Hanya Jokowi yang Berhasil Menembus Mitos Kota Tegal


Entah mengapa wilayah pantura paling barat dari Provinsi Jawa Tengah ini sangat identik dengan sebutan tiga daerah. Semacam segi tiga yang membentang dari laut utara melewati garis barat Brebes, garis timur Pemalang, poros tengah Tegal terus ke arah selatan dan berujung di Gunung Slamet.

Tegal memang daerah yang dianggap “mistis” oleh kalangan tertentu dan wilayah yang tidak direkomendasi bagi para penguasa untuk berkunjung, konon Presiden Soekarno dan Soeharto, begitu juga dengan Gus Dur serta Megawati jatuh dari pucuk kekuasaanya setelah berkunjung ke Tegal.

Jangan remehkan kota/bumi Tegal. Sastoro, Anggota DPR RI periode 1999-2004 yang berasal dari Tegal pernah bercerita bahwa dia heran ketika Presiden SBY berani datang ke Bumi Tegal Februari 2014 silam. Bahkan spiritualis Ki Joko Bodo menilai, tujuan spiritual dari kunjungan SBY ke Gunung Slamet, justru akan membawa malapetaka bagi SBY.

Menurutnya Presiden Soeharto sesaat sebelum lengser juga melakukan kunjungan ke Gunung Slamet. Beliau menambahkan kembali, Presiden Soekarno sekitar tahun 1964 datang mampir ke Waduk Cacaban tidak lama setelah itu terjadi kekacauan 1965 dan Soekarno tumbang.Serupa hal itu, yakni Gus Dur sehabis berkunjung ke pesantren temannya di Tegal tak lama kemudian lengser. Megawati tanggal 4 Juli 2004 meresmikan TPI di Tegal, setelah itu kalah Pilpres. Abu Rizal Bakri juga gagal menuju kursi RI-1 setelah berkunjung ke Tegal dalam menghadiri acara pelantikan kadernya Hj. Siti Masyitho yang menang dalam pemilihan Walikota Tegal, 2014 kemarin. Dan sejumlah pejabat negara lainnya yang tak terhitung, tak bisa menembus mitos “keangkeran’ bumi Tegal.

Namun hal tersebut ternyata tidak berlaku kepada presiden kita Joko Widodo. Sekalipun sudah direkomendasikan untuk tidak mengunjungi kota Tegal karena dikhawatirkan akan gagal menjadi presiden RI. Namun beliau tetap mengunjungi kota tegal untuk kampanye, pada tanggal 19 Juni 2014. Sementara di Pihak Prabowo Subianto, kampanye di Tegal diwakili oleh Anang dan Ashanti. Ternyata 20 Oktober 2014 tetap saja menghantarkan putra Solo ini menduduki kursi RI 1.

Mitos boleh dipercaya namun bisa juga semata-mata hanya mitos. Namun patut dicatat bahwa hanya orang-orang yang berhati bersih dan jujur yang bisa menembus hal ghaib yang menyelimuti sebuah mitos. Akhirnya semua kembali kepada kuasa Allah SWT karena ketika Ia berkehendak, hanya mengatakan Jadilah, maka Jadilah Ia.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Komentar Pembaca dengan Akun Google

1 komentar:

  1. Tegal bukan wilayah pantura paling barat dari Prop.Jateng melainkan Kab. Brebes.

    BalasHapus

    Komentar Pembaca dengan Akun Facebook