Ketika Massa Menelanjangi Gadis ini di Tempat Umum

Ini untuk renungan, seseorang dapat berubah dalam sekejap bila dalam situasi dan kondisi yang sama.

Oleh sebab itu, seyogyanya jangan sampai kita merasa paling benar.

Karena setiap keputusan, pola berfikir, dan tindakan, sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, khususnya bagi yang sangat sering berkelompok-kelompok dalam berbicara mengenai ideologi, atau prinsip kehidupan.

Setiap kelompok pasti punya tujuan. Mayoritas adalah untuk kepentingan kelompok dan golongan. Massa dibuat alat untuk mendapatkan dukungan atas kepentingan kelompok dan golongan tersebut. Sehingga pemimpin dari kelompok dan golongan itu akan mendapatkan kekuasaan dan harta serta posisi dalam masyarakat atas massa yang menjadi alat itu.

Sayangnya setiap massa tidak merasa dijadikan alat. Mereka merasa menjadi massa adalah kebanggaan, sebab bisa berkelompok-kelompok, dan merasa aman dan keren ketika bersama-sama.

Silahkan simak informasi ini :

Sepotong kebenaran tentang sifat dasar manusia tersingkap. Perempuan yang terlihat dalam foto ini melakukan eksperimen sederhana tapi nekat.

Kepada orang-orang di sekitarnya, Abramovic – demikian nama perempuan itu - mengatakan, bahwa dia tidak akan bereaksi terhadap apa pun yang mereka lakukan terhadap dirinya selama 6 jam.

Dia juga menyediakan 72 barang yang dapat mereka gunakan sebagai alat untuk menyenangkan dirinya atau menciderainya, mulai dari rumbai berbulu hingga pisau dan sepucuk pistol berisi peluru.

Mula-mula, para penonton terlihat tenang dan agak takut, tetapi lama kelamaan tindakan mereka berubah semakin keras dan kejam.

‘Aku mengalami bahwa…jika anda membiarkan massa melakukan keputusan…anda bisa dibunuh…Aku sungguh merasa dijahati: mereka menelanjangiku dengan menggunting pakaianku, menancapkan tangkai mawar berduri di dadaku, seseorang mengarahkan pistol ke kepalaku, yang lain merebutnya.

Hal itu menciptakan suasana agresif. Persis setelah 6 jam, sesuai yang direncanakan, saya bangkit dan berjalan ke arah mereka. Setiap orang berlari menyingkir, menghindari konfrontasi langsung denganku.’

Fakta ini menyingkapkan hal mengerikan tentang kemanusiaan. Kejahatan yang dibiarkan akan semakin menjadi-jadi!

‘Aku yakin, tak seorang pun yang membaca informasi ini percaya, bahwa orang-orang di sekitarnya sanggup melakukan tindak kekerasan seperti itu kepada orang lain.

Tetapi eksperimen ini menunjukkan, siapa pun bisa melakukan hal yang sama ketika berada di dalam situasi serupa,’ kata Abramovic.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook