Masa Dewasa Hingga Sekarang di 25 Tahun

BismiLLah... inilah diary online saya. Seringkali saya menulis atau menyampaikan mengenai diri saya ini, sebenarnya ini adalah sebuah curhat dari diri saya.. hehehe.. kan katanya kalau gak bisa cerita sama orang, ceritalah dengan tulisanmu... ^^ Selamat membaca ya.....

Pembaca setia website pribadi saya www.reyarifin.com.. wihihihi guaya punya web pribadi sekarang... ckckck.... inilah lanjutan cerita dari cerita saya selanjutnya mengenai kehidupan saya ketika masih di Penarukan hingga di Kauman, dan juga di Mentaraman.

Hidup memang bukan perkara mudah, namun kita tidak boleh menyerah. Perjuangan pasti akan ada batasnya. Beberapa apa yang saya sampaikan pada tulisan ini adalah mengenai perjalanan kehidupan saya hingga sedikit banyak pola berfikir saya. Hihihi.. kalau Anda belajar psikologis semoga bisa membaca bagaimana diri saya yang hanya manusia biasa ini. Tidak ada yang sempurna selain Yang Maha Sempurna.

Hidup sebagai seorang Rey Arifin di Jalan Mentaraman sungguh luar biasa. Di sana saya AlhamduliLLah menempati rumah dengan nomor 13 yang sangat mirip dengan lafal ALLAH (kalau tulisannya dijungkar-jungkir sih.. hihihi..). Jadi jelas angka 13 bukan angka sial bagi yang beriman kepada ALLAH. Ini yang mengawali motivasi hidup saya untuk lebih memperbesar usaha saya di RIZALmedia, karena saya merasa sangat Dekat dengan ALLAH ketika itu. Bahwa apa yang kita lakukan dan kita rasakan tergantung dari bagaimana pola berfikir kita, sama seperti bagaimana kita memperlakukan angka 13.

Di Jalan Mentaraman, ketika itu saya masih kuliah di semester awal. Saya tidak tahu pada saat itu kok tiba-tiba saya bisa kuliah.. hehehe.. padahal sebelumnya gak menyangka... La Haula Wala Kuata ila BiLLAH... Semua memang ALLAH Yang Berkuasa dan Berkehendak atas apa yang terjadi di alam semesta ini.

Lancar bisa menjadi mahasiswa, AlhamduliLLah... mulai membuka pola berfikir saya untuk lebih luas dalam memandang sebuah kehidupan dan berbagai isinya. Saya kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) sejak tahun 2009, ketika itu kami sekeluarga masih tinggal di Kauman.

Namun saya kuliah tidak bertahan lama, hanya 3 semester saya kuliah di UM. Mulai dari tahun 2009 hingga 2010 akhir. Mengapa saya berhenti kuliah ? Disinilah mulai aneh saya merasakan hidup saya, namun harus tetap saya nikmati karena inilah Berkah Dari ALLAH untuk saya yang lemah ini.

Kuliah selama 3 semester, ketika itu berarti saya berusia antara 23 hingga 24 tahun. Dan teman-teman seangkatan saya rata-rata ya lulusan tahun 2009 itu, hihihihi.. jadi selisih sedikit lah dengan saya. Kan masih brondong nih saya.. hahaha... maklum masuk kuliah saya memang telat, waktu itu tidak ada biaya. Lulus sekolah saya langsung kerja, uang terkumpul, dan ilmu terkumpul, bikin usaha. Masuk kuliah atas dorongan diri sendiri saja dan atas motivasi dari banyak orang yang mengatakan bahwa gak ada gunanya sekarang orang bodoh di negeri ini apalagi yang gak punya titel dari kuliah. Hm.. akhirnya ingin kuliah lah saya.

Perlu Anda ketahui hingga saya menulis diary ini saya hanyalah anak ibuk yang selalu merengek minta apa-apa sama ibuk, begitu juga sama ayah sih... Kuliah saya awalnya hanya merengek kepada ibuk. Lantas muncul sebuah solusi adalah memasukkan surat BPKB sepeda motor Honda Supra Fit yang dibelikan ibuk ke Bank BRI terdekat untuk biaya daftar kuliah.

Dapat biaya daftar kuliah dari BRI, ternyata masih ditambah saya dapat Beasiswa dari UM pada saat itu. Sungguh AlhamduliLLah hidup saya ini.... Makanya harus benar-benar Bersyukur Kepada ALLAH... AlhamduliLLah... AlhamduliLLah...

Namun tetap saja, meski ada beasiswa tetap saja tidak bisa memenuhi kebutuhan kuliah dan kehidupan saya. Karena kebetulan harus berfikir berbagai kebutuhan yang banyak seperti usaha saya di RIZALmedia, juga transport setiap hari, tanggungan hutang di Bank BRI, dll. Keuangan minus pada saat itu. Disinilah saya harus memilih, akhirnya saya memilih D.O. (Drop Out) atau keluar dari kampus UM tercinta.

Selain masalah keuangan, mungkin juga karena kenyamanan yang membuat saya sudah down untuk terus kuliah. Inilah mungkin hasil dari apa itu kuliah. Dengan kuliah kita akan berhadapan dengan orang-orang luar biasa, seperti Para Dosen yang luar biasa, Mahasiswa juga yang luar biasa. Akhirnya kita akan bisa berfikir kritis dan lebih maju kalau pernah kuliah.

Pola berfikir kritis inilah yang mulai menjadi-jadi sejak saya kuliah. Diantaranya, di kampus saya mulai mendapatkan pelajaran mengenai apa sih itu kehidupan. Disinilah saya mendapat sebuah pemahaman bahwa hidup itu adalah hasil mempengaruhi dan dipengaruhi ditambah Hidayah Dari ALLAH Yang Maha Mengatur semuanya.

Belajar menjadi seorang motivator juga sejak kuliah, bahkan saya bertekad ingin mendirikan AKHINPRO Training Motivasi karena seringnya dapat motivasi di kampus saya. Mengapa saya buat AKHINPRO ? Karena Akhinpro adalah akronim dari Akhlak Intelektual dan Profesional. Jadi saya ingin mengedepankan akhlak untuk pondasi kita bersama, bukan intelektual terlebih dahulu. Di dalam Akhlakul Karimah yang saya pahami ada Kecerdasan Spiritual dan juga Emosional yang sudah menjadi satu. Tinggal ditambah Intelektual dan juga Profesional maka saya yakin semua akan terasa luar biasa dalam kesempatan kehidupan kita semua.

Selain belajar menjadi motivator, masalah kenyamanan adalah hal berfikir kritis, disinilah mulai muncul sikap individualisme dan egois saya lagi. Ya mungkin bawaan kali.. hihihi.. jadi sekarang harus belajar bagaimana menyikapi kelemahan saya ini. Saya mulai merasa individualis, ketika saya mengajukan proyek pembangunan UMTV sebagai proyek kreatifitas mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Saya jadi tersinggung ketika seorang dosen gak mau menjadi pembimbing rencana proyek saya tersebut. Wah.. wah... dasar saya pemarah. hihihi... Ditambah lagi juga ketika itu saya mulai berinovasi mendirikan sebuah blog untuk belajar bersama tapi tetep aja kecurigaan yang muncul dan sebuah tekanan jangan sampai menyaingi web resmi kampus. wkwkwk... ampun deh..

Ditambah lagi yang bikin kurang nyaman saya merasakan banyak sekali terjadi kesombongan di dalam area kampus saya. Di sini yang mulai saya resah dengan kegiatan kuliah. Bagaimana tidak, baru masuk kuliah diadakan OSPEK dimana yang senior bukannya menyambut dengan baik adik-adiknya malah dibentak-bentak dan sok berkuasa. Saya paham, (maaf kalau salah) ketika itu kesombongan yang ada di pribadi kakak kelas kami semua. Sejak saat itu saya menolak keras kegiatan OSPEK. Wah.. rupanya sedikit pola berfikir saya membuat beberapa kakak kelas jadi berpandangan kurang sedap ke saya. Lari ah... ya begitulah diri saya.. penakut sejak kecil... hihihi....

Saya ingat, terakhir hari saya kuliah, saya hanya bisa terdiam di depan gedung H5 kebanggaan fakultas dan jurusan saya. Mau pergi dan kembali mengegas sepeda motor saya setelah menyerahkan surat pengunduran diri ke Asisten Kajur, ke Satpam Rektor, dan ke Kotak Pos di gerbang timur kampus, saya hanya bisa menghentikan sesaat sepeda motor saya dan memandang ke arah gedung yang mewah itu dan sedikit senyuman sombong dan bersyukur karena ALLAH Mengijinkan saya untuk beberapa lama di situ untuk mengharap Hidayah ilmu dari-Nya.

Keluar dari kampus, membuat saya ingin fokus di RIZALmedia. Sebuah usaha yang ingin saya dirikan dengan sebatas kemampuan saya dan Izin Dari ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Tidak ada yang luar biasa dari usaha saya. Lha wong ini hanya impian saya belaka. Namun, ini yang membuat saya enjoy dengan individualis saya. Saya bekerja, tidak ada tekanan, tidak ada fitnahan kalau ada ngacir pergi aja, dan bisa berekspresi sendiri sesuai dengan kreatifitas dan pola berfikir saya.

Hingga saya menulis tulisan ini, RIZALmedia hanya perusahaan di sebuah rumah kontrakan di Jl. Effendi 69A Kota Kepanjen. Area depan saya buat toko dan tempat kerja saya, di area belakang ada rumah yang bisa saya tempati bersama Ibuk, Adik, dan Keponakan saya. Penghasilan per bulan kotor saya hitung hanya sekitar Rp 500ribu saja dengan kebutuhan yang luar biasa, untung dibantu gaji saya mengajar sebagai seorang guru di SMA Islam Kepanjen. Gaji inilah yang sebenarnya menjadi tulang punggung utama usaha saya sekarang ini.

Gak tahu sampai kapan usaha saya ini. Namun inilah impian saya yang sudah terwujud, tinggal bagaimana cara menejemen kedepannya saja.

Oh ya, dari tinggal di Jalan Mentaraman saya harus pindah lagi ke Jalan Effendi dimana saya tinggal sekarang. Dan ketika saya menulis ini saya sedang berada di kamar tidur saya yang begitu luas dan bersih, meski ketika saya di Mentaraman juga merasakan kamar yang lebih luas dan luar biasa juga.

Mengapa saya harus pindah ke Jalan Effendi, karena di sinilah saya terus mengais impian saya. Jalan Effendi adalah wilayah yang lebih strategis untuk usaha di daerah tempat tinggal saya, dibanding di Mentaraman. Apalagi rumah yang saya kontrak ini di tepi jalan besar sebelah pasar. Banyak orang berlalu-lalang di sini. Jadi lebih mungkin kalau saya membuka usaha yang lebih besar dibanding di tempat tinggal saya sebelumnya. Di Mentaraman saya hanya sekitar 7 bulan saja kemudian pindah ke Jl. Effendi. ALLAH Yang Memberi jalan melalui perantara semuanya. Saya jadi bingung kadang-kadang. Kok bisa ya... semua terjadi begitu runtut dan cepat sesuai dengan yang saya inginkan... hihihihi... aneh. AlhamduliLLah...

Saat ini saya berusia 25 tahun. Sudah banyak pengalaman hidup saya selama ini yang menjadikan diri saya juga seperti sekarang ini.. masih InsyaALLAH Beriman kepada ALLAH... Amiin... masih seger buger.. AlhamduliLLah... masih punya impian untuk mendirikan RIZALmedia... Amiin... InsyaALLAH... dan masih sehat secara kejiwaan (mungkin, hehe)...

Mengapa saya bilang demikian, ya karena itulah salah satu kelemahan saya. Nanti sebentar lagi akan saya kupas.. hehehe.. sabar....

Sebelumnya saya bahas mengenai koq bisa saya menjadi Guru di SMA Islam Kepanjen. Begini, motivasi hidup saya membuat saya pada saat itu berfikir untuk Berbuat tanpa harus menerima. Ini saya termotivasi dari Film Laskar Pelangi (maklum saat itu sangat sering nonton film dari rental video yang kebetulan saya kenal juga orangnya).

Berbuat tanpa harus menerima, berarti saya harus berbuat dalam kesempatan kehidupan saya. Sekalian juga saat itu, ketika saya masih di Mentaraman saya mulai mengalami masa spiritual yang aneh-aneh juga. Jadi ingat mati terussss.... Jadi, kepikiran deh.. appaaa ini yang bisa saya lakukan sebelum meninggal besok.. So, akhirnya saya buatlah sebuah event SEMINAR GRATIS di Santana Hotel yang Membahas mengenai BLOG dan INTERNET. Kebetulan ketika itu saya didukung sepenuh hati oleh Pak Ipung, salah satu Guru di SMA Islam Kepanjen, juga didukung oleh Pak Herman, seorang Aktifis Gerakan Warna Nasionalis, termasuk Mas Erwin, dan juga Mbak Anisa. Luar Biasa. Seminar berlangsung sukses. Dan tidak lama setelah itu Pak Ipung meminta saya untuk mengajar di SMA Islam Kepanjen... wihihihihi.. Berbuat tanpa harus menerima menjadi berbuat akhirnya menerima.... AlhamduliLLah Ya ALLAH...

Akhirnya saya mengajar deh di SMA Islam Kepanjen yang kebetulan juga jurusannya yang saya didik agak sama dengan hobi saya di bidang Komputer. Mengajar di SMAI menjadi menyenangkan bagi saya, karena saya yang kebetulan mulai ingin berbuat di jalan ALLAH, dan kebetulan lagi siswa-siswinya muanut-muanut dan sopan-sopan.. hahahah... AlhamduliLLah jadi lebih nyaman... Tapi yang perlu dicatat ketika saya mulai diterima ngajar karena juga pada saat itu saya masih menempuh kuliah. Nah, sekarang.. hihihih.. masak guru gak lulus kuliah ? Ya, gak tahu lah nasib saya kedepan... Semoga ALLAH Ngasih jalan yang terbaik saja lah... Amin...

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook