Lama-lama Valentine jadi Alat Adu Domba

Hari Valentine meski berasal dari sebuah keyakinan dan dianggap budaya barat, sebenarnya perayaannya di Indonesia hanyalah sebatas hari mengungkapkan kasih sayang.


Bisa kasih sayang ke ibu, ayah, saudara, sahabat, termasuk ke pasangan, dengan sikap, tindakan, atau hadiah seperti coklat, bunga, boneka, dll.Kalau pun ada yg bertindak negatif di hari valentine, sebenarnya itu hanya ulah oknum.

Dulu valentine dirayain biasa-biasa aja di Indonesia, gak banyak yg protes. Sekarang, makin banyaknya yang bertindak untuk kepentingan, jadi makin banyak yg protes. Mereka dan media mereka mem-blow-up kejadian negatif di valentine seperti seks bebas, mabok, dll, oleh segelintir oknum saja.

Yang pada akhirnya muda-mudi yg sebenarnya hanya merayakan valentine biasa-biasa aja jadinya pada takut ngungkapin. Inilah Indonesia, gerakan radikal makin meluas, bibit ISIS dimana-mana. Coba aja cek besok di berbagai media, pion dari yg ingin Indonesia jadi negara konflik akan rame2 bilang valentine itu harinya setan, dan kamilah yg ahli surga ^_^

Lama-lama memang valentine akan mudah jadi alat adu domba. Hati-hati yang kerja di media.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook