Masa Kecil di Penarukan

AlhamduliLLah.. beranjak menjadi balita, saya masih diberikan "seger waras" hingga saat ini. Meski saya sempat tercebur ke sungai molek ketika masih kecil dan AlhamduliLLah akhirnya saya terselamatkan dan bisa besar hingga saat ini.

Sungguh ALLAH MAHA BESAR Yang Telah Memberikan kami Karunia yang Luar Biasa. Semoga kami Lebih Bisa Mendekat Dengan-Nya. Amiin...

Saya kecil sempat bersekolah di TK Dharma Wanita Penarukan. Ketika itulah pertama kali saya diberikan uang saku oleh kedua orang tua saya. Saya lupa berapa uang saku saya, yang jelas saya sempat membeli krupuk menyeng seharga Rp25 pada waktu itu ketika masih sekolah TK.

Sekolah TK saya ingat ketika guru-guru saya gremeneng membicarakan saya, "wah.. anak ini kepalanya besar ya.. pasti cerdas nih.." Amiin... Saya lupa siapa guru yang sempat bilang seperti itu. Yang jelas saya mendengar dan mengingat sekali perkataan beliau. Terima kasih bu guru.. tapi ya.. kok bu guru begitu detailnya menilai saya.. sampai ukuran kepala segala.. hehe.. untungnya sekarang kepala saya sudah terlihat normal.. ^^

Yang paling suka waktu di TK adalah pelajaran tidur.. hehe.. Iya, sebab saat itu kita sama bu guru di suruh tidur dengan tetap duduk di bangku kami dan bersandar di meja, lalu kemudian ibu-ibu guru keliling mengipasi kami, dan mendongengi kami dengan cerita yang seru-seru.

Saya juga suka ketika saatnya makan bersama. Hm... nyummi... saat itu saya sangat merasakan masakan terlezat dari ibu saya. Dan sempat ada juga makanan gratis dari sekolah untuk kami saat itu. Yang saya ingat adalah donat dan segelas kecil susu putih. SubhanaLLah... Terima Kasih Bu Guruku.. ^^

Saya kecil sangat senang bermain di sekitar rumah saya. Karena rumah kontrakan kami pada waktu itu di penarukan cukup luas dengan beberapa pohon dan tumbuhan. Paling tidak ada pohon pete yang saya sering bermain kembangnya untuk saya buat mainan. Ada juga pohon rambutan yang membuat kami begitu suka buah rambutan. Ada juga pohon jambu di samping pekarangan rumah. Plus pohon kanditu. Wah.. lengkap yah.. pohon di rumah saya dulu..

Saya juga sering bermain apa saja yang bisa saya temui di rumah dan di sekitar rumah saya. SubhanaLLah...

Saya kecil hingga terlahir adik saya, kami hidup di Penarukan, sebelum kemudian kami harus pindah ke Kauman, karena rumah kontrakan kami di Penarukan tiba-tiba ndak dikontrakkan lagi oleh pemiliknya karena suatu alasan.

Saat itulah, saya pun ingat betapa keluarga kami mulai merasakan harus hijrah dari kehidupan satu ke kehidupan lainnya. Saya ndak jelas bagaimana ceritanya, yang jelas, kami saat itu pindahan buru-buru karena juga pemilik ingin kami pindah secara buru-buru.

Lagi-lagi, Kekuasaan ALLAH Datang kepada Keluarga kami.. Kami sekeluarga diselamatkan oleh Pakde saya, Pakde Dier sang pemilik rumah di Kauman.

Kami di suruh tinggal sementara di rumah di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 60 ini. Hingga akhirnya, Pakde Dier berbelas kasih menjual rumahnya kepada keluarga kami dengan harga yang murah dan boleh mencicil. Semoga ALLAH Membalas jasa baik Keluarga Pakde Dier yang sangat luar biasa kepada kami.. AlhamduliLLah...

Saat itu kami boyongan ke Kauman, Kepanjen ketika saya masih kelas 3 SD. Saya ingat betul, ketika itu saya baru saja membeli 3 buah godir berwarna orange, kuning, dan ungu dari Mbah Mah, penjual di sebelah sekolah SD saya, SDN Kepanjen 3.

Adik saya masih bayi, dan sesekali menangis. Kami sempat harus tidur tanpa alas waktu itu. MasyaALLAH...

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook