Ketik artikel yang Anda cari di bawah ini...
Baca juga berita terbaru dari KepanjenFm.com
Loading...
Home » , » Nikah

Nikah

Rabu, 20 Juli 2011 , Posted by Rey Arifin at 09.36



PENGERTIAN NIKAH

* Nikah menurut Bahasa : Berasal dari kata “Nakaha” yang artinya : Berkumpul atau Kawin.

* Menurut Syara’ : Aqad yang menghalalkan hubungan antara pria dan wanita yang bukan muhrim untuk membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah sesuai dengan syari’at Islam.

* Menurut UUP No.1 Tahun 1974 : Ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk rumah tangga bahagia kekal abadi berdasarkan kepada ke-Tuhan-an Yang Maha Esa.



TUJUAN NIKAH

1. Untuk memenuhi kebutuhan biologis

2. Untuk mendapatkan ketenangan batin

3. Untuk mendapatkan kasih saying



Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.



4. Untuk mendapatkan keturunan yang sah



Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.



5. Untuk mengikuti Sunnah Rasul

6. Untuk melaksanakan perintah Allah



Artinya : Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu Makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.



HUKUM NIKAH

1. Jaiz adalah hukum asal nikah

2. Wajib : Bagi yang mampu dan takut terjerumus kejurang perzinaan

3. Sunnah : Bagi yang mampu dan tidak takut terjerumus kejurang perzinaan

4. Makruh : Bagi mereka yang belum mampu

5. Haram : Nikah dengan tujuan negatif



RUKUN NIKAH

Segala hal yang harus dipenuhi dalam pernikahan, jika tidak dipenuhi maka nikahnya tidak sah

1. Ada Calon Suami

2. Ada Calon Istri

3. Ada Wali

4. Ada 2 orang saksi

5. Ada Sighot ( Ijab dan Qabul )



CALON SUAMI: SYARATNYA

~ Beragama Islam

~ Laki-laki

~ Atas kemauan sendiri

~ Tidak sedang Ihrom Haji atau Umroh

~ Jelas orangnya

~ Bukam Muhrim dengan calon istri



CALON ISTRI : SYARATNYA

~ Beragama Islam

~ Laki-laki

~ Atas kemauan sendiri

~ Tidak sedang Ihrom Haji atau Umroh

~ Jelas orangnya

~ Bukam Muhrim

~ Bukan Istri orang

~ Tidak sedang bersuami atau menjalani masa Iddah



W A L I : SYARATNYA

Islam

Baligh

Laki-laki

Adil

Tidak dicabut haknya

Berakal sehat

Adapun orang yang sah untuk menjadi wali, menurut susunannya adalah :

~ Bapak

~ Kakek mempelai perempuan

~ Saudara laki-laki kandung dengan mempelai perempuan

~ Saudara laki-laki sebapak

~ Anak laki-laki dari Saudara laki-laki kandung

~ Anak laki-laki dari Saudara laki-laki sebapak

~ Saudara bapak laki-laki

~ Anak laki-laki dari Saudara bapak laki-laki

~ Hakim



2 ORANG SAKSI : SYARATNYA

Islam

Baligh

Laki-laki

Adil

Tidak dicabut haknya

Berakal sehat

Tidak Fasik

Dapat Melihat, mendengar dan berbicara

Tidak pelupa

Tidak ditunjuk sebagai wali

Dapat mengetahui makna Ijab dan Qabul





SIGHAT

* IJAB

~ Kata-kata menikahkan dari wali mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki

Wahai saudara “FULAN” Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan seorang wanita bernama “FULANI” anaknya bapak “FULANTO” yang sudah wakil kepasa saya dengan maskawin “SEPERANGKAT ALAT SHALAT” tunai.



* QOBUL

~ Kata penerimaan dari mempelai laki-laki

Saya terima nikahnya “FULANI” anaknya pak “FULANTO” dengan maskawin “SEPERANGKAT ALAT SHALAT” tunai



SYARATNYA

• Ada kesesuaian antara Ijab dan Qabul

• Tidak ada jarak antara Ijab dan Qabul

• Dengan kata tegas yaitu : Nikah atau Tazwij

• Tidak dengan sindiran atau tulisan yang tidak dapat dibaca

• Lafadz Ijab dan Qabul harus dapat didengar baik oleh yang bersangkutan, wali maupun saksi

• Tidak dikaitkan dengan sesuatu

• Tidak dibatasi oleh waktu

THALAQ

Pernikahan adalah suatu ikatan lahir batin antara suami istri yang bertujuan membentuk rumah tangga bahagia dan sejahtera dunia akhirat. Akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa ikatan pernikahan itu tidak dapat dipertahankan karena sebab-sebab tertentu seperti :

1. Jurang perbedaan antara suami istri yang terlalu lebar



2. Salah seorang dari keduanya tidak dapat memenuhi kewajiban

3. Tidak diperoleh keturunan.



Sehingga keluarga sering menjadi ajang pertengkaran dan percekcokan, sehingga lebih banyak mendatangkan mudlarat dari pada manfaat, lebih banyak siksaan dari pada memberikan kebahagiaan.

Dalam keadaan demikian agama Islam memperbolehkan adanya PERCERAIAN / THALAQ antara suami dan istri.



PENGERTIAN THALAQ

• MENURUT BAHASA

Melepas Ikatan

• MENURUT ISTILAH

Lepasnya ikatan tali pernikahan yang sudah terjalin antara suami istri dengan lafal thalaq atau lafal lain yang sama dengan thalaq.



MACAM-MACAN SEBAB THALAQ

1. ILLA’ :

Seorang suami bersumpah bahwa ia tidak akan mengumpuli istrinya dalam masa lebih dari empat bulan /tidak menyebutkan masanya.



2. LI’AN :

Tuduhan melakukan zina dari seorang suami kepada istrinya.

Suami berkata : ” Laknat Allah atasku sekiranya tuduhanku bahwa istriku berbuat zina adalah salah” dan diulang sebanyak tiga kali. Jika suami telah berkata demikian maka suami bebas hukuman dera 80 kali.

Akibat li’an suami timbullah beberapa hokum, sebagai berikut:

1. Dia tidak didera 80 kali

2. Istri wajib didera dengan siksaan melakukan zina yaitu 80 kali dera

3. Suami istri wajib bercerai selama-lamanya

4. Jika ada anak, anak tersebut tidak dapat diakui oleh suami.

Jika si istri betul-betul tidak melakukan zina, maka dia dapat membalas dengan li’an suaminya.

Firman Allah SWT.:

“ Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah Sesungguhnya suaminya itu benar-benar Termasuk orang-orang yang dusta.

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu Termasuk orang-orang yang benar.”



3. DZIHAR: MENURUT BAHASA:

“ Punggung”.

Menurut istilah yaitu seorang laki-laki menyamakan istrinya dengan ibunya.

Sehingga haramlah istrinya itu untuknya. Misalnya seorang suami berkata : “ Engkau tampak olehku seperti punggung ibuku”.

Apabila seorang suami mengatakan demikian dan tidak diteruskan dengan thalaq, maka wajib atas suami tersebut membayar kafarat dzihar dan haram mencampurinya sebelum ia membayarnya.

Firman Allah SWT.

Artinya: “ Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) Tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. dan Sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu Perkataan mungkar dan dusta. dan Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”



Adapun kafarat dzihar adalah sebagai berikut:

1. Memerdekakan hamba sahaya

2. Kalau tidak bisa, puasa dua bulan berturut-turut

3. Kakau tidak kuat puasa, memberi makan kepada 60 orang miskin, tiap-tiap orang ¾ liter



4. KHULU’:

Thalaq tebus: Thalaq yang diucapkan seorang suami dan istri membayar sejumlah uang sebagai tebusan.

Firman Allah SWT.

Artinya : “ Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya[144]. Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim.”



[144] Ayat Inilah yang menjadi dasar hukum khulu' dan penerimaan 'iwadh. Kulu' Yaitu permintaan cerai kepada suami dengan pembayaran yang disebut 'iwadh.



Akibat thalaq tebus suami tidak dapat ruju’ lagi dan tidak boleh menambah thalaq ketika iddah. Boleh nikah kembali dengan cara akad baru.

Penyebab thalaq tebus antara lain sebagai berikut:

1. Istri sangat benci pada suami

2. Suami tidak dapat memberi nafkah

3. Suami tidak dapat membahagiakan istri.

5. FASAKH:

Thalaq yang dijatuhkan oleh hakim atas pengaduan istri setelah mempertimbangkan kelayakannya.

Sebab-sebab fasakh antara lain sebagai berikut:

1. Terdapat aib pada salah satu fihak

2. Suami tidak mampu memberi nafkah.



Macam-macam Thalaq

DITINJAU DARI BILANGANNYA :

1. Thalaq satu atau dua ( roj’i ) : Dimana suami dapat kembali kepada istrinya selama Iddah

2. Thalaq tiga ( ba’in )

2.1. Ba’in Sughro : Thalaq yang dijatuhkan kepada istri yang belum pernah dicampuri dan thalaq tebus.

2.2. Ba’in Qubro: Suami tidak boleh ruju’ dan tidak boleh menikah lagi dengan bekas istrinya.

Suami boleh menikah kembali dengan syarat :

2.2.1. Mantan istrinya sudah dinikah oleh laki-laki lain

2.2.2. Telah bercampur dengan suami baru

2.2.3. Telah diceraikan oleh suami yang baru

2.2.4. Telah habis masa iddahnya dengan suami yang baru.



Firman Allah SWT.:

Artinya : ” Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah Talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga Dia kawin dengan suami yang lain. kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, Maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.”



DITINJAU DARI LAFADZ YANG DIGUNAKAN

1. Shareh ( terang-terangan ):

Kalimat thalaq yang tidak mengandung keragu-raguan lagi.

Misalnya seorang suami mengatakan “Saya ceraikan kamu”

2. Kinayah (sindiran):

Kalimat yang mengandung keragu-raguan bisa diartikan thalaq atau yang lain.

Misalnya seorang suami mengatakan :

“Pulanglah kamu ke rumah orang tuamu”.



HUKUM THALAQ

1. SUNNAH :

Jika suami tidak sanggup lagi memberi nafkah atau istri tidak dapat menjaga kehormatan dirinya

2. WAJIB :

Jika Hakim yang mendamaikannya sudah memutuskan bahwa keduanya harus bercerai.

3. MAKRUH :

Jika bercerai lebih bermanfaat bagi keduanya atau bagi keluarganya.

4. HARAM :

Thalaq dihukumi haram jika terjadi pada 2 keadaan :

4. 1. Istri dalam keadaan suci setelah dikumpuli

4. 2. Istri dalam keaadaan haid.

Hadlanah

adalah hak menjaga, mengatur, mendidik dan mengasuh anak yang masih beluh dewasa yang belum dapat mengatur dirinya sendiri setelah terjadi perceraian antara suami dan istri

IDDAH

PENGERTIAN IDDAH :

Masa menunggu bagi wanita yang sudah diceraikan oleh suaminya sebelum ia menikah lagi dengan laki-laki lain.



LAMANYA MASA IDDAH

LAMANYA MASA IDDAH BAGI WANITA YANG DITHALAQ BERMACAM-MACAM SESUAI DENGAN KEADAAN ISTRI ITU.

A. Wanita yang sedang hamil Iddahnya sampai melahirkan.

Firman Allah SWT.

Artinya: ”....... dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya”



B. Wanita yang tidak hamil

1. Wanita yang sudah menopause Iddahnya selama tiga bulan

Artinya : ” Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. ”



2. Wanita yang masih Haid : Iddahnya tiga sucian.

Artinya: ” Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru' [142]. tidak boleh mereka Menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya.”



[142] Quru' dapat diartikan suci atau haidh.



3. Wanita yang dicerai sebelum dikumpuli tidak mempunyai Iddah

Artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya Maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya”



HAK PEREMPUAN DALAM IDDAH

A. Wanita yang taat dalam thalaq Roj’iyah berhak mendapat :

1. Tempat tinggal

2. Pakaian

3. Uang belanja



B. Perempuan yang dalam Iddah Ba’in, Jika ia mengandung berhak mendapat:

1. Tempat tinggal

2. Pakaian

3. Nafkah

Artinya: “Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin. “



C. Perempuan yang dithalaq Ba’in tidak hamil hanya berhak mendapat tempat tinggal saja.

£`èdqãZÅ3ó™r& ô`ÏB ß]ø‹ym OçGYs3y™ `ÏiB öNä.ω÷`ãr ÇÏÈ

Artinya : ” Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu .”



D. Wanita dalam Iddah wafat :

Mereka tidak mempunyai hak apa pun meskipun mengandung. Hal ini disebabkan mereka dan anaknya telah mendapatkan hak waris dari suaminya.

RUJU’

PENGERTIAN RUJU’ :

Kembalinya suami istri dalam pernikahan yang sah setelah terjadi perceraian.



Ruju’ hanya dapat dilakukan dalam masa Iddah, sedangkan apabila sudah selesai masa Iddah suami istri ingin kembali maka harus dengan pernikahan kembali.

Firman Allah SWT.

Artinya :”Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. “



RUKUN RUJU’

Jaiz : Hukum asal ruju’

Haram : Jika ruju’ dengan tujuan tidak baik

Makruh : Jika diketahui meneruskan perceraian lebih baik dari pada ruju’

Sunnah : Jika diketahui meneruskan ruju’ lebih baik dari pada perceraian

Wajib : Khusus bagi suami yang beristri lebih dari satu, jika menceraiakan salah satu sebelum menyempurnakan giliran waktunya.



RUKUN RUJU’ DAN SYARATNYA

Adapun rukun ruju’ dan Syaratnya adala sebagai berikut:



RUKUN RUJU’ ADA 3:

1. Ada Suami yang meruju’

2. Ada Istri yang diruju’

3. Ada Sighat

Sebagian ulama’ menambahkan, rukun ruju’ harus ada saksi.

SYARAT RUJU’ ADALAH :

1. Suami Syaratnya :

a. Islam

b. Baligh

c. Berakal

d. Tidak dipaksa (atas kemauan sendiri)

2. Istri Syaratnya :

a. Sudah pernah di campuri

b. Thalaq roj’I

c. Dalam Iddah

3. Sighat ( Lafadz Ruju’ ):

a. Sharih ( Terang-terangan )

Tidak perlu niat

Contoh : Saya ruju’ kamu

Aku kembalikan engkau kepadaku.

b. Kinayah ( Sindiran )

Perlu niat

Contoh : Saya pegang engkau,

Saya nikahi engkau

Saya kawin engkau

4. Saksi : Dua orang laki-laki yang adil

Firman Allah SWT.:

Artinya : ” Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah..............."

=================================================================

Anda ingin belajar lebih serius mengenai Komputer, Internet, Desain Grafis, Multimedia, Broadcasting, Jurnalis, Elektronika ? Segera ikuti program kursus di RIZALmedia Kursus bersama saya, Rey Arifin. Lebih cepat bisa. Pembelajaran bisa Online bisa Offline langsung datang ke tempat. Hubungi saya di : 0857 555 363 82

=================================================================

Facebook Profile saya:


Facebook Fanpage saya:

Baca juga Artikel yang lain :



Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Poskan Komentar