Transparansi Publik, Beranikah Calon Bupati Malang melakukan itu?

Menurut data Kemendagri jumlah Seluruh Warga Kabupaten Malang sejumlah 2.764.969 jiwa / 2,7 juta jiwa lebih.

Dari sekian banyak jumlah Warga Kabupaten Malang berapa persen ya, maaf, yang masih 'bodoh' ?

Saya kira ini penting. Perlu kiranya dipertanyakan kepada Para Calon Bupati : Beranikah Calon Bupati Malang melakukan Transparansi Publik ?

Transparansi Publik artinya seorang Calon Bupati berani menyampaikan dengan sungguh-sungguh kepada publik mengenai apa saja yang telah dia lakukan baik sebelum menjabat hingga saat menjabat nanti.

Apa saja yang telah dia lakukan sebelum menjabat, artinya adalah track record bagaimana kinerjanya dan pola berfikirnya seorang Calon Bupati ini.

Sedangkan setelah menjabat, artinya apa saja program-program kerja dan visi misinya harus disampaikan dengan transparan tanpa banyak yang ditutup-tutupi.

Hal yang paling mendasar adalah mengenai uang. Ini penting. Sebab, hingga saat ini kita sangat sulit mendapatkan sosok Pemimpin yang berani blak-blakan mengenai uang dan berani menjalankan program kerjanya memang untuk rakyat tanpa berfikir keuntungan pribadi.

Tiga hal yang patutnya dipertanyakan dan disampaikan kepada publik, apakah Calon Bupati Malang bekerja untuk mengabdi ataukah bekerja untuk memperkaya diri dan membuat gurita kekuasaan bagi keluarga dan kelompoknya.

1. Berapa jumlah hartanya ?
2. Berapa modal yang ia keluarkan sebagai Calon Bupati Malang?
3. Berapa nilai kekayaan yang dia harapkan selama menjabat sebagai Bupati Malang?

Yang pertama, berapa jumlah hartanya. Saya kira ini sudah bukan konsumsi KPK saja. Namun, ini harusnya sudah menjadi informasi publik. Sebab, seseorang akan bisa dilihat kapabilitasnya bila dari awal sudah berani jujur akan keadaan kekayaannya dan perkembangan kekayaannya selama menjabat sebagai Pemimpin.

Yang kedua, modal. Ini juga penting. Berhasil menjadi Calon Bupati kita harus tahu, akan ada mahar kepada Partai Politik. Kabarnya, untuk menjadi Calon Bupati Malang nilainya mencapai milyaran rupiah. Saya kira rakyat akan dibodohi bila nilai ini tidak diketahui publik, bahwa Calon Bupatinya bermodal milyaran rupiah untuk sebuah kedudukan yakni Bupati Malang. Bagaimana mungkin seseorang sudah bermodal milyaran rupiah nanti tidak berfikir untuk balik modal.

Yang ketiga, nilai kekayaan selama menjabat. Ini berhubungan erat dengan tujuan balik modal. Berapa besar nilai balik modal yang diharapkan. Saya kira tidak akan ada yang berani untuk menyampaikan hal ini kepada publik. Padahal setiap Calon Bupati bila diawali dengan modal uang yang tidak sedikit, apakah dia rela uang sekian banyaknya hilang begitu saja untuk proses mengabdi kepada rakyatnya, tanpa berfikir mengenai balik modal.

Ini belum mengenai program kerja, dan track record selama ini, apa saja yang telah dia lakukan untuk orang lain, sebelum dia memikirkan jutaan jumlah masyarakat sebuah daerah. Ini masih soal uang. Adakah seseorang yang berani blak-blakan mengenai uang yang mengalir disekitarnya.

Bila ada seseorang yang berani berjuang untuk rakyatnya, memperbaiki keadaan Kabupaten Malang ini jauh diatas kepentingan dan kekayaan pribadi, maka dia lah yang layak menjadi Bupati Malang.

Tidak banyaknya seseorang yang berhasil menjadi Calon Bupati Malang, apakah soal uang? Birokrasi proses pendaftaran diri sebagai Calon Bupati Malang begitu sulit juga apakah juga soal uang?

Saya kira secara teori syarat menjadi Calon Bupati Malang tidak begitu sulit,

Syarat menjadi Bupati Malang yang sudah tertuang di RUU PILKADA dan telah disempurnakan di PERPPU Nomor 1 Tahun 2014 sebenarnya simpel :) hanya saja Undang-Undang sepertinya dibuat dengan bahasa yang lebih rumit dengan dalih EYD, namun masyarakat kecil semakin sulit memahami ^_^

Silahkan dibaca sendiri di bawah ini nanti bila Anda ingin membacanya dengan detail. Dan untuk PERPPU Nomor 1 Tahun 2014 sudah disampaikan oleh KPU Pusat secara UMUM melalui websitenya : http://www.kpu.go.id/koleksigambar/PERPPU_Nomor_1_Tahun_2014.pdf

Intinya begini, saya harap akan banyak sosok yang mau mendaftarkan diri menjadi Calon Bupati Malang, sekali lagi :) saya kira dari jumlah jiwa sebanyak 2.764.969 jiwa, masak hanya satu atau dua saja yang pantas menjadi Bupati ? :3

Ya, intinya ini menurut pemahaman saya :

Syarat Menjadi Calon Bupati Malang :
1. WNI
2. Berpendidikan minimal SMA/SMK/SMEA sederajat.
3. Tidak boleh rangkap jabatan.
4. Berusia minimal 25 tahun

Kepada Para Calon Bupati, bila Anda memang ingin mengabdi, mohon jangan bodohi masyarakat. Jangan berikan kami janji-janji palsu, sementara dibalik itu hanya nilai uang yang hanya Anda fikirkan.

Monggo dibaca :)

Rey Arifin, Bukan Calon Bupati Malang

RUU Pilkada ada dibawah ini, yang sudah disempurnakan ada di sini, saya puyeng bacanya : http://www.kpu.go.id/koleksigambar/PERPPU_Nomor_1_Tahun_2014.pdf

RUU PILKADA

Syarat pencalonan itu ada di pasal 13 ayat 1 RUU Pilkada. Ada 28 syarat yang diatur. Salah satu yang paling jadi sorotan adalah poin t, yang memuat aturan soal kekerabatan seorang calon dengan pejabat aktif. Kabarnya, poin ini akan dihilangkan.

Berikut syarat calon kepala daerah yang di draft RUU Pilkada tanggal 8 September 2014 yang diperoleh detikcom, Senin (15/9/2014) :

Pasal 13

(1) Warga negara Republik Indonesia yang dapat ditetapkan menjadi calon gubernur, bupati dan wali kota adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;

c. berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat;

d. telah mengikuti uji publik kompetensi dan integritas;

e. berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk calon gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk calon bupati/walikota;

f. mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter;

g. tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan tindak pidana maker dan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali yang bersangkutan telah selesai menjalani pidana lebih dari 5 (lima) tahun dan mengumumkan secara terbuka dan jujur kepada publik bahwa dirinya pernah menjadi terpidana serta tidak akan mengulang tindak pidananya.

h. tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

i. tidak pernah melakukan perbuatan tercela;

j. menyerahkan daftar kekayaan pribadi;

k. tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara;

l. tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;

m. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan memiliki laporan pajak pribadi;

n. belum pernah menjabat sebagai gubernur, bupati, dan/atau walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama;

o. tidak berstatus sebagai Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati atau Walikota/Wakil Walikota dari daerah lain;

p. berhenti dari jabatannya bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang mencalonkan diri di daerah lain.

q. tidak berstatus sebagai penjabat gubernur/penjabat bupati/penjabat walikota;

r. memiliki visi, misi dan program strategis mengacu pada RPJPD;

s. mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat didaerahnya;

t. tidak memiliki ikatan perkawinan atau garis keturunan 2 (dua) tingkat lurus ke atas, ke bawah, ke samping dengan petahana;

u. berhenti sementara dari jabatannya bagi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota petahana sejak pendaftaran sampai dengan penetapan calon terpilih oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota;

v. berhenti sementara/non aktif dari jabatannya bagi pimpinan DPR, DPD, dan DPRD yang mencalonkan diri sejak pendaftaran sampai dengan penetapan calon terpilih oleh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota;

w. memberitahukan pencalonannya sebagai gubernur dan bupati/walikota kepada Pimpinan DPR, DPD, atau DPRD bagi anggota DPR, DPD, atau DPRD;

x. berhenti dari jabatan organik/jabatan struktural maupun fungsional bagi anggota TNI/Polri dan PNS;

y. berhenti dari jabatan pada Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah;

z. melampirkan Kartu Tanda Penduduk Electronik (KTP El) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK); dan

aa. menyerahkan daftar riwayat hidup.

bb. tidak berstatus sebagai anggota Panlih gubernur, bupati, dan wali kota.

PROFIL KABUPATEN MALANG

(sumber peta : http://www.malangkab.go.id/imgnews/peta%20kabupaten%20malang.jpg)

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi : Kabupaten Malang
Ibukota : Kepanjen
Provinsi : Jawa Timur
Batas Wilayah :
Utara: Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto
Selatan: Samudera Indonesia
Barat: Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri
Timur: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang

Luas Wilayah : 3.530,65 Km2
Jumlah Penduduk : 2.764.969 Jiwa

Wilayah Administrasi : Kecamatan : 33, Kelurahan : 12, Desa : 378
Website : http://www.malangkab.go.id/

(Permendagri No.66 Tahun 2011)

Sejarah

Ketika kerajaan Singhasari dibawah kepemimpinan Akuwu Tunggul Ametung yang beristrikan Ken Dedes, kerajaan itu dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Pusat pemerintahan Singhasari saat itu berada di Tumapel. Baru setelah muncul Ken Arok yang kemudian membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes, pusat kerajaan berpindah ke Malang , setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri. Kediri saat itu jatuh ke tangan Singhasari dan turun statusnya menjadi kadipaten. Sementara Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja yang bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana atau Dhandang Gendhis (1185 - 1222).

Kerajaan ini mengalami jatuh bangun. Semasa kejayaan Mataram, kerajaan-kerajaan di Malang jatuh ke tangan Mataram, seperti halnya Kerajaan Majapahit. Sementara pemerintahan pun berpindah ke Demak disertai masuknya agama Islam yang dibawa oleh Wali Songo. Malang saat itu berada di bawah pemerintahan Adipati Ronggo Tohjiwo dan hanya berstatus kadipaten. Pada masa-masa keruntuhan itu, menurut Folklore, muncul pahlawan legendaris Raden Panji Pulongjiwo. Ia tertangkap prajurit Mataram di Desa Panggungrejo yang kini disebut Kepanjen (Kepanji-an). Hancurnya kota Malang saat itu dikenal sebagai Malang Kutho Bedhah.

Bukti-bukti lain yang hingga sekarang merupakan saksi bisu adalah nama-nama desa seperti Kanjeron, Balandit, Turen, Polowijen, Ketindan, Ngantang dan Mandaraka. Peninggalan sejarah berupa candi-candi merupakan bukti konkrit seperti :

Candi Kidal di Desa Kidal Kec. Tumpang yang dikenal sebagai tempat penyimpanan jenazah Anusapati.
Candi Singhasari di Kec. Singosari sebagai penyimpanan abu jenazah Kertanegara.

Candi Jago / Jajaghu di Kec. Tumpang merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Wisnuwardhana.
Pada zaman VOC, Malang merupakan tempat strategis sebagai basis perlawanan seperti halnya perlawanan Trunojoyo (1674 - 1680) terhadap Mataram yang dibantu VOC. Menurut kisah, Trunojoyo tertangkap di Ngantang. Awal abad XIX ketika pemerintahan dipimpin oleh Gubernur Jenderal, Malang seperti halnya daerah-daerah di nusantara lainnya, dipimpin oleh Bupati.

Bupati Malang I adalah Raden Tumenggung Notodiningrat I yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16. Kabupaten Malang merupakan wilayah yang strategis pada masa pemerintahan kerajaan- kerajaan. Bukti-bukti yang lain, seperti beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII dalam bentuk Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil lainnya seperti Kerajaan Kanjuruhan seperti yang tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Prasasti itu menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, yang bila diperhitungkan berdasarkan kalender kabisat jatuh pada tanggal 28 Nopember 760. Tanggal inilah yang dijadikan patokan hari jadi Kabupaten Malang. Sejak tahun 1984 di Pendopo Kabupaten Malang ditampilkan upacara Kerajaan Kanjuruhan, lengkap berpakaian adat zaman itu, sedangkan para hadirin dianjurkan berpakaian khas daerah Malang sebagaimana ditetapkan.

Arti Logo

1. MERAH PUTIH = Perisai Segi Lima
2. MERAH = Tulisan Kabupaten Malang
3. KUNING EMAS = Garis tepi atap kubah
4. HIJAU = Warna dasar kubah
5. HIJAU = Gunung Berapi
6. PUTIH = Asap
7. PUTIH DAN HITAM = Keris
8. PUTIH = Buku terbuka
9. BIRU TUA = Laut
10. PUTIH = Gelombang laut ( Jumlah 19 )
11. KUNING EMAS = Butir padi ( Jumlah 45 )
12. PUTIH = Bunga kapas ( Jumlah 8 )
13. HIJAU = Daun kapas ( Jumlah 17 )
14. KUNING EMAS = Bintang bersudut lima
15. PUTIH DAN HITAM = Pita terbentang dengan sesanti Satata Gama Kartaraharja
16. KUNING EMAS = Rantai ( Jumlah 7 )

Jiwa Nasional Bangsa Indonesia yang suci dan berani, dimana segala usaha ditujukan untuk kepentingan Nasional berlandaskan Falsafah Pancasila dilukiskan dengan PERISAI SEGI LIMA dengan garis tepi tebal berwarna MERAH PUTIH.

KUBAH dengan garis tepi atapnya berwarna KUNING EMAS dan warna dasar HIJAU mencerminkan papan atau tempat bernaung bagi kehidupan rohani dan jasmani diruang lingkup Daerah Kabupaten Malang yang subur makmur

BINTANG BERSUDUT LIMA berwarna KUNING EMAS, mencerminkan Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan Falsafah Pancasila yang Luhur dan Agung.

UNTAIAN PADI berwarna KUNING EMAS, DAUN KAPAS berwarna HIJAU serta BUNGA KAPAS berwarna PUTIH mencerminkan tujuan Masyarakat adil dan makmur.

DAUN KAPAS berjumlah 17 (Tujuh Belas), BUNGA KAPAS berjumlah 8 (Delapan), GELOMBANG LAUT berjumlah 45 (Empat Puluh Lima) mencerminkan semangat perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945.
 
RANTAI berwarna KUNING EMAS mencerminkan Persatuan dan Keadilan GUNUNG BERAPI berwarna HIJAU mencerminkan potensi Alam Daerah Kabupaten Malang sedangkan ASAP berwarna PUTIH mencerminkan semangat yang tak pernah kunjung padam.

LAUT mencerminkan kekayaan alam yang ada di daerah Kabupaten Malang sedangkan warna BIRU TUA mencerminkan cita-cita yang abadi dan tak pernah padam.

KERIS yang berwarna HITAM dan PUTIH mencerminkan Jiwa Kepahlawanan dan Kemegahan sejarah Daerah Kabupaten Malang.

BUKU TERBUKA berwarna PUTIH mencerminkan tujuan meningkatkan kecerdasan rakyat untuk kemajuan.

Sesanti SATATA GAMA KARTA RAHARJA mencerminkan Masyarakat adil dan makmur materiil dan spirituil disertai dasar kesucian yang langgeng (abadi).

Nilai Budaya

TARI TOPENG DAN MACAPAT

Tari topeng ini telah lama dikenal oleh masyarakat Malang dan dahulu tari ini merupakan tradisi yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Setiap orang yang mengadakan upacaraatau pesta, selalu diawali dengan tari Beskalan.

Tari ini memiliki maksud sebagai pembuka dalam acara tersebut. Sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, Tari Topeng yang merupakan Identitas dari malang mulai ditinggalkan. Banyak kaum muda yang sudah enggan untuk melanjutkannya karena, merasa bahwa tari tersebut kunodan ketinggalan jaman. Hanya sebagaian kecil yang mau meneruskanya, itupun karena orang tua mereka ataupun dekan dengan penari topeng.

Kini tari topeng hanya memiliki sedikit penari yang bisa memainkanya, dan umur merekapun sudah terlalu tua untuk menari dengan baik. Menyikapi hal ini beberapa seniman topeng membuat suatu tempat pendidikan tari.Seperti diDusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, berdiri sebuah padepokan kesenian tari topeng Malangan Asmorobangun, yang di pimpin oleh Karimun.

Laki-laki yang sudah umurnya menginjak kepala delapan ini,telah lama malang melintang di dunia tari.Atas kesadarannya akan tari topeng yang kian hari semakin ditinggalkan generasi muda, dibuatlah padepokan itu. Dengan usaha yang gigih tidak mengenalwaktu, Karimun yang biasa dipanggil Mbah Mun ini,memberikan ilmu tari tersebut kepada pemuda yang tertarik tanpa memungut biaya.

Selain di Kedungmonggo,padepokan yang sama juga didirikan di Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang yang dipimpin oleh Muhammad Soleh. Sedangkan di Kecamatan jabung kesenian malah mendapat perhatian besardari masyarakat yang tergolong jauh dari pusat kota. Banyak anak kecil yang telah mahir untuk memainkan tari tersebut.

MACAPAT

Selain kesenian tari topeng malangan,seni membacakan suatu cerita dengan dilagukan juga pernah berkembang di Malang yaitu Macapat.

Seni membacakan cerita dengan di lagukan ini memiliki beberapa versi cerita diantaranya Layang Amat Mukamad dan Layang Yusuf. Layang atau (cerita)Amat Mukamat ini menceritakan tentang perjalanan dua bersaudara Amat dan Mukamat dari kejaran seorang juragan yang menuduh mereka mencuri makananya.

Dalam pembacaan cerita ini kadang diselingi dengan guyonan (canda) dari para pembaca ketika menceritakan dialog yang terjadi dalam cerita itu. Sedangka Layang Yusuf memiliki alur cerita yang hampir sama dengan kisah Nabi Yusuf dalam agama Islam.

Kesenian ini memiliki banyak versi, selain di Malang,Macapat juga berkembang di daerah Karangasem,Bali. Kesenian yang di gunakan sebagai alat untuk penyebaran agama Islam di Pulau Jawa olekh para wali ini berkembang pada abad ke -XIV.Ada beberapa kitab yang sampai saat ini masih belum dapat dibacakan secara bebas karena,isi cerita dari kitab tersebut masih dianggap kontrofersial .

Cerita ini sering dibacakan dalam acara selamatan (pesta masyarakat untuk memanjatkan doa ) menempati rumah baru atau memiliki anggota baru. Kini pembaca yang bisa dengan fasih membacakan sudah jarang, tinggal beberapa saja dan lanjut usia tua. Sutrisno , Sawab dan Wagimun adalah tiga pembaca yang biasa membawakan Macapat ini berada di Desa Gelagadowo, Kecamatan Tumpang sepertui halnya Mbah Mun, ketiga serangkai ini tengah berusaha menghidupkan kembali kesenian yang hampir mati tersebut.

Kekayaan kesenian Malang ini perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah terutama masyarakat dan generasi muda , karena tidak dilakukan akan hilang dan generasi penerus hanya tahu ceritanya saja. Sebagian seniman yang masih peduli dengan kesenian khas Malang, berusaha untuk melestarikan dengan mengundang dalam beberapa acara kesenian di Malang.

http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/35/name/jawa-timur/detail/3507/malang

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook