinan Akuwu Tunggul Ametung yang beristrikan Ken Dedes, kerajaan itu dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Pusat pemerintahan Singhasari saat itu berada di Tumapel. Baru setelah muncul Ken Arok yang kemudian membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes, pusat kerajaan berpindah ke Malang , setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri. Kediri saat itu jatuh ke tangan Singhasari dan turun statusnya menjadi kadipaten. Sementara Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja yang bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana atau Dhandang Gendhis (1185 - 1222).

Kerajaan ini mengalami jatuh bangun. Semasa kejayaan Mataram, kerajaan-kerajaan di Malang jatuh ke tangan Mataram, seperti halnya Kerajaan Majapahit. Sementara pemerintahan pun berpindah ke Demak disertai masuknya agama Islam yang dibawa oleh Wali Songo. Malang saat itu berada di bawah pemerintahan Adipati Ronggo Tohjiwo dan hanya berstatus kadipaten. Pada masa-masa keruntuhan itu, menurut Folklore, muncul pahlawan legendaris Raden Panji Pulongjiwo. Ia tertangkap prajurit Mataram di Desa Panggungrejo yang kini disebut Kepanjen (Kepanji-an). Hancurnya kota Malang saat itu dikenal sebagai Malang Kutho Bedhah.

Bukti-bukti lain yang hingga sekarang merupakan saksi bisu adalah nama-nama desa seperti Kanjeron, Balandit, Turen, Polowijen, Ketindan, Ngantang dan Mandaraka. Peninggalan sejarah berupa candi-candi merupakan bukti konkrit seperti :

Candi Kidal di Desa Kidal Kec. Tumpang yang dikenal sebagai tempat penyimpanan jenazah Anusapati.
Candi Singhasari di Kec. Singosari sebagai penyimpanan abu jenazah Kertanegara.

Candi Jago / Jajaghu di Kec. Tumpang merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Wisnuwardhana.
Pada zaman VOC, Malang merupakan tempat strategis sebagai basis perlawanan seperti halnya perlawanan Trunojoyo (1674 - 1680) terhadap Mataram yang dibantu VOC. Menurut kisah, Trunojoyo tertangkap di Ngantang. Awal abad XIX ketika pemerintahan dipimpin oleh Gubernur Jenderal, Malang seperti halnya daerah-daerah di nusantara lainnya, dipimpin oleh Bupati.

Bupati Malang I adalah Raden Tumenggung Notodiningrat I yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16. Kabupaten Malang merupakan wilayah yang strategis pada masa pemerintahan kerajaan- kerajaan. Bukti-bukti yang lain, seperti beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII dalam bentuk Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil lainnya seperti Kerajaan Kanjuruhan seperti yang tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Prasasti itu menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, yang bila diperhitungkan berdasarkan kalender kabisat jatuh pada tanggal 28 Nopember 760. Tanggal inilah yang dijadikan patokan hari jadi Kabupaten Malang. Sejak tahun 1984 di Pendopo Kabupaten Malang ditampilkan upacara Kerajaan Kanjuruhan, lengkap berpakaian adat zaman itu, sedangkan para hadirin dianjurkan berpakaian khas daerah Malang sebagaimana ditetapkan.

Arti Logo

1. MERAH PUTIH = Perisai Segi Lima
2. MERAH = Tulisan Kabupaten Malang
3. KUNING EMAS = Garis tepi atap kubah
4. HIJAU = Warna dasar kubah
5. HIJAU = Gunung Berapi
6. PUTIH = Asap
7. PUTIH DAN HITAM = Keris
8. PUTIH = Buku terbuka
9. BIRU TUA = Laut
10. PUTIH = Gelombang laut ( Jumlah 19 )
11. KUNING EMAS = Butir padi ( Jumlah 45 )
12. PUTIH = Bunga kapas ( Jumlah 8 )
13. HIJAU = Daun kapas ( Jumlah 17 )
14. KUNING EMAS = Bintang bersudut lima
15. PUTIH DAN HITAM = Pita terbentang dengan sesanti Satata Gama Kartaraharja
16. KUNING EMAS = Rantai ( Jumlah 7 )

Jiwa Nasional Bangsa Indonesia yang suci dan berani, dimana segala usaha ditujukan untuk kepentingan Nasional berlandaskan Falsafah Pancasila dilukiskan dengan PERISAI SEGI LIMA dengan garis tepi tebal berwarna MERAH PUTIH.

KUBAH dengan garis tepi atapnya berwarna KUNING EMAS dan warna dasar HIJAU mencerminkan papan atau tempat bernaung bagi kehidupan rohani dan jasmani diruang lingkup Daerah Kabupaten Malang yang subur makmur

BINTANG BERSUDUT LIMA berwarna KUNING EMAS, mencerminkan Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan Falsafah Pancasila yang Luhur dan Agung.

UNTAIAN PADI berwarna KUNING EMAS, DAUN KAPAS berwarna HIJAU serta BUNGA KAPAS berwarna PUTIH mencerminkan tujuan Masyarakat adil dan makmur.

DAUN KAPAS berjumlah 17 (Tujuh Belas), BUNGA KAPAS berjumlah 8 (Delapan), GELOMBANG LAUT berjumlah 45 (Empat Puluh Lima) mencerminkan semangat perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945.
 
RANTAI berwarna KUNING EMAS mencerminkan Persatuan dan Keadilan GUNUNG BERAPI berwarna HIJAU mencerminkan potensi Alam Daerah Kabupaten Malang sedangkan ASAP berwarna PUTIH mencerminkan semangat yang tak pernah kunjung padam.

LAUT mencerminkan kekayaan alam yang ada di daerah Kabupaten Malang sedangkan warna BIRU TUA mencerminkan cita-cita yang abadi dan tak pernah padam.

KERIS yang berwarna HITAM dan PUTIH mencerminkan Jiwa Kepahlawanan dan Kemegahan sejarah Daerah Kabupaten Malang.

BUKU TERBUKA berwarna PUTIH mencerminkan tujuan meningkatkan kecerdasan rakyat untuk kemajuan.

Sesanti SATATA GAMA KARTA RAHARJA mencerminkan Masyarakat adil dan makmur materiil dan spirituil disertai dasar kesucian yang langgeng (abadi).

Nilai Budaya

TARI TOPENG DAN MACAPAT

Tari topeng ini telah lama dikenal oleh masyarakat Malang dan dahulu tari ini merupakan tradisi yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Setiap orang yang mengadakan upacaraatau pesta, selalu diawali dengan tari Beskalan.

Tari ini memiliki maksud sebagai pembuka dalam acara tersebut. Sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, Tari Topeng yang merupakan Identitas dari malang mulai ditinggalkan. Banyak kaum muda yang sudah enggan untuk melanjutkannya karena, merasa bahwa tari tersebut kunodan ketinggalan jaman. Hanya sebagaian kecil yang mau meneruskanya, itupun karena orang tua mereka ataupun dekan dengan penari topeng.

Kini tari topeng hanya memiliki sedikit penari yang bisa memainkanya, dan umur merekapun sudah terlalu tua untuk menari dengan baik. Menyikapi hal ini beberapa seniman topeng membuat suatu tempat pendidikan tari.Seperti diDusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, berdiri sebuah padepokan kesenian tari topeng Malangan Asmorobangun, yang di pimpin oleh Karimun.

Laki-laki yang sudah umurnya menginjak kepala delapan ini,telah lama malang melintang di dunia tari.Atas kesadarannya akan tari topeng yang kian hari semakin ditinggalkan generasi muda, dibuatlah padepokan itu. Dengan usaha yang gigih tidak mengenalwaktu, Karimun yang biasa dipanggil Mbah Mun ini,memberikan ilmu tari tersebut kepada pemuda yang tertarik tanpa memungut biaya.

Selain di Kedungmonggo,padepokan yang sama juga didirikan di Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang yang dipimpin oleh Muhammad Soleh. Sedangkan di Kecamatan jabung kesenian malah mendapat perhatian besardari masyarakat yang tergolong jauh dari pusat kota. Banyak anak kecil yang telah mahir untuk memainkan tari tersebut.

MACAPAT

Selain kesenian tari topeng malangan,seni membacakan suatu cerita dengan dilagukan juga pernah berkembang di Malang yaitu Macapat.

Seni membacakan cerita dengan di lagukan ini memiliki beberapa versi cerita diantaranya Layang Amat Mukamad dan Layang Yusuf. Layang atau (cerita)Amat Mukamat ini menceritakan tentang perjalanan dua bersaudara Amat dan Mukamat dari kejaran seorang juragan yang menuduh mereka mencuri makananya.

Dalam pembacaan cerita ini kadang diselingi dengan guyonan (canda) dari para pembaca ketika menceritakan dialog yang terjadi dalam cerita itu. Sedangka Layang Yusuf memiliki alur cerita yang hampir sama dengan kisah Nabi Yusuf dalam agama Islam.

Kesenian ini memiliki banyak versi, selain di Malang,Macapat juga berkembang di daerah Karangasem,Bali. Kesenian yang di gunakan sebagai alat untuk penyebaran agama Islam di Pulau Jawa olekh para wali ini berkembang pada abad ke -XIV.Ada beberapa kitab yang sampai saat ini masih belum dapat dibacakan secara bebas karena,isi cerita dari kitab tersebut masih dianggap kontrofersial .

Cerita ini sering dibacakan dalam acara selamatan (pesta masyarakat untuk memanjatkan doa ) menempati rumah baru atau memiliki anggota baru. Kini pembaca yang bisa dengan fasih membacakan sudah jarang, tinggal beberapa saja dan lanjut usia tua. Sutrisno , Sawab dan Wagimun adalah tiga pembaca yang biasa membawakan Macapat ini berada di Desa Gelagadowo, Kecamatan Tumpang sepertui halnya Mbah Mun, ketiga serangkai ini tengah berusaha menghidupkan kembali kesenian yang hampir mati tersebut.

Kekayaan kesenian Malang ini perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah terutama masyarakat dan generasi muda , karena tidak dilakukan akan hilang dan generasi penerus hanya tahu ceritanya saja. Sebagian seniman yang masih peduli dengan kesenian khas Malang, berusaha untuk melestarikan dengan mengundang dalam beberapa acara kesenian di Malang.

http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/35/name/jawa-timur/detail/3507/malang

Alasan Presiden Jokowi pilih Budi Gunawan di Wakapolri?

Hingga saat ini mungkin kita masih bertanya-tanya Alasan mengapa Presiden Jokowi memilih Badrodin Haiti sebagai Kapolri dan Budi Gunawan sebagai Wakapolri?

Pelantikan komjen pol Budi Gunawan sebagai wakapolri masih menimbulkan pro dan kontra. Wanjakti polri secara aklamasi menunjuk Kalemdikpol komjen pol Budi Gunawan sebagai wakapolri, jabatan yang secara horisontal sama, untuk jenderal bintang 3, sehingga mutasi jabatan Budi Gunawan ini tidak membuat perubahan apa-apa di baju seragam Budi Gunawan. Di pundaknya tetap hanya ada 3 bintang, bukan 4 bintang seperti yang ada di pundak kapolri.

Sewaktu komjen pol Budi Gunawan diusulkan sebagai kapolri oleh presiden Jokowi, banyak reaksi dari masyarakat yang menyatakan dirinya anti korupsi, antara lain ICW, Pukat UGM, Denny Indrayana dll, yang menyatakan kontra atau tidak setuju atas usul Jokowi tersebut, alasannya jelas, Budi Gunawan tersangkut rekening gendut yang pernah dibuatkan laporan hasil analisis (LHA) nya oleh PPATK dan sudah dilaporkan ke Bareskrim dan KPK.

Merespon reaksi masyarakat anti korupsi tersebut, KPK dengan gerak cepat sebelum Budi Gunawan di fit and proper test oleh DPR RI, mengumumkan BG sebagai tersangka korupsi sewaktu menjabat sebagai kabiro pembinaan SDM Mabes Polri.

Pengumuman TSK langsung dilakukan oleh duet maut pimpinan KPK ABraham Samad dan Bambang Widjajanto dengan semangat 45 nan berapi-api yang terlihat dari mimik wajahnya yang terlihat sangat gemes dengan BG, mirip seperti ibu-ibu komplek yang gemes pengen nyakar dan jenggut rambut tukang sayur keliling yang suka gosipin dirinya dengan ibu-ibu lain di pojokan komplek rumah.

BG yang merasa dikrimnalisasi oleh duo pimpinan KPK AS dan BW tidak tinggal diam, ia ajukan pra peradilan atas penetapan TSK dirinya yang ia rasa mengada-ada dan dipaksakan, dan ia menduga ini ada kaitannya dengan terjegalnya AS menjadi cawapres Jokowi di pilpres 2014, karena ternyata PDIP lebih memilih Jusuf Kalla sebagai cawapres Jokowi, dan hitung-hitungan politik PDIP ternyata benar, pasangan Jokowi-JK menang pilpres 2014, dan Budi Gunawan dipercaya merupakan bagian dari kesuksesan Jokowi-JK di pilpres 2014.

Hasil praperadilan sudah kita saksikan bersama, majelis hakim Sarpin Rizaldi menyatakan penetapan TSK BG di KPK tidak sah, sehingga penyidikan harus dihentikan. KPK mengeksekusi putusan praperadilan PN Jaksel dengan menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Agung RI karena KPK terbentur UU KPK yang tidak menyediakan ruang untuk penghentian penyidikan (SP3). Selanjutnya Kejaksaan Agung menyerahkan berkas BG ke Bareskrim Mabes Polri karena merupakan lembaga yang pertama menyelidiki perkara BG.

Kabareskrim Budi Waseso menyatakan "Sementara ini, penilaian kepolisian dan saksi ahli yang kita panggil, berkas ini tidak layak disebut berkas. Berkas ini tidak bisa dijadikan dasar penetapan tersangka seseorang. Itu salah satu kejujuran, keterbukaan Polri. Yang memutuskan bukan hanya polisi, melainkan juga peserta gelar itu semua. KPK menilai, jaksa menilai, PPATK menilai, semuanya. Memang sih penyidik itu independen, jangan sampai kita dibilang 'jeruk makan jeruk' ya." (sumber : kompas.com)

Saya melihat Bareskrim Polri sudah transparan dan indenpenden dalam menyikapi dan memeriksa berkas perkara komjen pol Budi Gunawan, sampai gelar perkara yang melibatkan kejaksaan agung, KPK, PPATK, media pun akan dilakukan bareskrim, padahal sebenarnya tidak ada kewajiban melakukan itu semua.

Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di pikiran saya, yang mudah-mudahan bisa dibantu pembaca yang pintar dan bijak untuk menjawabnya ;

1. Status komjen BG saat ini manusia bebas atau TSK?

Jika manusia bebas seharusnya tidak perlu didebat lagi ia mau jadi wakapolri, kepala BIN, duta besar, bahkan menteri di reshufle kabinet Jokowi mendatang.

Jika TSK maka segera tangkap dan tahan komjen BG sehingga tidak berkeliaran bebas memakai seragam polisi kemana-mana.

2. Komjen BG diprotes untuk jabatan kapolri dan wakapolri saja? Atau juga diprotes untuk jabatan lain, misal jika dimutasi jadi Kabareskrim, Kepala BNN, kepala BNPT dll, termasuk juga jabatannya sekarang Kepala Lemdikpol RI yang tak pernah saya dengar di protes oleh siapapun di Indonesia ini.

3. KPK yang sekarang dengan Plt pimpinan KPK salah satunya mantan juru bicara KPK Johan Budi tidak mempermasalahkan komjen pol Budi Gunawan diangkat sebagai wakapolri, padahal Johan Budi juga yang merupakan bagian dari KPK sewaktu dipimpin AS dan BW yang mentersangkakan BG. Bukankah ini berarti secara tidak langsung menyatakan status komjen pol BG CLEAR?

4. Kapan TSK korupsi payment gateway Mantan wamenkumham RI ditangkap dan ditahan penyidik bareskrim polri?

TSK Denny Indrayana sudah diperiksa beberapa kali dan setelah diperiksa ia bisa melenggang pulang. Saya memakluminya karena selama ini polri tidak punya pemimpin definitif, namun saat ini sudah ada kapolri dan wakapolri, sehinggga tidak seharusnya penyidik polri membiarkan seorang TSK korupsi berkeliaran bebas.

Apa penyidik tidak kuatir TSK Denny Indrayana akan mempersulit penyidikan jika dibiarkan bebas berkeliaran, walaupun sekarang sudah tidak pernah muncul bicara anti korupsi di TV lagi. Mungkin malu sama omongannya sendiri, siapa yang mau dengerin, koar-koar anti korupsi, ternyata eh ternyata korupsi juga, malah sampai 7 dugaan kasus korupsi melibatkan Denny Indrayana yang dilaporkan ke bareskrim polri.

Saya pribadi kuatir TSK Denny Indrayana akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, maka sebaiknya penyidik bareskrim polri segera menangkap TSK Denny Indrayana, setelah itu tempatkan satu sel bersama gembong narkoba Freddy Budiman di rutan bareskrim.

5. de jure BH kapolri, BG wakapolri, tapi BH hanya jadi bonekanya BG de factonya?

Terkait adanya dugaan matahari kembar di mabes polri, di kesempatan ini saya berani memastikan bahwa itu tidak akan pernah terjadi, dan BH tidak akan pernah menjadi Bonekanya BG. Kapolri Badrodin Haiti tegas mengatakan tentang hal ini "Tidak ada ('matahari kembar'). Saya Kapolri, saya yang pegang komando. Semua ikut perintah saya."

Terkait anggapan BH akan jadi boneka, seorang sahabat di Pejaten memberikan jawaban menohok pas mantab ke Saya untuk menangkis kekuatiran tersebut "Memangnya Budi Gunawan wanita, atau pria melambai, koq mainannya boneka?"

Akhir kata, untuk menyudahi tulisan sederhana ini, ada pertanyaan sederhana yang silakan jawab di hati nurani masing-masing "Kalau ternyata Polri lebih profesional, lebih maju, lebih integritas, KKN di tubuh Polri bisa terus dibredeli di bawah pimpinan duet Badrodin Haiti dan Budi Gunawan apakah kita masih protes?"

Baca :
- Langkah Cerdas Presiden Jokowi, Baca Biar Cerdas !
Proyek Transportasi Massal Presiden Jokowi Dimulai !

Loading...