Arti Kode-Kode yang Terdapat pada Lensa Kamera DSLR



Contoh:Tamron AF 28- 300mm F/3.5-6.3 XR Di VC

1. Tamron : merek lensa

2. AF : Teknologi lensa untuk mengatur fokus secara otomatis, AF = Auto focus.

3.28-300: jangkauan panjang fokal lensa, semakin kecil angkanya maka semakin lebar jangkauannya, semkin besar angka semakin jauh jangkauannya. Lensa yang diberi kode xx-xx mm disebut lensa zoom, kalau kodenya xx mm disebut prime lens/fixed lens.

4.F/3.5-6.3 : menunjukan bukaan terbesar lensa pada panjang fokal yang tertera. kalau lihat contoh maka berarti lensa tsb pada panjang fokal 28mm dia bisa membuka sampai f/3.5, sementara pada panjang fokal 300mm bukaan maksimalnya hanya bisa membuka sampai f/6.3. Bila penulisannya hanya satu angka saja, maka artinya disemua panjang fokal bukaan terbesarnya akan selalu tetap.

5. XR Di VC : teknologi optik yang diterapkan di lensa tsb. masing merk mempunyai kode masing2. seperti contoh di atas VC = vibration compensation, fungsinya mirip dengan IS = image stabilizer pada canon dan VR = Vibration Reduction pada Nikon.


Contoh lagi:Canon EF 50mm f/1.8 II

EF = Lensa digital Canon 50mm = jangkauan fokal lensa f/1.8 = maksimum bukaan II = generasi ke-2

Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS

EF-S = Lensa digital Canon yang hanya compatible untuk Camera cropped body sensor (semua kamera kecuali Canon 5D, EOS mark series) 18-55mm = lensa zoom dari 18 ke 55mm f/3.5-5.6 = bukaan maksimum untuk jangkauan fokal, 18mm = 3.5, 55mm = 5.6 IS = Image Stabilizer, membantu mencegah blur karena getaran tangan waktu mengambil foto pada kondisi gelap.

Ada juga beberapa kode khusus pada lensa Canon:

L = singkatan dari Luxury atau mewah, lensa ini dibikin dengan teknologi terbaik dan bahan terbaik.

USM = Ultra Sonic Motor, Auto Fokus lensa ini cepat dan hampir tidak bersuara

I, II, III = huruf romawi tanda lensa ini telah disempurnakan berapa kali

TE-S = Tilt Shift Lens, lensa khusus yang bisa diputar2

Macro = Lensa spesialisasi untuk foto objek kecil

DO = Diffractive Optical Element, teknologi yang membuat lensa tidak sepanjang dan seberat original.


Contoh lain:Nikon 18-200mm f/3.5-5.6 G ED-IF AF-S VR DX

ED-IF : (Extra-low Dispersion) meminimalisir chromatic aberration (warna kroma pada tepi2 objek sekaligus meningkatkan resolusi dan kontras yang lebih baik. 18-200mm dan f/3.5-5.6 (sama dengan yang di atas (penjelasan untuk lensa Canon AF-S = lensa yang memiliki auto fokus built in sehingga bisa dipake untuk kamera seperti d40 dan d40x. VR = Vibration Reduction, sama dengan IS pada Canon, mencegah blur pada gambar akibat getaran tangan. DX = Lensa compact ringan yang didesain untuk kamera2 digital Nikon yang tidak full frame, sedangkan FX untuk kamera nikon yang full frame format seperti D3. SWM = Silent Wave Motor. Konsepnya sama dengan USM-nya Canon. IF = Internal focus ED = ED glass.


RAGAM LENSA

1. Sudut super lebar (Super wide angle) kadang disebut juga lensa fish eye. Jangkauan sangat luas, sehingga kadang menimbulkan distorsi bentuk. Contoh ukuran lensa: 10 mm, 15 mm.

2. Sudut lebar (Wide angle) Lensa berjangkauan lebar. Cocok untuk memotret panorama atau pemandangan. Contoh ukuran lensa: 18 mm, 24 mm, 28 mm.

3. Standar/Lensa tradisional/ Lensa primer/ fixed lens Digunakan untuk untuk benda-benda berukuran sedang dalam keadaan cahaya yang pas-pasan. disebut lensa normal jika memiliki panjang fokal (focal length) yang setara dengan diagonal gambar yang diproyeksikan kedalam kamera. pada format 35mm dimensi yang diproyeksikan kedalam kamera adalah 24x36mm, sehingga diagonal gambar tersebut adalah 43,27mm atau setara dengan 50mm. Keunggulan lensa primer ini adalah: a. memiliki bukaan diafragma maksimum yang lebih besar daripada lensa jenis lain. b. karena bukaaan diafragma yang maksimum, kamera dapat merekam lebih banyak cahaya dan menghasilkan warna yang lebih kaya. c. ruang tajam (Depth of Field / DOF) yang pendek, sehingga dapat menghasilkan latar belakang yang blur. Contoh ukuran lensa: 50 mm.

4. Telefoto Lensa berjangkauan panjang. Biasa dipakai untuk memotret jarak jauh. Contoh ukuran lensa: 85 mm, 100 mm, 300 mm, 400 mm.

5. Makro Lensa berjangkauan sempit. Biasanya digunakan untuk membuat foto makro atau membuat detil-detil dari sebuah benda. Contoh ukuran lensa: 50 mm makro, 100 mm makro, 300 mm makro.

6. Lensa variasi lensa yang memiliki dua jenis jangkauan. Misalnya lensa wide-to-standard (contoh: 18-55 mm), semi tele (contoh: 70-300 mm), dan sebagainya.

7. Lensa dongak-geser / Tilt-shift lenses yang lazim di fotografi arsitektur digunakan untuk menghindari distorsi sudut lensa lebar yang tercipta akibat fokus diseluruh bangunan. lensa dongak-geser mempunyai fitur yang lebih baik daripada hanya memperbaiki distorsi, mereka juga memberikan fotografer total kontrol atas fokus dan kedalaman lapangan (depth of field/DOF). Lensa ini juga dapat membuat foto terlihat agak janggal dimana bidang kedalaman terlihat "tidak wajar" dan seluruh adegan seperti foto tampak seperti sebuah miniatur. Contoh ukuran lensa: 45 mm

NB:Crop factor Ada perbedaan sensor antara lensa full frame seperti pada kamera film dan lensa kamera digital yang bersensor kurang dari sensor film yang berukuran 24x36 mm. Sebagian besar lebih kecil daripada sensor kamera full frame film 35mm, hal ini berakibat hasil foto pada kamera DSLR non full frame akan kelihatan menciut atau lebih sempit daripada bila kita memakai lensa full frame, hal inilah yang disebut crop factor, Umumnya nilai crop factor sekitar ataua perbandingan antara lensa full frame dibandingkan dengan kamera non full frame adalah : 1,5 hingga 1,6 kali, artinya ukuran lensa efektif pada pada kamera DSLR tersebut adalah 1,5kali ukuran aslinya. misalnya lensa 28mm jika digunakan pada kamera DSLR non full frame akan menghasilkan sudut pandang 42mm dan lensa 35mm akan menghasilkan sudut pandang 52.5mm.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook