Bu Siti Rukayah, Guru SMPN 2 Kepanjen Meninggal Tertimpa Crane Mekah

Bu Siti Rukayah, Guru Agama Islam di SMPN 2 Kepanjen meninggal dunia di Mekah akibat tertimpa crane (alat penderek) pada Jum'at, 11 September 2015.

Saya baru sadar mengenai kabar duka ini pada malam ini setelah membuka facebook dan banyak ucapan dari teman facebook untuk Bu Siti Rukayah. Setelah saya browsing-browsing ternyata memang betul, Bu Siti Rukayah menjadi salah satu korban terjungkalnya crane karena angin kencang di Mekah waktu itu.

Saya pribadi, Rey Arifin, ikut berduka atas meninggalnya Bu Siti Rukayah, semoga Almarhumah Bu Siti Rukayah Diterima Amal Ibadahnya dan Diampuni Segala Kekhilafannya. Amiin...

Saya pribadi cukup mengenal Bu Siti Rukayah, sebab beliau juga merupakan Pelanggan Tetap RIZALmedia. Terakhir beliau mampir ke RIZALmedia karena mengeprintkan dokumen waktu itu. Dan juga, Bu Siti Rukayah sering bolak-balik ke RIZALmedia dan menemui saya waktu membuat Kalender SMPN2 Kepanjen tahun 2015 ini yang dibuat oleh RIZALmedia.

Berikut berbagai berita mengenai meninggalnya Bu Siti Rukayah dari berbagai sumber di internet :

Guru Agama SMPN 2 Kepanjen Jadi Korban Crane Masjidil Haram

Seorang guru agama di SMPN 2 Kepanjen, Siti Rukayah (42) menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Arab Saudi. Siti Rukayah saat ini, juga menjabat Wakasek Humas di sekolah tersebut. Rukayah tinggal di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Korban, berangkat haji dengan suaminya dari Kelompok Terbang (Kloter) 38 Embarkasi Surabaya. Saat kejadian, korban sempat berpisah dengan rombongan haji di Mekkah. Saat PPIH Mekkah mengeluarkan rilis resminya, nama Siti Rukayah ternyata menjadi korban jatuhnya crane Masjidil Haram.

Siapa sebenarnya Siti Rukayah? Rukayah dikenal sebagai guru agama yang dermawan. Ia, kerap membantu siapapun warga yang merasa kekurangan baik ekonomi dan segi apapun. Saat wartawan ke rumah duka, suasana berkabung masih menyelimuti rumah duka. Sejumlah tetangga Rukayah bahkan tak kuasa menahan tangis.

“Bu Rukayah orang baik. Sebelum berangkat haji, beliau sempat menitipkan jamaah pengajian yang dirintisnya sejak lama,” ungkap Jamiatun, tetangga korban sambil terurai air mata, Senin (14/9/2015) siang.

Selama hidupnya, Rukayah dikenal sebagai orang yang gemar menolong pada siapapun orang yang membutuhkan pertolongan. Sementara itu, Fatchurahman selaku Kasek SMPN 2 Kepanjen menambahkan, alamarhumah adalah orang yang sangat disiplin dan berkepribadian sangat baik. Sebagai seorang guru, ia menunjukkan dedikasi tinggi dan iktikad yang dilandasi agama.

“Bu Rukayah sangat berdedikasi tinggi pada bidangnya. Kami merasa kehilangan. Karena selama ini, Bu Rukayah dikenal orang sangat religius,” tandasnya.

Seluruh almamater SMPN 2 Kepanjen pun merasa kehilangan. Suasana duka juga ditunjukkan seluruh guru dilingkungan tersebut.

sumber : http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/247642/guru_agama_smpn_2_kepanjen_jadi_korban_crane_masjidil_haram.html

Siti Rukayah jadi korban crane, keluarga gelar tahlilan di rumah

Rumah Siti Rukayah binti Abdus Somad Dasimun (39) yang meninggal dalam insiden crane jatuh di Masjidil Haram Makkah ramai dikunjungi tetangga sejak siang. Rumah nomor 65 di Dusun Banjarsari RT 02 RW 03 Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang itu mendapat kunjungan para tetangga dan kerabat almarhumah yang ingin menyampaikan rasa duka cita.

"Kami bersama-sama aktif di GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam), almarhum sebagai sekretaris, kami anggotanya. Almarhum juga Ketua Muslimat NU Kecamatan Ngajum," kata Muina Maksum, guru yang juga rekan kerja almarhum, Senin (14/9).

Siti sehari-hari sebagai guru agama di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Kepanjen, sementara suaminya Abdullah juga guru agama di SMP 1 Kepanjen. Siti menjadi salah satu korban kecelakaan crane, sementara suaminya selamat.

Muina yang masih sepupu almarhumah mengaku mendapatkan kabar melalui SMS yang dikirimkan oleh anggota keluarganya. Dengan cepat kabar itupun menyebar pada teman dan tetangga.

"Orangnya sangat baik, nggak pernah menyakiti teman-teman. Akrab dengan semua orang," katanya.

Saiful Chozi, salah satu kerabat almarhumah mengungkapkan bahwa keluarga sempat berkomunikasi dengan almarhumah lewat anak pertamanya, Ida. Dalam perbincangan tersebut, almarhum mengungkapkan kalau sudah sampai di Arab Saudi.

"Tetapi Sabtu dikontak sudah tidak nyambung lagi, kemarin dicoba juga tidak nyambung," katanya.

Saiful mengaku tidak mau memberikan beban kepada keluarga yang sedang menjalankan ibadah haji. Sehingga komunikasi hanya melalui anak pertamanya.

Keluarga masih bingung, karena belum ada pemberitahuan secara resmi. Selama ini keluarga harus mencari informasi sendiri, baik melalui televisi maupun internet.

Terhitung malam ini keluarga besarnya akan menggelar tahlilan di rumah almarhum. "Kita akan tahlil, Insya Allah nanti malam langsung kita gelar tahlil," katanya.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/siti-rukayah-jadi-korban-crane-keluarga-gelar-tahlilan-di-rumah.html

Siti Rukayah Menunggu Suami Berwudu Saat Tertimpa Crane

Duka menyelimuti rumah keluarga Abdullah dan Siti Rukayah (50) di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Siti menjadi korban meninggal dalam insiden ambruknya alat penderek (crane) di Masjidil Haram.

Salah satu keponakan almarhum, Masruroh, mengatakan, Siti Rukayah berangkat ke Makkah bersama suaminya, Abdullah. Keduanya tergabung dalam Kloter 39 Emberkasi Surabaya.

Siti Rukayah merupakan guru agama Islam di SMPN 2 Kepanjen. "Ketua Muslimat Kecamatan Ngajum juga," kata Masruroh, ditemui di rumah duka, Senin (14/9/2015).

Saat crane konstruksi perluasan Masjidil Haram ambruk, Abdullah dan Siti Rukayah sedang menunggu masuk waktu salat. Namun Abdullah berada di kamar mandi untuk berwudhu.

Begitu kembali, dia melihat lokasi di mana Siti Rukiyah menunggu, sudah berantakan tertimpa crane. "Waktu itu tidak tahu di mana keberadaaannya (Siti Rukayah), sudah lari atau belum," kata Masruroh.

Kabar meninggalnya Siti Rukayah baru didapat keluarga pagi tadi. Keluarga pun mengaku ikhlas jenazah dimakamkan di Makkah. Sementara Abdullah melanjutkan ibadahnya. "Suaminya ingin almarhumah dimakamkan di Makkah," katanya.

sumber : http://news.okezone.com/read/2015/09/14/519/1213949/siti-rukayah-menunggu-suami-berwudu-saat-tertimpa-crane

Mimpi Keponakan Sebelum Crane Menewaskan Siti Rukayah

Mimpi Masruroh, keponakan dari Siti Ruakayah, yang melihat pohon pisang roboh di depan rumahnya ternyata menandakan bibinya tersebut menjadi salah satu korban crane di Masjidil Haram, Makkah.

Sebelum peristiwa itu, Musnaroh dua kali mimpi pohon pisang roboh di depan rumahnya. Semula dia menganggap itu hal biasa, namun setelah salah satu korban crane jatuh adalah keluarganya, ia menilai mimpi itu pertanda.

Siti Rukayah meninggalkan dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. "Ini haji kedua untuknya dan sekali untuk suaminya," kata Masruroh saat ditemui di rumah duka, Senin (14/9/2015).

Menurut dia, aktivitas korban sehari-hari memang sangat sibuk. Selain menjadi Ketua Muslimat NU Kecamatan Ngajum, Siti Ruakayah juga Sekretaris Guru Agama Islam se-Kabupaten Malang.

Selain menjadi guru sekolah formal, dirinya juga aktif mengajar ngaji di musala samping rumahnya.

Rencananya, acara kirim doa akan dilaksanakan nanti malam. Sejak kabar tersebut diterima keluarga, rekan sesama guru dan muslimat serta para tetangga secara bergantian takziah dan membacakan tahlil di rumah duka.

sumber : http://news.okezone.com/read/2015/09/14/519/1213961/mimpi-keponakan-sebelum-crane-menewaskan-siti-rukayah

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook