Insiden Tolikara & Aceh Singkil Bukan Salah Agama !


Insiden pembakaran Masjid di Tolikara, Papua, tidak mewakili Kristen, dan insiden pembakaran Gereja di Aceh, Singkil, tidak mewakili Islam. Akan selalu ada "orang tidak waras" dalam agama. Mereka tidak mewakili seluruh Umat Beragama. Mari kita yang waras tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi.

Penyebutan "orang tidak waras" dalam hal ini adalah bagi mereka yang masih intoleran, alias tidak memiliki toleransi.

Seseorang yang memiliki sikap toleransi akan selalu berfikir orang lain adalah seperti dirinya sendiri. Mereka sama dengan kita, memiliki perasaan yang sama. Sehingga, orang-orang yang memiliki toleransi, mereka akan selalu membawa kedamaian dimanapun dia berada.

Inilah yang diajarkan oleh nenek moyang kita di Indonesia yang ber-bhineka tunggal ika, sampai saat ini, sampai telah ada Pancasila dan Undang-Undang di negara kita.

Saya kira, sebenarnya lebih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa toleransi daripada mereka yang tidak memiliki toleransi (intoleran).

Hanya saja, seringkali orang-orang intoleran menjadi semakin banyak, saat seorang oknum intoleran berhasil mempengaruhi orang lain agar sama-sama intoleran. Apalagi bila oknum intoleran berhasil membuat kelompok-kelompok yang kemudian mengajak kelompoknya bersama-sama untuk tidak toleransi.

Jadi, mari lebih berhati-hati terutama untuk anggota keluarga kita yang masih sekolah, kuliah, atau yang masih polos. Jauhkan diri kita dan keluarga kita dari kelompok-kelompok yang dekat dengan sikap intoleran, seperti :

1. Merasa paling benar
2. Merasa paling suci
3. Mencari-cari kesalahan kelompok lain
4. Menyatakan berani melawan/perang dengan kelompok lain
5. Menyalahkan sistem bernegara Indonesia

Dan masih banyak yang lainnya...

Inti dari kelompok intoleran adalah selalu menebar kebencian di setiap kegiatan berkelompok-kelompoknya...

Dan sayangnya, sangat banyak kelompok intoleran berkedok kelompok agama. Waspadalah... waspadalah...

Share bila peduli.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Komentar Pembaca dengan Akun Google

1 komentar:

  1. aparat keamanan hendaknya tegas dalam mengambil sikap, bila ada ceramah agama yang menghasut dan mengajarkan intoleransi hendaknya tangkap dan adili. Tidak memandang mengaku agama apa.....

    BalasHapus

    Komentar Pembaca dengan Akun Facebook