Langkah Cerdas Presiden Jokowi, Baca Biar Cerdas !

Tidak banyak yang sadar dan tidak banyak yang paham apa itu infrastruktur? apa itu subsidi?

Sebelumnya, saya berharap Anda semua bersedia membaca ulasan saya ini sampai habis.

Pembaca blog pribadi saya www.reyarifin.com yang budiman...

Beberapa diantara kita, hingga saat ini pasti masih banyak yang mengeluh dengan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Beberapa mengklaim menaikkan harga BBM itu sama saja dengan mencekik rakyat.

"Sekarang ini hidup sudah susah, semuanya mahal, semuanya naik, sekarang masih ditambah harga BBM yang ikutan naik!"

"Lebih enak Presiden sebelumnya ! daripada yang sekarang !"

"Pemerintah ini maunya apa sih?? Sudah semuanya sulit, sekarang harga bensin dinaikin !!, padahal kita bekerja kan juga pakai transportasi! Bahan kebutuhan pokok juga dikirim dengan angkutan yang menggunakan bensin ! Lalu kalau harga bensin naik, bagaimana ini !"

"Harusnya Subsidi itu untuk rakyat miskin dengan memurahkan harga bensin, bukan malah dibuat mahal ! Ini gimana sih?"

"Bantuan uang langsung ke rakyat miskin itu lebih baik! daripada bertele-tele dengan memahalkan harga bensin!"

BEGITUKAH KELUHAN ANDA ???

Sekarang mari kita simak....

Sudahkah Anda paham, apa itu Subsidi? dan Presiden Jokowi sedang mengalihkan subsidi BBM ke pembangunan infrastruktur. Sudah pahamkah dengan apa itu infrastruktur?

Subsidi adalah bentuk bantuan keuangan yang dibayarkan kepada suatu bisnis atau sektor ekonomi.

Jadi, Subsidi BBM adalah sejumlah bantuan keuangan dari Pemerintah yang diberikan kepada masyarakat dengan memotorng harga BBM dari harga sebenarnya yang seharusnya lebih mahal menjadi lebih murah. Jadi, sebenarnya harga BBM seharusnya lebih mahal dari saat ini. Karena oleh pemerintah dibantu dibayarkan sebagian, maka kita bisa membeli BBM dengan harga yang lebih murah dari harga sesungguhnya.

Sedangkan, Infrastruktur adalah kebutuhan fasilitas publik yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik, antara lain dapat berupa jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, dll.

Infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat.

Dalam beberapa pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit.

---

Saat kenaikan harga minyak dunia, negara yang telah memiliki infrastruktur yang baik, terkena dampak yang lebih kecil daripada negara-negara yang infrastrukturnya tidak lengkap. Mengapa demikian?

Sebab, di negara-negara maju, segala jenis barang yang diperjualbelikan, mulai dari barang kebutuhan hingga bahan makanan atau kebutuhan pokok diangkut menggunakan kereta api dan kapal laut.

Oleh sebab itu, harga barang tidak akan terpengaruh dengan kenaikan harga BBM, berbeda bila barang-barang ini diangkut menggunakan truk yang masih menggunakan BBM serta dalam satu muatan tidak mungkin bisa sebesar kereta api di wilayah mayoritas darat atau kapal laut di wilayah yang mendekati perairan.

Anda bisa bayangkan sekarang, mengapa harga barang-barang menjadi sangat mahal di luar jawa. Harga semen di daerah perbatasan bisa 3x lipat harga di pulau jawa, karena proses pengirimannya yang tidak mudah dari pusat negara yakni di pulau jawa.

----

Baiklah, saat ini coba kita perhatikan, bagaimana diagram penggunaan APBN 2015 sebelum harga BBM naik. Berapa banyak kah uang yang digelontorkan Pemerintah untuk mempermurah harga BBM dari harga sebenarnya?



Anda bisa saksikan dari diagram ini, sebelum BBM dinaikkan Indonesia mengeluarkan subsidi sebsar Rp 414,7 Triliun untuk banyak sektor. Dari nilai itu, sebanyak Rp 300 Triliun digunakan untuk Subsidi BBM. Masih belum paham sebesar apa Rp 300 Triliun? ^_^ Oke ini saya tulis pakai nol :

Rp 300.000.000.000.000

Sudah hitung berapa jumlah nol nya ?

Lalu, 300 Triliun Rupiah itu sebesar apa?

- Biaya pembuatan Jalan Tol, dalam proses pembangunannya menghabiskan Rp 80 miliar per KM. Berarti 300 Triliun bisa membangun sepanjang 3750 KM jalan tol !.

Jalan tol lintas Sumatera yang sedang dibangun saat ini, direncanakan sepanjang total 2.700 KM. Dan jalan tol ini akan menghubungkan seluruh wilayah Sumatera dengan biaya pembangunan sebesar Rp 150 Triliun. Jadi, dari master plan pembangunan tol sumatera hanya direncanakan sekitar Rp 55 miliar per KM!

Tol Lintas Sumatera rencananya dibangun dalam 3 tahap dengan alasan keterbatasan dana. Padahal, hanya dengan nilai 1 tahun Subsidi BBM, Indonesia bisa membuat Tol serupa sebanyak 2 sekaligus !.


Jalur Kereta Api Lintas Sumatera direncanakan dibangun sepanjang 2.168 KM dengan biaya Rp 64 Triliun. Berarti, biaya per KMnya sebesar Rp 30 miliar saja.

Jadi, dengan subsidi BBM senilai 300 Triliun per tahun, Indonesia sudah bisa membuat jalur kereta api sepanjang 10.000 KM. Itu cukup untuk menghubungkan seluruh provinsi yang ada di pulau2 besar dengan jalur kereta api.


Bagaimana jika dana subsidi BBM digunakan untuk membangun Jembatan Selat Sunda? Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 225 Triliun. Ini berarti dengan dana subsidi BBM selama 1 tahun, Indonesia sanggup untuk membangun 1 buah jembatan selat sunda.


Bagaimana bila untuk Transportasi Massal Modern Perkotaan? Indonesia telah berhasil menciptakan Metro Capsule, sistem transportasi berbasis rel bebas macet yang biaya pembangunannya jauh lebih murah dibandingkan dengan LRT, monorel, maupun MRT.

Biaya pembangunan Metro Capsule sebesar 114 miliar per KM, ini berarti dengan dana subsidi BBM sebesar 300 Triliun dapat membangun Metro Capsule sepanjang 2631 KM!

Misal Bandung hanya membutuhkan Metro Capsule sepanjang 100 KM. Dengan dana Subsidi BBM selama 1 tahun saja, Indonesia bisa membangun Metro Capsule di 26 kota besar sekaligus dimana sepanjang 100 KM setiap kotanya.

Transportasi massal seperti ini adalah infrastruktur yang diharapkan Pemerintah Jokowi, sebab transportasi massal dengan muatan yang banyak dan tidak menggunakan BBM yang sama, maka harga tarif transportasi akan mampu dikontrol dengan jauh lebih murah, dan lebih efisien, menghindari kemacetan, sebab satu kendaraan berisi banyak orang. Tarif transportasi massal ini jelas tidak berpengaruh dengan harga BBM.


Dan apa yang saya sampaikan di atas ini hanya dengan nilai dana subsidi BBM selama 1 tahun! Bagaimana bila untuk 5 tahun? 10 tahun? 25 tahun?

Nilai uang sebesar itu hanya kita gunakan untuk kebutuhan KONSUMTIF bukan kebutuhan PRODUKTIF.

Masih ada mungkin yang mengeluh seperti ini...

"Beneran kasihan rakyat miskin karena naiknya harga BBM! Pemerintah betul-betul gak peduli dengan kemiskinan rakyat atas kebutuhan BBM!"

Sebentar, rakyat miskin yang mana yang Anda maksud?

Perhatikan data berikut ini :


Dari 100% Subsidi BBM senilai Rp 300 Triliun terdiri dari :
- 1 % untuk Transportasi Laut
- 2% untuk Kebutuhan Rumah Tangga
- 5% untuk Perikanan
- 92% untuk Transportasi Darat.

Dari 100% Subsidi untuk Transportasi Darat yang senilai 92% dari total Subsidi BBM terdiri dari :
- 53% untuk Mobil Pribadi dari golongan Ekonomi Atas
- 4% untuk Angkutan Barang
- 3% untuk Angkutan Umum
- 40% untuk Sepeda Motor Pribadi dari golongan Ekonomi Menengah

Rakyat miskin yang benar-benar miskin, mendapati subsidi BBM dalam bentuk angkutan umum, angkutan barang, transportasi laut, rumah tangga, dan perikanan.

Selain itu adalah masyarakat menengah atau masyarakat kaya yang mengaku lebih miskin!.

Perhatikan ini ! Selama ini nilai dana yang sebanyak itu telah dihabiskan masyarakat untuk apa! Untuk membakar mesin dan mengeluarkan polusi! Dari satu atau dua orang mengeluarkan polusi di satu kendaraan! Dan, dana sebesar itu berakhir di kebutuhan Konsumtif bukan Produktif !



Bayangkan, berapa banyak orang-orang kaya dan orang-orang menengah yang juga menikmati anggaran negara sebanyak itu ?.


Inilah sebabnya, saat ini Pemerintah ingin mengalihkan kucuran dana anggaran sebesar itu untuk kebutuhan yang lebih produktif, terutama bagi wilayah yang masih tertinggal dengan keberadaan masyarakat miskin yang benar-benar miskin. Bukan masyarakat yang mengaku miskin, namun mampu membeli sepeda motor lebih dari satu dalam satu rumah.

Pemerintah ingin, subsidi lebih tepat sasaran, benar-benar untuk masyarakat miskin yang memang miskin. Terutama pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas agar masyarakat yang terletak di wilayah pinggiran tidak lagi tertinggal jauh.

Saat ini mari kita lihat siapakah yang masih protes, berteriak lantang dengan kenaikan harga BBM?

Pantaskah Anda menuntut hak yang itu sebenarnya bukan hak Anda??

Anda mengaku atas nama rakyat miskin, tapi Anda punya kendaraan pribadi bahkan mobil pribadi. Selama ini Anda ikut menikmati uang negara untuk kebutuhan mobil pribadi dan sepeda motor pribadi Anda.

Bagaimana nasib mereka yang tak mampu membeli mobil atau sepeda motor yang masih berada di pinggiran dan pedalaman? Anda mengaku atas nama mereka padahal Anda ikut membakar hak mereka?

Jika Anda masih menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi yang menggunakan BBM bersubsidi,

GAK USAH PROTES! ANDALAH YANG IKUT MENGHABISKAN ANGGARAN NEGARA!

Proteslah jika Anda sehari-hari menggunakan angkutan umum, berjalan kaki, dan Anda berada di wilayah terpencil terpinggirkan, dan tertinggal jauh dari wilayah pusat negara. Proteslah jika Anda saat ini berada di wilayah perbatasan negara yang tak tersentuh pembangunan pusat, sehingga berbagai barang mahal karena kurangnya akses dari pusat ke daerah.

"Hidup itu susah kalau BBM mahal !"

Bukan susah lagi, bahkan menyakitkan dan menyengsarakan. Tapi di dunia ini tidak ada yang namanya kesuksesan tanpa pengorbanan. Negara maju pembangunannya pesat, bahkan negara-negara tetangga pun pembangunannya lebih pesat daripada Indonesia, sementara Indonesia hanya jalan di tempat.

Ketika berbagai infrastruktur dibangun merata di seluruh wilayah Indonesia, baru deh semua pada nyalahin pemerintah sebelumnya dengan mengatakan "dari dulu kemana aja?". Lah, dari dulu duitnya udah lu makan, masih nanya lagi!

Sama seperti kemacetan di Jakarta. Dulu waktu Jakarta belum macet dan ingin bikin MRT, rakyat banyak yang gak setuju. Lebih baik uangnya digunakan untuk yang lain. Sekarang begitu Jakarta udah macet parah, pada nanya deh pemerintah Jakarta yg dulu kemana aja. Memang rakyat banyak maunya.

Memang rakyat Indonesia tidak bisa mencegah, hanya bisa mengobati. Setelah terjadi Tsunami, baru deh pasang pendeteksi Tsunami. Setelah kemacetan parah, baru deh bikin transportasi massal.

Nanti setelah infrastruktur Indonesaia tertinggal jauh, baru deh rakyat nyalahin pemerintah karena dari dulu gak bangun infrastruktur.

Satu lagi penyakit orang Indonesia: Orang Indonesia gak butuh solusi, hanya butuh orang lain untuk disalahkan.

Jangan berkoar-koar protes kenaikan BBM dengan mengatasnamakan rakyat miskin! Anda pikir semua rakyat miskin jadi menderita karena subsidi BBM dihapus?

Sekali lagi, coba fikirkan rakyat-rakyat miskin di Papua yang harus menanggung biaya hidup yang bisa mencapai 2 sampai 3 kali lipat daripada di pulau Jawa karena infrastruktur disana untuk mengangkut barang sangat sulit.

Coba pikirkan rakyat-rakyat miskin di perbatasan Kalimantan yang jika ingin membeli kebutuhan pokok harus ke Malaysia terlebih dahulu karena mereka tidak memiliki akses infrastruktur ke negaranya sendiri. Mereka itu lebih membutuhkan pembangunan infrastruktur daripada subsidi BBM. Kalo mau protes, gak usah bawa-bawa orang lain!


Dari gambaran di atas ini, mana yang lebih Anda pilih?

Kiri : Terus menerus disubsidi dengan bantuan dalam bentuk uang tunai, atau pengurangan harga, namun tidak merata di seluruh Indonesia, karena nilai uang yang sama akan berbeda nilai jualnya di setiap daerah. Dan lagi, subsidi dalam bentuk uang ini tidak akan membuat terbebas dari kemiskinan. Selamanya akan ada jarak antara yang kaya yang ditengah kota, dengan yang miskin yang di pinggiran.

atau...

Kanan : Infrastruktur dibangun, pembangunan lebih merata. Harga barang akan sama atau tidak berbeda jauh di semua daerah. Berbagai fasilitas, layanan, dan perkembangan daerah tidak akan berbeda jauh di semua daerah. Serta jarak antara pemerintah dengan masyarakat semakin dekat. Jarak yang kaya dan miskin semakin dekat. Agak sulit mewujudkan infrastruktur, namun setelah terwujud yang miskin akan mulai terbebas dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Sebenarnya siapa pun Anda, harusnya kita tetap mendukung siapapun presidennya yang mau mengalihkan subsidi BBM menjadi pembangunan infrastruktur, walaupun itu Prabowo, Jusuf Kalla, Hatta Radjasa, Ahok, Ridwan Kamil, Risma, Dahlan Iskan, Joko Widodo, siapapun yang mau mengalihkan subsidi BBM menjadi Infrastruktur harusnya kita dukung, bila kita berfikir cerdas.

Silahkan comment jika tidak setuju.
Jika setuju, saya berharap Anda sekalian mau mengshare artikel ini ke facebook, twitter, atau gplus Anda. Agar, semakin banyak yang sadar bahwa selama ini, subsidi BBM hanya membakar uang negara yang konsumtif, dan hasilnya tidak kelihatan wujudnya.

Proses pembangunan infrastruktur telah dimulai, silahkan baca : Proyek Transportasi Massal Presiden Jokowi Dimulai !

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Komentar Pembaca dengan Akun Google

74 komentar:

  1. sangat mencerahkan ulasannya, ya semoga saja masyarakat Indonesia sadar, bahwa untuk mencapai suatu negara maju itu membutuhkan waktu yang panjang dan prosesnya tidak instan. Langkah berani yang sudah diterapkan jokowi dengan menghapus subsidi BBM mudah2an akan berdampak kebaikan bagi Indonesia kedepannya...

    BalasHapus
  2. Luar biasa Bung, saya sangat setuju dengan pendapat Anda!

    BalasHapus
  3. Mudah-mudahan seperti itu mas tujuan pemerintahan sekarang, berterima kasihlah pada rakyat kalo terwujud ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya rasa, peran aktif masyarakat juga perlu untuk tetap mengawasi jalannya pemerintahan ini, apalagi ulah oknum-oknum yang kurang amanah, seringkali proyek infrastruktur tetap disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan pribadi (y)

      Hapus
  4. Ulasan seperti ini yang pro rakyat, saya suka ulasan anda, semoga ulasan ini di baca oleh rakyat yang mengatasnamakan kepentingan rakyat, terutama mahasiswa yang sok bkagu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira, mahasiswa yang demo tidak banyak kok mas, saya kira sudah banyak mahasiswa yang cerdas. :) tapi memang sejak kemarin beberapa media mencoba mem-blow-up aksi ini, terutama media yang memang kerjaannya cari borok pemerintah.

      Hapus
    2. saya mahasiswa dan saya tidak tertarik dengan provokasi.

      Hapus
  5. bagus2 pemikiran yang masuk akal dan harus kita dukung...

    BalasHapus
  6. ini baru keren bung .. padat dan berisi .. (y)

    BalasHapus
  7. Secara garis besar setuju, tapi :
    1, subsidi di potong ok, tapi knp harga di naikkan saat harga minyak dunia turun, dan akhirnya terlihat salah kalkulasi tak lama kemudian di turunkan,,
    2, inkonsistensi, dan akhirnya harga minyak mengikuti harga minyak dunia,,dmn peran pemerintah?
    Mohon pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. harga BBM naik itu karena Subsidi dari pemerintah dikurangi terus mas, saat harga minyak dunia turun, tetap saja pemerintah telah membeli dengan harga lebih mahal pada waktu lalu. Harga jual baik di dalam negeri maupun harga jual ekspor minyak jadi menurun, negara pasti rugi.

      Hapus
  8. saya sepakat dengan yang telah anda uraikan sob, namun persoalannya sekarang adalah pondasi untuk itu. Menurut sob apakah Presiden Jokowi sudah membuat pondasi yang kuat? pondasi berupa penegakan hukum, penindakan/pencegahan KKN yang kuat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pondasi telah dibangun perlahan pak. Kita bisa lihat, ada beberapa kejadian di awal pemerintahan Presiden Jokowi dianggap sebagai kekacauan, padahal sebelum dilantik hingga menjadi Presiden, Pak Jokowi telah mempersiapkan pondasi ini. Sekarang mulai terlihat toh, siapa-siapa yang memang tidak memiliki pengabdian pada negara bahkan cenderung merugikan negara mulai terpisah dengan siapa-siapa yang memang ingin berjuang untuk kemakmuran bangsa. Saat ini kita pasti tahu, telah ada 2 kubu besar, yakni antara orang-orang yang bekerja, dan orang-orang yang bermasalah. Inilah pondasi, agar nantinya masyarakat bisa menilai, siapa yang memang bekerja dan berjuang untuk bangsanya, mana yang masih belum. :) Maaf bila ada yang kurang tepat.

      Hapus
    2. inilah cara presiden kita membuat gebrakan memotong mata rantai para penjahat negeri ini pak, kurang lebih pengamatan saya demikian :)

      Hapus
  9. bener banget mas ane setuju ! jokowi sebenarnya orang baik nah yang namanya orang baik pasti banyak musuhnya! salut sama bapak jokowi (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saat ini mungkin 1 juta orang ingin kaya dengan cara mudah dan persetan dengan keadaan bangsa dibandingkan mungkin hanya 1 orang yang berfikir untuk kemajuan bangsa. :3 oleh sebab itu jangan heran, 1 orang baik lawan 1 juta orang tidak baik, hanya kejernihan hati yang bisa melawannya. maka jangan heran akan banyak media atau tulisan yang ingin menjatuhkan 1 orang ini, sebab 1 juta orang akan merasa dirugikan dengan perjuangan 1 orang untuk bangsanya. Semoga TUHAN Tetap melindungi Orang-Orang yang berjuang untuk Bangsa ini jauh diatas kepentingan pribadi dan kelompoknya. Amiin...

      Hapus
  10. setuju, indonesia tdk akan pernah menjadi negara maju jika kurangx infastruktur dan imbasnya tentu saja kesejahteraan. pola pikir masyarakat banyak terpengaruh publik figur penghianat yg membodohi masyarakat. semoga rakyat semakin cerdas kedepan dan tdk mudah utk dihasut, dan diprovokasi oleh kmp dan antek2nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mental kita kebanyakan lebih suka diberi uang tunai, daripada diberi motivasi, pendidikan, dan jaringan untuk bekerja dan mandiri mencari uang -_-

      Hapus
  11. bagus bung,, tapi perlu kita sadari. yang setuju sama anda itu orang2 yang mau berfikir.. sedangkan mereka yang belum sadar adalah yang tidak mau berfikir tetapi menginginkan hasil yang instan, dan untuk menyadarkan mereka itu butuh waktu dan butuh orang2 seperti anda.. good job.

    BalasHapus
  12. ooo...jadi ini yg dulu di bilang waktu debat capres ketika menyodorkan rencana yg macam2 ... lantas ditanya oleh pasangan no1 "anggarannya dari mana ?" dan dijawab jokowi "anggarannya ada...tinggal mau kerja ato tidak"...
    ...jadi yg dimaksud anggarannya ada itu dari sini..."ngutip" dari penjualan bbm...???

    Lantas jika dikatakan subsudi bbm salah sasaran...kenapa pilihan menaikkan pajak kendaraaan pribadi roda 4 tidak diambil ?!!!...
    Padahal itu jelas2 langsung terkait dengan pengguna bbm dari orang yg mampu !!!... dan hasil dari kenaikan pajak tersebut bisa digunakan sebagai subsidi silang pembiayaan infrastruktur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masukan yang bagus Pak Ali Surahman, semoga menaikan pajak kendaraan mewah juga bisa menjadi program selanjutnya pemerintah kita (y)

      Yang terpenting kita sama-sama pantau dan awasi pengalihan pengeluaran negara ini agar lebih tepat sasaran yakni kearah infrastruktur pembangunan secara Nasional dan merata, agar Warga Negara Indonesia miskin khususnya yang berada di Luar Jawa atau Pinggiran juga bisa lebih mudah hidupnya dan terangkat dari ketertinggalan.

      Hapus
  13. ... setuju semoga yang belum cerdas akan menjadi cerdas

    BalasHapus
  14. Yup. Seharusnya begitu, jd terus berproses gk cm stagnan..
    Thx bang rey ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semua Pimpinan Daerah juga membantu menyukseskan semua program pembangunan infrastruktur ini. Masyarakat juga harus membantu mengawasi agar pembangunan infrastruktur terutama di bidang transportasi massal dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan. :)

      Hapus
  15. Cerdas darimana ya? subsidi dihapus buat bangun Infrastruktur? coba dikaji lagi, sumber pendapatan negara dari apa aja dan dari mana aja? apa iya dengan hemat bbm bisa bangun infrastruktur? Muasih banyak faktor, soal subsidi BBM itu ibarat lagu lama kaset baru zaman Mega - SBY sama. Butuh gebrakan baru buat kemakmuran, kalo masih bgini aja ganti aja pemerintahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kira perlu kiranya kita pantau dulu program Pemerintah, sebab semuanya tidak bisa instan. Untuk pendapatan negara jelas dari pajak dan non pajak. Dengan pengeluaran yang tidak produktif saya kira pendapatan berapapun tidak akan ada manfaatnya. :)

      Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur perlu terus ditingkatkan, sebab ini fasilitas umum, terlebih transportasi publik yang saat ini sangat dibutuhkan WNI di perbatasan atau daerah Luar Jawa. Sejak dahulu pembangunan infrastruktur di Jawa melebihi yang di Luar Jawa, akhirnya pemerataan tidak terjadi, justru masyarakat di Luar Jawa yang lebih terpuruk, hanya saja jeritan mereka tidak pernah dipublish media nasional, karena lebih memilih demo mahasiswa jakarta yang dianggap lebih berperan untuk pembangunan bangsa :D

      Hapus
    2. @afriadhis: saya kasian sama sampeyan wkwkwk, belajar dulu bro baru komentar

      Hapus
  16. Numpang Opini,
    Banyak yang setuju tapi boleh dong dengan prespektif yang berbeda?
    Analisanya memang cukup baik dan bahkan sangat bagus tetapi “Jika itu di implementasikan” sesuai dengan yang anda bayangkan.
    - Sekarang mari berhitung pencabutan subsidi premium sebesar Rp 2000 memberikan tambahan keuangan Negara 100 Trilyun (CMIIW) , kalau begitu hitungan kita sebagai awam, Jika harga premium sewaktu subsidi seharga 6.500, berarti setara dengan 325 Trilyun dong sehingga dengan harga 8.500 total penerimaan adalah 425 T. Jika ditambahkan dari jenis BBM yang lain ( Pertamax, DEX, minyak tanah GAS Alam dll) penerimaan Negara bisa mencapai 600T dong,.. namun kenyataannya APBN penerimaan MIGAS 2015 hanya 225T, pertanyaanya yang dibayar seharga 600 trilyun tatapi Negara terima hanya 225 T yang 375 T yang makan siapa?
    - Masyarakat tidak keberatan subsidi dicabut itu termasuk saya karena sebelum dicabutpun saya lebih memilih BBM non subsidi, Yang mau di ketahui masyarakat adalah benarkah pencabutan subsidi itu untuk membangun infrastruktur seperti analisya anda, siapa yang jamin? apakah anda sendiri? Kalau benar silahkan anda berikan informasi time schedule dan angaran untuk penyelesaiannya untuk masing masing proyek yang anda impikan, sehingga rakyat senang dan bangga pembangunan berjalan dengan rencana, jangan hanya wacana dong.
    - Kalau analisa anda dijadikan proposal ke Pak Jokowi untuk dilaksankan itu sangat bagus, tetapi kalau hanya untuk membodohi masyarakat dalam rangka menyembunyikan kebusukan kebusukan atas kebocoran kebocoran angagaran oleh siluman siluman demograsi kan kasihan rakyatnya hanya diminta bersabar dan berdoa bahkan seumur hidup mereka tetap jadi miskin.
    - Anda mungkin tidak terlibat dengan pajak tapi tahukah anda bahwa sekitar 25% pendapatan Rakyat itu buat pajak, jika pendaptan anda setahun 100 jt yang 25 jt adalah pajak yang masuk kenegara berupa PPh21, PPN, PKB, PBB retribusi dll, jika ditambah pajak Perusahaan, Pajak daerah, bea masuk dll maka pajak yang masuk ke Negara akan berkisar 2000T, okelah tidak semua potensi bisa masuk Namun yang bikin Miris bagaimana Pejabat Negara PNS Polri dll dibuat sejahtera bahkan sangat sejahtera sementara takyat hanya disuruh menikmati apa yang mereka dapat dengan sabar,.. ini yang anda mksud dengan keluar dari kemiskinan?
    - Satu perbandingan, Swasta Asing bisa menghasilkan keuntungan dengan BBM yang HPP Penjulan mereka harus tanggung dengan harga tinggi, sementara Pertamina yang sudah memafaatkan SDA seharusnya HPP Rendah malah Rugi?
    Intinya adalah tidak ada yang keberatan dengan subsidi dicabut jika itu benar menaajdi Infrastruktur senilai pencabutan subsidi, namun akan lebih baik lagi ketika sumber penerimaan Negara sudah di upayakan maksimal tidak ada kebocoran dan penyelewengan dalam belanjanya karena amanat UU pasal 33 sudah jelas …. Untuk jangan bodohi rakyat dengan opini ketika melindungi begal anggaran dengan membebani rakyat dengan dalih pembangunan Infrastruktur. Karena analisa tampa implemntasi yang terencana terarah dan terkontrol hanyalah mimpi indah ditengan himpitan kehidupan masyarkat miskin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Untuk info pendapatan dari BBM sebesar 600T mohon sumber data yang jelas Pak, media atau web yang jelas :)

      2. Ini program pemerintah yang harus kita awasi bersama Pak. Mari membantu mengawasi, khususnya bagi Pemerintah Daerah yang harusnya mendukung kebijakan pembangunan berbagai infrastruktur ini.

      3. Bocor Anggaran memang harus diawasi bersama, sebab saya kira oknum-oknum yang berfikir hanya untuk kepentingan pribadi dan kekayaan pribadi jelas sangat banyak. Dan pengawasan bersama perlu. Sistem anggaran harus terus diperbaiki dan dipublish secara rinci. Yang terpenting, jangan mudah terhasut dan terprovokasi dari sumber yang tidak jelas. :)

      4. Mohon sumber data yang valid pak mengenai 2000T :) Intinya, Presiden sedang berfikir bagaimana caranya pengeluaran negara yang sebelumnya hanya diberikan berupa uang tunai, dan sering tidak tepat sasaran, akan dialihkan ke hal-hal produktif termasuk infrastruktur khususnya di daerah tertinggal seperti di perbatasan negara ini yang sangat kurang tersentuh.

      Revolusi Mental juga terus diupayakan untuk menyadarkan atau membersihkan dari jutaan oknum-oknum di negara ini yang hanya berfikir untuk kepentingan pribadi, mengorbankan masyarakat melalui jabatannnya. Mari kita awasi bersama ulah oknum ini. :)

      5. Bocor Anggaran yang selalu diulas oleh Bapak Prabowo, kata ini juga bisa menjadi pembodohan publik lho Pak :D sebab, beliau sendiri juga tidak begitu berani publikasikan jumlah kekayaan pribadi secara rinci kepada publik.

      Saya kira, agar anggaran tidak bocor, cukup 2 hal, pertama laporan kekayaan pribadi pejabat publik, dan kedua laporan rincian anggaran proyek. Dan, ini jelas tidak mudah bukan?, sebab Ahok pun sempat tantang semua pejabat ketika dirinya publikasi kekayaan pribadinya, hampir tidak ada yang berani.

      Ayo sebelum tuntut orang lain terbuka, sudahkah kita berani terbuka?. Dan, transparansi anggaran negara mari kita angkat bersama ke permukaan. Apakah berani media mengangkat topik ini? Jelas tidak sembarang media yang berani. Sebab, ketika media mengulas transparansi anggaran negara, sudahkan perusahaan media tersebut memberlakukan transparansi anggaran keuangan media nya? :D

      -> Mari kita awasi bersama program pemerintah sekarang. Sampaikan ke masyarakat apa itu infrastruktur? dan berapa pentingnya pembangunan infrastruktur secara nasional? dengan begitu berarti kita telah membantu mencerdaskan masyarakat bukan membodohi masyarakat, memberi hadiah atau uang, tapi tetap dibuat masyarakat tetap bodoh.

      Hapus
  17. Maaf Mas saya orang bodo yang tidak bisa menganalisa seperti Njenengan (jawa=anda)
    SAYA TIDAK SETUJU DENGAN PENDAPAT ANDA, jika jabatan setingkat Presiden hanya berdasarkan analisa seperti itu.
    Ada pertanyaan yang ada dibenak saya yang sekiranya Njenengan bisa menjelaskan
    1. Apakah dengan pencabutan subsidi BBM dengan mengalihkan untuk infrastruktur seperti JALAN, JEMBATAN, TOL, TRANSPORTASI dll Bahkan PESAWAT TEMPUR. Bisa mensejahterakan MASYARAKAT atau dengan kata lain dapat mengentas Kemiskinan….?
    2. Kalo analisa Njenengan dari sisi Pengguna Kendaraan bermotor yang nota bene pemilik kendaraan bermotor (mobil dan Motor) saya SANGAT-SANGAT setuju, namun perlu diingat bahwa effek dari SUBSIDI maupun PENCABUTAN Subsidi adalah juga masyarakat yang TIDAK MEMILIKI KENDARAAN BERMOTOR maka menurut hemat saya PENCABUTAN SUBSIDI LEBIH BANYAK “MUDHARAT” nya, karena apa ? karena sebenarnya masih ada jalan lain selain MENCABUT SUBSIDI sebagai contoh:
    a) Pembatasan Quota BBM subsidi tiap kabupaten ( berdasarkan jumlah kendaraan tercatat di samsat kabupaten setempat) Misalnya kabupaten Bojonegoro sejumlah 1000 mobil, 7.000 motor, 500 truk dan 200 lainnya dapat alokasi bbm subsidi 1000 kilo liter/tahun.
    b) Pembatasan pembelian subsidi di Kabupaten Bojonegoro KHUSUS Untuk kendaraan ber PLAT NOPOL “S” BOJONEGORO. Sehingga Pemilik kendaraan hanya menggunakan bbm bersubsidi untuk bepergian di wilayah kabupaten Bojonegoro. ( MEMPERKECIL KONSUMSI BBM)
    c) Untuk kendaraan berplat selain Bojonegoro WAJIB membeli BBM NON SUBSIDI, begitu juga saat warga Bojonegoro bepergian keluar kota. (MEMPERKECIL KONSUMSI BBM)
    d) Baru kemudian bisa ditambah untuk kendaraan baru/mewah atau diatas harga tertentu dibatasi lagi untuk membeli BBM NON SUBSIDI (MEMPERKECIL KONSuMSI BBM)
    3. Sehingga bukan karena PENCABUTAN SUBSIDI BBM lantas digunakan membangun infrastruktur lainnya seperti yang telah njenengan sebutkan, (TIDAK MENYENTUH SECARA LANGSUNG KEPADA SELURUH RAKYAT) namun untuk membuka kesempatan kerja untk masyarakat secara continew bukan sekedar program PADAT KARYA atau BLT/BLSM/PSKS
    Mohon maaf jika ada salah kata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Yang terpenting transportasi massal besar, seperti jalur Kereta Api, bila proyek ini segera dilaksanakan, akan banyak daerah terpencil akan menjadi lebih terangkat, terutama di wilayah Luar Jawa yang notebenenya pembangunan infrastrukturnya selalu dibawah Pulau Jawa. Harga barang jauh lebih mahal di luar jawa yang tidak ada akses. Keadaan masyarakat miskin luar jawa jauh lebih memprihatinkan daripada masyarakat miskin di Jawa yang masih mampu membeli sepeda motor.

      2. Bila memang kebijakan di Bojonegoro ini telah berlaku dan berjalan 100% saya mendukung pak, sebab ini juga langkah bagus.

      Dan ini jelas berbeda pak, bila menyangkut program kerja negara, sebab setiap kebijakan akan berhadapan dengan banyak kepentingan terutama swasta, misal perusahaan otomotif, dan juga mafia migas yang mereka jelas tidak akan ramah bila menyangkut pendapatan keuangan mereka.

      Ini soal hitung-hitungan kebijakan Pak, saya kira saat ini yang paling memungkinkan untuk proses menghemat pengeluaran negara bahkan mengalihkan pengeluaran ke hal-hal produktif seperti infrastruktur adalah dengan mengurasi subsidi BBM yang selama ini negara begitu membiayai masyarakat mayoritas hanya untuk keperluan konsumtif.

      Anggaran akan terus diupayakan untuk hal-hal produktif demi mencerdaskan masyarakat dan membuka akses masyarakat miskin untuk lebih mapan.

      :) Mohon maaf juga bisa ada yang kurang tepat.

      Hapus
  18. iya saya setuju!
    akan dapat mempermudah akses untuk keluar kota atau pulau.
    dan juga akan memberikan uang saku tambahan bagi pekerja sipil dengan banyaknya pembangunan infrastruktur tersebut.
    namun, bagaimana dengan semua harga (kebutuhan pokok) yang melambung tinggi? akankan setelah apa yang di harapkan dalam pembangunan infrastruktur itu telah terwujud akan kembali stabil atau menurun, atau malah akan menjadi tinggi lagi karena ada beberapa yang harus di wujudkan pemerintah kembali dalam pembangunan?
    lalu bagaimana dengan penghasilan masyarakat? akankan dinaikan atau tetep?
    mereka kan butuh kesetaraan antara pendapatan dan pengeluaran, atau malah harus ada pengurangan? tapi bagaimana dengan mereka yang pas-pasan atau malah yang sebelumnya pun serba kekurangan? bagaimana untuk menjamin mereka agar tetap dapat bertahan hidup.
    mungkin, kalau pemerintah tidak akan memberi pohon yang berbuah, mengapa tidak berikan saja mereka ilmu cara menanamnya? dengan cuma2 atau murah (kalau tidak bisa gratis) untuk modal mereka menyambung hidup.
    karena negara akan maju kalau masyarakatnya sendiri berpendidikan (cerdas) bukankah masyarakat tidak ingin tetap bodoh apalagi sampai dibodohi!
    memang tidak akan ada rakyat miskin kalau mereka sendirinya tidak malas, itu memang kembali pada dirinya masing2.
    namun setidaknya ada dorongan dan motivasi bagi mereka untuk bisa berusaha.
    asal ada jalan meskipun kecil mungkin itu bisa di lewati untuk mencapai tujuan dengan niat, tekad, usaha, ikhtiar.
    selagi mereka menunggu pembangunan itu selesai.
    tau sendiri lah negara menyuruh rakyatnya untuk pintar namun harga pendidikan itu sendiri rasanya mencekik kaum lemah, bulum juga dengan kesehatannya juga.
    semoga semua tujuan dan proses yg di harapkan pemerintah berjalan dengan lancar. asal apa yang di lakukan pemerintah baik bagi negara dan masyarakatnya itu sendiri bukan hanya untuk di kemudian hari namun juga di saat sekarang ini. amin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Kementrian Perindustrian sudah bergerak Mbak, hingga saat ini setelah harga BBM naik karena subsidi dari pemerintah dipotong, harga kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak ada kenaikan signifikan. :) Presiden telah menyiapkan semua.

      2. Gaji sesuai UMK dan UMR juga jelas akan disesuaikan. Dengan bertahannya harga kebutuhan pokok yang tidak terlalu melambung, untuk UMK dan UMR juga akan disesuaikan sesuai dengan Undang-Undang. :) Saya kira Presiden juga telah menyiapkan ini.

      3. Pembangunan infrastruktur juga untuk pemerataan pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Motivasi terhadap masyarakat melalui pendidikan nyata juga terus diupayakan melalui Kementrian Pendidikan. Memang revolusi mental tidak mudah namun tetap akan diupayakan, terutama bagi masyarakat yang memiliki mental malas, yakni kerja enak uang banyak.

      Masyarakat sering menuntut bantuan dan bantuan tetapi etos kerja masih malas. Ketika seseorang malas sekolah dan malas melanjutkan sekolah, akhirnya tidak sekolah, ini mental, tapi pemerintah yang disalahkan dianggap tidak mau membantu. :)

      Memang watak atau mental malas ini yang harus diubah dulu. Inilah revolusi mental. Pemerintah akan terus mengupayakan memberikan doktrin motivasi semangat ini. Semoga kita juga berperan aktif dalam memotivasi masyarakat bermental malas.

      Hapus
  19. Saya pada dasarnya tidak keberatan dengan pencabutan subsidi. Cuman amat sangat di sayangkan, bahwa kebocoran pemasukan kekayaan bumi Indonesia tidak dapat di selamatkan Bapak Jokowi.
    Pada dasarnya pengambilan keputusan seperti ini amat sangat gampang, tidak perlu orang pintar dan jujur untuk menaikan harga.Mengatur anggaran dengan mempunyai monopoli pasar adalah mudah. Jika kita semua mempunyai monopoli, ya hari ini gaji kita 3 Juta, besok seperti pemerintahan Jokowi atau Ahok, menaikan jadi 4 atau 5 kali lipat, jadi 15 Juta, saya rasa mengatur anggaran kehidupan saya pun akan mudah.
    Dasar kenaikan 4 atau 5 kali lipat adalah PBB jakarta yg langsung loncat. Dan juga kenaikan gaji di pemerintahan gubernur jakarta, yg dimana gaji" menjadi 20-30 juta seperti yg di terbitkan media. (Lurah yg siap di gaji 20-30Juta, atau Preman parkir yg siap di gaji 5 juta sebulan)
    Akan tetapi yg di lupakan adalah rumah tangga rakyat tidak bisa seperti itu, yg harus di lakukan adalah mengurangi pos pengeluaran yg tidak perlu, jika negara (kurangi korupsi) atau pos" pemborosan lainnya.
    Kenapa rakyat di haruskan mengencangkan ikat pinggang, sedangkan negara yg banyak dipimpin oleh wakil rakyat yg orang pintar, hanya mampu membuat keputusan" mudah bukan dengan mengatasi masalah yg ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Bro, Realitasnya Gaji Pegawai Pajak menjadi min 26jt, tentunya PNS yang lain akan berakselerasi segera menyusul. Itulah hebatnya Pemerintahan Jokowi yang saya tahu. Saya tahu persis dikantor pajak itu (karena saya mengurus perpajakn perusahan tmp saya bekerja) ada pegawai yang tidur di meja, makan sambil nonton tv jam 10 pagi, bawa anak seperti bawa ke mall yang lari sana sini seperti rumah sendiri. Mereka hanya kerja jg 8 jam tidak berbeda dg lainya tp gajinya jd 26 jt, Kegilaan apa yang dipikirkan orang orang pemerintahan ini. Kalau mereka memproduksi barang yang menghasilkan kuntungan silahkan saja. Ini kan pakai Uang Rakyat, Trus Rakyat harus sabar dan bekorban????!,

      Hapus
    2. Monopoli yang mbak maksud bila tidak melibatkan orang jujur, mungkin adalah strategi mafia yang selama ini telah banyak merugikan negara. :) Sebab, mereka yang jujur saja tidak mau, mana mungkin mereka akan berfikir untuk banyak orang diatas kepentingan pribadi??

      Kebijakan ini untuk mengencangkan ikat pinggang bagi mereka yang mengaku rakyat miskin tapi masih tidak mau peduli dengan pentingnya pembangunan infrastruktur terutama bagi masyarakat pinggiran.

      Wakil rakyat atau pejabat publik yang masih memperkaya diri, mendahulukan kepentingan pribadi dan golongan, jumlahnya jelas tidak bisa dihitung karena pasti sangat sangat banyak :D

      Oknum seperti ini harus direvolusi mental agar sadar bahwa berbuat untuk kepentingan negara dan masyarakat luas justru membuat diri menjadi kaya hati dan tak kehilangan rejeki berkah.

      Ya saya kira, pejabat publik, pimpinan daerah yang masih belum sadar inilah yang menjadi PR kita bersama. Mari awasi pejabat yang memperkaya diri dan berbuat hanya untuk kepentingan pribadi. Ini pengganjal program Presiden kita.

      Hapus
  20. Kita sendiri yang berharap menjadi bangsa besar yang tinggal dan hidup dalam sebuah negara maju dan perkasa. Yang telah diimpikan segenap pendiri dan seluruh bangsa. Di dalamnya kita hidup sejahtera berdikari dan disegani. Tapi pernahkah kita membayangkan, bahwa Tuhan akan mengabulkan harapan luhur itu, kemudian munculah pemimpin bangsa yang lahir untuk mendengar harapan-harapan agung itu. Kebijakanpun berjalan dalam logika ekonomi sederhana. Kebijakan yang bahkan orang bodohpun akan mengerti. Baru berjalan namun terlihat tak seindah yang dibayangkan. Kita mengeluh. Terlalu cepat kita mngeluh. Mengupat dan berontak seakan ini adalah penderitaan dari sistem penindasan yang berulang. Hingga tak ǻϑǻ lagi kebaikan yang terlihat di kedua mata kita.
    Maka lupakah kita dengan harapan dulu. Mimpi dalam harapan yang tlah menjadi doa itu. Bahkan andapun tahu untuk menjadi besar dan maju, kesullitan dan penderitaan adalah jalan yang harus dilewati.
    Kita adalah bangsa yang kuat. Yakinlah kita mampu melewati kesulitan ini. Jangan hilangkan harapan kita. Sebab penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika kita kehilangan harapan itu.


    "Perubahan bisa menyakitkan, perubahan bisa menciptakan pemenang, tapi tidak ada kemajuan tanpa perubahan, tanpa ada yang tersakiti. Masyarakat kami pintar bahwa untuk berubah harus ada pengorbanan," ujar presiden di Jakarta, Senin (20/4).

    "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri" (Presiden Soekarno)

    "Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa, sebelum bangsa itu merobahnya" (Soekarno'Pidato HUT Prokamasi 1964)

    "Sebenarnya tiap2 revolusi yg betul2 revolusi adalah satu revolusi mental atau lebih tegas lagi, bersyarat satu revolusi mental. golongan-golongan kontra-revolusioner dalam suatu revolusi adalah justru golongan-golongan yang tidak mau mengalami revolusi mental". (Ir. Soekarno'dibawah bendera revolusi)

    BalasHapus
  21. sungguh Signifikan,.,semoga para tunas bangsa mau bersinergi,..demi bangsa ini

    BalasHapus
  22. Kenapa peningkatan pendapatan dengan menanbah hutang.tiadak maksimalkan kekayaan yang ada .hentikan kontrak karya yang merugikan misalnya di kelola oleh asing ya harus 50 : 50 liha freeport kita cuma di bagi tak lebih dari 10 persen keuntungannya coba klo 5untuk indonesia 60 sebagai pemilik dan 40 untuknpengelola. Indonesia mampu membangun semua .tanpa mengencet rakyak kecil. Perusahaan minyak asing bumang .kelola sendiri lapangan kerja banyak .jual minyak jadi . Bahan tambang .kenapa bi ke asing .padahal asing dapat dari indonesia. Perkebunan sawit kenapa pemiliknya orang asing .pesawat .knp tak mendukung putra putri seperti habibi dan teman2. Klo bangun apapun hutang repot anak cucu pembayar hutang.biji besi .baja di olah sendiri bikin rel .knp harus hutang .pt INKA di beri modal bbuat kereta sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. (y) Semoga freeport menjadi perhatian selanjutnya :)

      Hapus
  23. Membangun infrastruktur dng kwalitas no 1 itu harus, tapi yg terjadi d negri ini, setiap pembangunan jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya kualiatasnya selalu asal2an, cepat rusak karna uang yg d kucurkan untuk suatu proyek tertentu, sudah tinggal separoh, karna sudah habis duluan sunat sana sini dari atasnya, dan pejabat2 kalo study bandang keluar negri, bukannya mencontek design infrasturktur suatu negara, tapi sibuk belanja2 sama keluarga, negara yg paling rapi infrastruktur publicnya skr adalah UEA, dubai, padang pasir d sulap jd negara yg indah, walaupun d sana sini masih tersisa bangunan2 tuanya, yg mendatangkan devisa turis yg luar biasa, Kata orang Alam takambang jadi guru!

    BalasHapus
    Balasan
    1. (y) Betul sekali Pak Ilham. Saya kira bila kualitas proyek pembangunan yang tidak baik, karena ada 2 kemungkinan :
      - kemungkinan pertama, karena bahan baku bangunan yang dijual dipasaran lokal saat ini belum bisa seperti kualitas asing.
      - kemungkinan kedua, anggaran disunat sana-sini oleh oknum-oknum penjilat bangsa, akhirnya kualitas menurun jauh dari rencana semula.

      Sekali lagi, ulah oknum-oknum seperti ini yang harus segera direvolusi mentalnya. Ini tugas kita bersama untuk mengawasi, khususnya bagi yang masih peduli dengan keadaan bangsa ini. :)

      Hapus
  24. Wah websitenya bagus mas,,.. maaf saya bicara realitas ya mas, Ide untuk membangun tol itu ide bagus, tapi kenapa harus memakai dana subsidi BBM emang gk ada cara lain,? klo cuma gitu anak lulusan SD pun bisa, buat kebijakan seperti itu, buat apa pejabat gaji besar katanya pinter hanya itu solusinya… harusnya cari jalan lain lah misal cari sumber2 minyak baru, sita uang negara yg dikorupsi apalagi sudah keluar negeri, pajak diperketat jgn sampai ada kebocoran apalagi saat ini pajak tidak sampai target, penyelumdupan diperketat, dll.
    Sedangkan pengalihan APBN untuk infrastruktur yang diharapkan dapat menyelamatkan ekonomi butuh waktu lama paling tidak 4 – 5 tahun lagi. Apa yang terjadi dalam 4 – 5 tahun kalau terus seperti ini ? ekonomi sulit, gejolak dari atas sampai bawah akan memicu inflasi berkepanjangan dimana pemerintah akan sibuk menambal kebocoran di sana sini dengan paket2 kebijakan penyelamatan ekonomi jangka pendek, berimbas pada perusahaan2 yakni kenaikan harga bahan baku dan ongkos produksi, transportasi, dan logistik, akan ada PHK besar2an dan efek langsungnya adalah banyaknya pengangguran + naiknya kriminalitas, sudah keliatan dikit kan efeknya? begal2 pun muncul. dampak dari paket kebijakan ekonomi, salah satunya naik turunnya BBM, Indonesia kehilangan kepercayaan asing menurunnya kepercayaan pelaku ekonomi berakibat rupiah melemah melonjaknya dolar dan turunnya daya beli masyarakat, emang klo BBM turun kebutuhan2 juga ikut turun? Gak kan. Perlu diketahui dana pengalihan subsidi itu bukan cuma buat jalan tol sebagian lagi untuk membiayai kartu sakti nya Pak Jokowi kartu indonesia sehat dan pintar, kartu ini diberikan pada masyarakat yang tidak mampu bayar BPJS, dan untuk lainnya… sebenarnya pembangunan jalan tol pun bukan hanya dari pemerintah swasta pun sudah banyak ambil bagian pembangunan jalan tol ini misalkan jalan tol cikampek – cirebon, dll. jadi kemana dana subsidi itu sebenarnya…rasanya kok rakyat di suguhi hanya retorika saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Saya kira anak sd tidak akan mampu berfikir sejauh itu Pak :) apalagi mengenai kebijakan negara yang pasti telah melewati pengamatan mendalam.

      2. Peran pemerintah melalui Kementria Perindustrian terlihat kan pak? Harga pokok tidak begitu melejit dengan kenaikan BBM, kekhawatiran kita janganlah membabi buta.

      3. Fokus Pemerintah bukan di jalan tol pak :) tapi di transportasi massal, seperti pembangunan jalur kereta api di wilayah terpencil, pembangunan jembatan antar pulau, dan lain sebagainya untuk mengurangi jarak akses ekonomi dan pembangunan antara pusat kota terutama jawa dengan daerah pinggiran terutama daerah perbatasan dan luar jawa.

      Hapus
  25. Great! Dunia butuh generasi cara pandang cerdas & semangat positif :)

    BalasHapus
  26. Terima kasih atas ulasannya mas :)
    Intinya, saya hanya berharap pembangunan yang dijalankan pemerintahan Joko Widodo bisa berjalan lancar tanpa ada yang "ditutup-tutupi". Saya masih tetap optimis.

    BalasHapus
  27. Saya tidak mahir dengan hitungan, Saya lebih suka menggunakan logika.
    Bagi saya, analisa anda di atas adalah analisa optimis positif dan idealis. Tidak laku di Indonesia. Karena bangsa Indonesia tidak berani menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
    Sepositif apapun analisa kita, sehebat apapun ide kita, sedahsyat apapun kreativitas kita, kalau koruptor masih subur, percuma.
    Kita koar koar panjang lebar berbusa busa sampai kejang kejang untuk membangun negeri, dilibas dalam sekejap oleh segepok uang tukang suap..

    Masih ingat berita di Jawa Pos tentang pejabat partai yang sedang raker di Bali kemarin tertangkap tangan bawa uang atau terima uang itu?
    Fotonya TERTAWA LEBAR.. Tidak ada raut malu.. tidak ada raut takut.. tidak ada raut menyesal.. DIA TERTAWA BRO..
    Kenapa? KARENA DIA TAHU BAHWA HUKUM DI INDONESIA BISA DIBELI.

    Di pemerintahan Indonesia, TUHAN tidak pernah ada. Yang ada adalah UANG.
    Dan perlu diketahui, bahwa tidak ada satupun pejabat di Indonesia yang mampu memberantas korupsi. Jokowi? Ahok? Risma? Ridwan Kamil? Tidak satupun.
    Selama hukuman mati bagi koruptor tidak diberlakukan di Indonesia dan selama koruptor masih subur di Indonesia, hasil analisa anda hanya akan menjadi hiasan dinding saja.

    Pertamina bolak balik diberitakan meraup laba trilyunan.. tapi selalu memberitakan dirinya rugi..
    Ini yang benar yang mana?
    Logika umum: Kalau memang rugi terus, kenapa pertamina masih dipertahankan? Kenapa tidak dijual saja? Orang bodoh mana yang terus menerus mempertahankan perusahaan yang terus menerus merugi?
    Kalo mau cara nge-test sederhana pertamina rugi atau tidak, tawarkan saja kepada pihak swasta atau asing sambil dikasih regulasi gak boleh jual bbm lebih dari 7.000, misalnya.
    Kalo masih di beli juga, berarti gak rugi kan?

    Anda pasti tahu Kwik Kian Gie.
    Tahu kan bahwa Kwik pernah mengeluarkan pernyataan bahwa harga BBM kita sebenarnya murah?
    Logika Umum: Kalau seorang Kwik Kian Gie berani koar koar di media umum seperti itu, mengapa, sejak jaman Megawati presiden hingga Dahlan Iskan Dirut Pertamina lalu Menteri BUMN, sampai sekarang Jokowi Presiden, hitungannya tidak pernah diteliti? Tidak pernah dipakai? Tidak pernah dilihat?
    Bahkan kalau tidak salah dia malah dicopot dari jabatannya waktu itu..
    Pertanyaan sederhana: Mengapa?

    Kalau mau negara ini bagus, mari kita kembali ke jaman sekolah dasar.
    Guru kita telah mengajarkan ilmu dahsyat sebenarnya, yaitu peribahasa.
    Yang mengatakan: Kalo mau bunuh ular, ya getok kepalanya.. jangan ekornya.
    Mau memajukan negeri ini, ya basmi dulu otak otak jahat dan serakah di pemerintahan.
    Selama itu tidak dilakukan, ya selamat bermimpi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Andreas :) Semoga kedepan satu per satu masalah bangsa ini bisa terurai.

      Kadang kita hanya mampu sebagai komentator saja :) Sebab komentar secara teori belum tentu sama bila kita diposisi jabatan yang sama. Belum tentu juga kita mampu menjadi seorang Presiden.

      So, masalah bangsa adalah masalah yang sangat rumit. Kita sedang berhadapan dengan banyak pihak yang memang secara umum setiap orang ingin paling kaya.

      Kita bisa melihat, Presiden kita sudah mulai membuat gebrakan-gebrakan untuk mengurai siapa saja orang-orang bermasalah di negeri ini.

      Orang-orang bermasalah mulai nampak dipermukaan.

      Bagi yang mampu memahami, maka, pasti semua tahu Presiden sedang bekerja. Bagi yang berfikir negatif, maka hanya kesalahan Presiden yang dicarinya, dan fatalnya seringkali kesalahan atau borok pemerintah yg dicari-cari itu hanya dari sudut pandang sempitnya saja. Semoga kita tidak demikian... :)

      Hapus
  28. ini semua yang seharusnya sudah ada dari 30 tahun yang lalu. mari kita dukung dan awasi. segala kepentingan untuk rakyat harus sama - sama kita perjuangkan.

    BalasHapus
  29. Mantap!!
    pemerintah butuh dukungan juga dari masyarakat.
    jangan asal bicara. saya setuju dengan ulasan anda :)

    BalasHapus
  30. hahaha...normatif banget jawabannya mas, subsidi dikurangi, pajak di otak atik, semua harus ikut bpjs yg nota bene kalah dengan asuransi, duitnya pada kemana tuh bos...infrastruktur yah mana yah ??....kapan ?? gampang ditebak...besok kalo dah gak jadi presiden...keburu ancur negara ini ...presiden sedang bekerja...haahah..ya iyalah masak dolan...inget dulu jaman SBY..segala kebijakannya dinilai salah ...ama sapa mas...piss...hahaha..keren tapi mas...sekali kali tolong diulas juga ada nggak keburukannya pemerintahan sekarang mas...thanks

    BalasHapus
  31. Semua program pemerintah pada dasarnya adalah menuju ke tahap yang lebih baik.. Tp harus sadar semua itu tidak ada artinya kalau tidak dibarengi kerja sama dan kesadaran semua kalangan di negeri ini mulai dari yang bawah sampai yang atas.. Semua harus bisa menempatkan dan melaksakan tugasnya dengan penuh kesadaran diri.. Bisa menempatkan diri sesuai dengan kapasitasnya.. Dan intinya semua itu butuh kesadaran dan kerja sama...

    BalasHapus
  32. Biasa aja. Artikel atau analisa seperti ini sudah biasa diangkat oleh seorang pendukung tokoh. Pendukung Megawati, pendukung SBY dan juga pendukung tokoh2 yg lainnya jg sudah pernah mengetengahkan artikel2 sejenis ini di saat tokoh yg mereka dukung mengeluarkan kebijakan atau pendapat. Jadi, ulasan dan tanggapan dari Mas Rey di atas lebih menggambarkan seorang “Projo” Sejati. Posisi Mas Rey di sini nyaris sudah seperti Juru Bicara pemerintah.
    Saya yakin bahwa seluruh rakyat Indonesia setuju dan mendukung Jokowi selama bertujuan utk kemajuan dan kesejahteraan rakyat.
    Masalah Jokowi bukan pd masalah kenaikan harga BBM atau dicabutnya subsidi BBM. Seperti yg kita lihat, toh masyarakat tidak terlalu mempersoalkan kenaikan BBM. Faktanya masyarakat lebih ramai membicarakan kematian Olga Syaputra ketimbang isu kenaikan BBM. Mana yg lebih penting antara isu kematian Olga dgn kenaikan BBM jika masyarakat memang menolak keras kenaikan harga BBM? Toh sampai sekarang masyarakat adem2 saja yg artinya masih bisa menerima kenaikan BBM. Jika kita bandingkan, jauh lebih ramai penolakan kenaikan BBM di masa Megawati dan SBY ketimbang di jaman Jokowi skrg ini.
    Yg membuat rakyat bertanya2 adalah gaya kepemimpinan Jokowi sendiri. Bagaimana bisa seorang presiden berkata, “itu bukan urusan saya”. Bagaimana bisa seorang menteri kabinet kerja bisa berkata, “bukan rupiah yg melemah tapi dolar yg menguat”. Bagaimana bisa seorang menteri menaikkan iuran BPJS dgn alasan, “iuran BPJS hanya 55rb sedangkan jika mereka operasi jantung biayanya sampai 250juta, menurut kalian adil tidak?”
    Dan masih banyak lagi kejutan2 lain dari pemerintah yg membuat geleng2 kepala.
    Negara kita adalah negara demokrasi, suka atau tidak suka kita wajib mendukung pemimpin terpilih yg dalam hal ini adalah Jokowi-JK.
    Oiya mohon maaf sebelumnya Mas Rey Arifin, melalui kolom tanggapan ini saya jg ingin bertanya ttg beberapa hal berikut (tentunya supaya kita lebih paham):
    1. Dalam balasan thd tanggapan sdr. Nhaloo, Mas Rey mempertanyakan sumber data yg dimiliki sdr. Nhaloo. Sedangkan Mas Rey sendiri tidak memberikan sumber data yg jelas dari data2 yg Mas Rey ketengahkan?
    2. Dalam balasan tsb jg, Mas Rey berpendapat bahwa ulasan Prabowo ttg kebocoran anggaran bisa menjadi pembodohan publik karena tidak berani mempublikasikan kekayaan pribadi:
    a. Apa hubungannya antara ulasan kebocoran anggaran dgn kekayaan pribadi Prabowo?
    b. Atas dasar apa Mas Rey menuduh Prabowo membodohi rakyat dan tidak berani mempublikasikan harta kekayaannya secara rinci kepada publik?
    c. Apakah Mas Rey berpendapat Jokowi dan yg lainnya sudah mempublikasikan harta kekayaannya secara rinci kepada publik? Sebagaimana kita tahu Jokowi-JK, Prabowo-HR, para menteri dan pejabat lainnya sudah melaporkan harta kekayaannya.
    3. Banyak para ahli berpendapat bahwa pemerintah menaikkan harga BBM bukan karena dicabutnya subsidi, akan tetapi demi mencapai target keuntungan. Dari situ muncul istilah rakyat mensubsidi pemerintah. Arti SUBSIDI yg sebenarnya adalah menutupi kerugian akibat harga jual lebih murah daripada harga produksi atau harga beli. Misal beli 10rb jual 6rb. (Salah satunya) berdasarkan hitung2an Kwik Kian Gee (saat pemerintah pertama kali menaikkan harga BBM, Premium Rp.8500/liter, sedangkan harga minyak dunia USD80/barel), biaya impor premium dan biaya segala macam tetek bengeknya total Rp.6500/liter(dibulatkan). Dgn demikian pemerintah sudah mengantongi keuntungan Rp.2000/liter. Dimana subsidinya? Pertanyaan saya, apakah Mas Rey setuju dgn istilah SUBSIDI ini? Apakah Mas Rey punya data2 biaya beli/produksi?
    Terima kasih.

    BalasHapus
  33. Setujuuuu negara kita tertinggal banget banget bangeet di infrastruktur

    BalasHapus
  34. Artikel dan ulasan yang menarik...paling tidak ada sebuah kesadaran akan tugas di pundak kita semua yaitu mempertemukan 2 persepsi (subsidi dan infrastrukur) demi kesejahteraan bersama....

    BalasHapus
  35. Setuju Penjelasan Mas Rey. Subsidi BBM harus Dihapus sampai tuntas. Dialihkan ke Pembangunan jalan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Maju terus Mas Rey..

    BalasHapus
  36. Ada sepuluh media seperti bung rey mungkin akan mengurangi kecaman presiden RI ke 7.....salut mau kerja apa tidak......Rahayu.

    BalasHapus
  37. Luar biasa.!!!
    Andai prediksi ini benar maka kita telah melewati masa yg sia2.70thn merdeka seharusnya kita sudah menjadi negara maju.tapi tidak ada kata terlambat.semoga anak cucu kita bisa menikmati terobosan Presiden Jokowi. Bravo Mr.President....

    BalasHapus

    Komentar Pembaca dengan Akun Facebook