Masa Remaja dan Kehidupan di Kauman

http://3.bp.blogspot.com/_stabq2CYKZ4/TJNgbsFfbnI/AAAAAAAAAIM/jBNLR3cDPm8/s320/%3D%3Futf-8%3FB%3Fcm1oMS5qcGc%3D%3F%3D-794495

Begitu cepat waktu berlalu... Hingga tak terasa saat ini saya sudah se-gede ini. Saat ini saya tinggal di Jalan Mentaraman 13 Kepanjen dengan status mengkontrak, padahal kami masih punya rumah dengan status hak milik di Kauman.

Ya,, beginilah kehidupan, nanti saya juga bisa bercerita mengapa kami sekarang hijrah ke Jalan Mentaraman Kepanjen meski kami masih punya rumah sendiri di Kauman. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwasanya ALLAH Pasti Memberikan Cobaan kepada setiap hamba-Nya yang kadang terasa berat bagi kita, meski ALLAH Sudah Berjanji Tidak akan memberi Cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. ALLahuAkbar...

Rumah saya di Kauman ini sudah kami tawarkan untuk kami jual, tapi hingga saat ini masih belum laku juga. Semoga ALLAH Segera Memberi Jalan Keluar atas masalah kami ini.. Amiin Ya Rab.... Di luar kemampuan manusia, Kami Hanya Memohon Karunia-Mu Saat ini... Entah sampai kapan kami seperti ini.. Sesungguhnya Engkau Telah Merencanakan-Nya...

Kami mulai tinggal di Kauman, tepatnya di Jl. KH. Ach. Dahlan No. 60 sejak saya masih kelas 3 SD, adik saya masih bayi, dan mbak saya juga masih kelas 6 SD.

Kehidupan saya di Kauman juga sangat luar biasa. Banyak kenangan indah di sana.. Kenangan indah yang pertama, yang saya ingat adalah, di rumah kami inilah.. saya mulai belajar Elektronika. Ayah mulai mengajarkan keahlian Elektronikanya kepada saya. Saya mulai mengenal alat-alat elektronika di sini. Memenuhi kamar saya dengan tape kecil, radio, salon, lampu, dan kabel-kabel elektronika.

Saya juga mulai merasakan perjuangan Ibu saya yang luar biasa dalam menghidupi keluarga kami, membantu Ayah, membesarkan kami dan saya. Ibu lah yang paling kerja keras memperjuangkan nasib keluarga dan anak-anaknya agar bisa lebih baik. Trims Ibu...

Ayah juga telah banyak berjasa bagaimana mengajari anak-anaknya hidup di dunia ini. Mengajarkan Akhlakul Karimah, meski itu terasa sulit dijalani. Kadang saya juga Ayah saya mendapat cemooh, "Ape lu ? bisanya cuman ngomong doang kayak kiai, tapi kelakuan juga gak bener".. AstaghfiruLLah.. Semoga kami tetap diberikan kesabaran dan petunjuk bila memang apa yang diucapkan orang-orang tersebut benar adanya.

Kami mendapat banyak cobaan di Kauman, hingga saat ini. Hingga saya menulis kata-kata ini, begitu kental kenangan pahit di Kauman. Meski begitu saya akan coba lebih dulu mengingat kenangan manis di Kauman..

Di Kauman, saya sempat tinggal di kamar kecil saya di ruang tengah. Sebenarnya sih, itu bukan kamar, karena memang terlalu kecil untuk ukuran kamar, yakni berukuran 2 x 1.5 meter. Ya, tapi Ayah dan Ibu saya ndak kehabisan ide untuk menyekat dengan Triplek untuk saya tinggal di kamar saya yang luar biasa ini.

Saya tinggal di 'kamar kecil' itu hingga kemudian Mbak saya kerja di Surabaya dan saya pun tinggal di kamarnya yang di depan. Kemudian kamar kecil itu pun sempat ditinggali oleh Adik saya. Sungguh ALLAH Maha Besar, mungkin karena itulah kemudian saya sekarang tinggal di rumah kontrakan dengan kamar yang sungguh luar biasa besar bagi kami, saya dan Adik saya.

Paling tidak saya melihat ada 9 asbes di kamar saya ini dengan tata letak 3x3. Bila ukuran asbes adalah 1 meter persegi, berarti sekarang saya tinggal di kamar seluas 3 x 3 meter atau 9 meter persegi. SubhanaLLah... AlhamduliLLah.... Ternyata dibalik cobaan selalu ada hikmah yang luar biasa.

Saya sekolah di SD, SMP, dan juga SMK, hingga saya sempat merasakan duduk di Perguruan Tinggi juga ketika kami masih di Kauman. ALLAH Sepertinya Memang Memberikan Karunia yang Luar biasa bagi kami ketika di Kauman.

Saya SD di SDN Kepanjen 03, Kauman, Kepanjen.
Kemudian SMP di SLTP N 04 Kepanjen, Jl. Kawi, Kepanjen.
Saya sempat sekolah di SMK Negeri 1 Singosari, Jl. Mondoroko, Singosari, Kab. Malang.
Yang kemudian harus pindah dan lulus di SMK NU Sunan Giri Kepanjen, Ngadilangkung, Kepanjen.

Sungguh semua apa yang terjadi adalah pelajaran bagi kami agar kami juga tetap Ingat pada-Nya.

Di Kauman, saya sangat bersyukur sebab memiliki beberapa teman baik sejak kecil di sana, yakni : Rudi, Firman, Sulaiman, dan juga Tomo.

Mereka berempat inilah Teman Terbaik saya ketika saya di Kauman.

Bersama Rudi dan Firman saya selalu bermain kelereng dan layang-layang. Bersama Sulaiman dan Tomo ketika saya mulai remaja, sekolah di SMK NU Sunan Giri Kepanjen, kemudian saya siaran radio di Sunan Giri FM bersama Sulaiman dan juga Tomo.

Iya, ya... mulai tinggal di Kauman juga saya mulai mengenal Brik-brikan, yakni alat komunikasi untuk bercengkrama dengan teman-teman melalui frekuensi radio Transceiver.

Saya mulai mengenal alat brik-brikan Pemancar FM untuk komunikasi. Kemudian HT dan kemudian saya mulai belajar siaran radio menjadi seorang Penyiar Radio. Semuanya ketika saya masih di Kauman.

Banyak sekali lah.. Kenangan yang luar biasa saya di Kauman. AlhamduliLLah.. Terima Kasih Ya ALLAH....

Kemudian, untuk berganti suasana, kami pun sempat mengontrak sebentar di sebuah rumah di Jalan Mentaraman No. 13 Kepanjen, sebelum kemudian pindah lagi mengkontrak ke sebuah Ruko (Rumah dan Toko) di Jalan Effendi 69A Kepanjen.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Komentar Pembaca dengan Akun Google

1 komentar:

    Komentar Pembaca dengan Akun Facebook