Mawar dan Bambu

Alkisah di sebuah hutan yang tenang, hiduplah sebatang pohon mawar dan segerombol pohon bambu. Mereka bertetangga, bersahabat, dan saling menjadi tempat curhat.

Musim ini, mereka sama-sama sedang berbunga. Pohon mawar berbunga dengan meriah. Kelopaknya indah, warnanya megah, bagi jiwa-jiwa yang patah ; wanginya menggugah.

Sedangkan bunga bambu; hei,, apakah ada yang pernah melihat bunga bambu? Yap, kalau sudah ada yang melihat, mungkin sebagian mengira itu bukan bunga. Karena yang namanya bunga tentu terlihat keindahannya. Bunga bambu yang tak seindah bunga mawar. Tapi apapun itu, yang jelas dia tetaplah bunga.

Dalam sepi dan tenangnya hutan pagi itu, terdengar percakapan dua orang sahabat bertetangga.

“Duhai Mawar, alangkah senangnya kau dengan segala kebaikan dan keindahan yang kau punya”, ucap si Bunga Bambu pelan.

“Kenapa kau berkata seperti itu?” Mawar heran.

“Aku iri kepadamu, kau begitu cantik dan menawan, sedangkan aku, lihatlah.. penuh dengan lugut.”

“Jangan hanya melihatku dari luar, justru sebenarnya aku yang iri kepadamu, Bambu”

“Ah, kau hanya hendak menghiburku, kan? Aku tahu itu.”

“Bukan begitu. Kau lihat, meski aku cantik dan menawan, tapi usiaku tidaklah lama. Manusia sangat menyukaiku. Mereka memetikku saat aku telah sedang mekar mempesona. Bahkan saat masih kuncup pun, mereka mengambilku.”

“Tapi kau membuat manusia bahagia, kau lihat saat seorang lelaki memberikanmu pada kekasihnya? Kau tentu pernah melihat betapa senangnya si wanita itu, kan?”

“Ya. Tapi keindahanku hanya sementara. Setelah wanita itu menerimaku, hanya dalam hitungan hari akupun layu dan mati.”

“Hmm.. begitu?”

“Kau tahu kenapa aku ingin sepertimu? Karena hidupmu panjang. Kau lebih banyak memberi manfaat kepada manusia. Kau juga menjadi pelindungku saat aku mulai belajar tumbuh. Kau menaungiku dari panas mentari yang menyengat, dan dari hujan badai yang menakutkan.”

“Apakah aku seberguna itu?”

“Tentu saja! Saat manusia butuh tiang rumah, kau adalah senjata andalan. Saat manusia butuh memetik mangga yang berada di puncak pohon, kau juga hadir dengan gagah.”

“Oh, aku tidak pernah berpikir sejauh itu. Lalu apa yang kau lakukan dengan kehidupanmu yang singkat?”

“Aku berusaha memberi yang terbaik kepada mereka yang melihatku. Aku berusaha tumbuh dengan baik, aku belajar mekar dengan indah, aku membuka kelopakku yang menawan, aku mengeluarkan wangi mempesona. Semata-mata, agar hidupku berguna. Bila tidak bisa memberi manfaat secara nyata sepertimu, paling tidak aku bisa menyembuhkan hati-hati mereka yang sedang galau. Atau melebarkan senyum mereka yang sedang kecewa.”

“Kau sahabatku yang baik, Mawar. Tak hanya penampilanmu yang mempesona, tapi hatimu lebih membuatku terpesona.”

“Ah, kau!” Mawar tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, kini aku mengerti bahwa seburuk apapun dahulu aku menilai diriku, ternyata aku masih berguna dan memberi manfaat. Terserah orang mencibirku, memandangku dengan sebelah mata, atau bahkan sama sekali tidak melihatku. Tapi aku senang, bila aku tetap bermanfaat bagi mereka.”


“Hatimu mulia sekali, Bambu. Kau pernah dengar manusia sering bercakap-cakap. Mereka memperbincangkan ucapan manusia yang mulia, kalau tidak salah bunyinya:

Khoirunnaas, anfa’uhum linnaas.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Indah sekali kalimat itu, saya harus bilang WOW.. . Tapi sebagai tanaman, apakah kita bisa menjadi sebaik-baik tanaman, Mawar?”

“Hmm,, entahlah, tapi tidak ada salahnya bukan bila kita tetap memberi manfaat? Urusan nilai dan peringkat, biarlah Tuhan yang memutuskan. Kita jalani saja aturanNya.”

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook