Sebarkan ! Saat Kena Razia Polisi, Mintalah Ditunjukkan Surat Perintah


Taukah Anda? Sesuai PP No 80 tahun 2012 pasal 15 (ayat) 1-3 bahwa setiap pemeriksaan kendaraan harus disertai surat perintah tugas. Ini yang harus kita tanyakan kepada Petugas Kepolisian yang sedang merazia kita. Bila razia kendaraan ini tanpa surat tugas maka razia ini tidak resmi ditugaskan oleh Kepolisian Daerah setempat dan Anda berhak menolaknya.

Download : PP_NO_80_2012 Tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor

Namun, bila Anda menanyakan mengenai Surat Perintah Razia Kendaraan Resmi ini kepada Pihak Kepolisian yang sedang menggelar razia dan kebetulan para petugas saat itu tidak mau bekerjasama, atau lebih terkesan arogan kepada masyarakat, bukan melayani dengan ramah kepada masyarakat, mungkin Anda akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Joni Hermanto ini.

Silahkan cek, Joni Hermanto baru saja mengupload sebuah video di facebooknya dan telah dilihat oleh ribuan pengguna facebook saat ini, karena baru saja mengalami perlakuan yang terkesan arogan oleh petugas kepolisian saat diminta oleh Joni mengenai surat perintah razia ini.

Silahkan saksikan status dan videonya di bawah ini...

Sumber : https://www.facebook.com/vjjhony
https://www.facebook.com/vjjhony/videos/1200968186585031/

"MUNGKIN SUDAH TAKDIR SAYA UNTUK SELALU BERGESEKAN DENGAN KEANGKUHAN DAN KEAROGANAN POLISI DI JALAN RAYA"

Ya lagi-lagi saya mengalami pertiwa yang tidak mengenakan ini di jalan raya.
Peristiwa terjadi Kamis 22 Oktober 2015 sekitar Pukul 15:00 WIB di Jl Raya Padang Panjang - Solok, Gunung (200M setelah Kantor PT NPM) Padang Panjang. Saya yang melaju dari Bukittinggi menuju Batusangkar tiba-tiba di hentikan oleh salah seorang petugas yang melakukan razia di lokasi tsb. Petugas tsb langsung meminta saya untuk menunjukan surat-surat kendaraan saya, seperti biasa saya selalu bersikap kritis terhadap petugas di jalan raya guna meminimalisir praktek penyimpangan yang kerap di lakukan oleh sejumlah oknum maka sayapun menanyai surat perintah anggota tsb. Seakan tidak terima di tanyai surat perintahnya beliau lalu menghardik dan menggiring saya menuju mobil patroli yang terparkir disisi kanan jalan sambil berteriak kepada anggota yang lain untuk memegangi saya (emangnya saya maling?), sadar dengan kearoganan sikap mereka lalu saya mengeluarkan tablet dari dalam tas dan mengatifkan fitur perekam video untuk merekan aksi mereka. Lalu beliau memanggil komandannya yang belakangan di ketahui beliau adalah Kanit Lantas Polres Padang Panjang bernama Yadi Lubis. Seperti yang terdengar di video ini Pak Yadi Lubis berjalan kearah saya sambil setengah berteriak ke anggotanya "Mana pengendara yang melanggar itu?" dan salah seorang anggota menunjuk saya.

Merasa tidak melakukan pelanggaran spontan saya kaget di bilang pelanggar, saya lalu menghampiri beliau dan berkata "Maaf Pak saya tidak melanggar apapun", lalu beliau bertanya "Ada surat-surat kendaraan Bapak?", " Ada Pak, tapi tunjukan dulu surat perintah Bapak, sebagai petugas Bapak berhak memeriksa surar-surat kendaraan saya, pun saya sebagai pengendara juga berhak menanyai surat perintah tugas Bapak, jadi tolong hargai hak kita masing-masing" jawab saya.

Lalu beliau menggiring saya menuju kendaraan saya sambil meminta anggotanya mengambil surat perintah yang saya minta. Sadar aksinya saya rekam tiba-tiba salah seorang anggotanya berusaha merampas paksa tablet saya dengan kasar, namun saya berhasil mempertahankannya. Sampai akhirnya mereka membuka paksa helm yang saya kenakan lalu memotret saya, tidak terima diperlakukan kasar dan arogan seperti itu lalu saya mengatakan "Saya bukan pelaku kriminal yang pantas Anda perlakukan seperti ini, silahkan kalau mau memotret saya kembali" lalu salah seorang dari mereka menjawab "Gak ah, wajah Bapak jelek" (gak ngaca, kaye kecakapan aja tu orang). "Lalu kenapa Anda memotrek saya?" tanya saya, belum sempat beliau jawab lalu tiba anggota yang mengambil surat perintah tadi, setelah membaca surat perintah tsb akhirnya sayapun menunjukan SIM dan STNK saya ke Pak Yadi Lubis.

Lagi-lagi seakan tak terima dengan sikap kritis saya mereka berusaha mencari-cari kesalahan saya. Tiba-tiba salah seorang dari mereka berteriak "Geledah dia... Geledah dia" lalu beberapa anggota meminta saya untuk membuka jok sepeda motor saya lalu mereka memeriksanya, tak berhenti sampai disitu mereka juga memeriksa semua kelengkapan kendaraan saya mulai dari lampu utama, lampu sein, lampu rem, sampai hal yang tidak relevan seperti spido meter apakah berfungsi dengan baik atau tidak (kenapa gak sekalian aja periksa motornya bisa starter apa gak, akinya udah soak apa belum, businya masih berfungsi dengan baik apa gak, tali businya masih layak gak, motornya sudah ganti oli apa belum), karena tak kunjung menemukan kesalahan saya akhirnya mereka memeriksa barang bawaan saya dengan menggeledah isi tas saya. "Sekalian saja geledah kantong celana, kantong baju dan periksa juga badan saya pak" pinta saya.

Saya tidak akan berkomentar tendensius, silahkan masyarakat menilai sendiri. Yang pasti jika setiap anggota sadar akan hak dan tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas, mereka tidak akan tersinggung dan tidak akan arogan jika ada pengendara yang menanyai surat perintahnya, karena apa yang saya lakukan sesuai PP No 80 tahun 2012 pasal 15 (ayat) 1-3 yang mengatur setiap pemeriksaan kendaraan harus disertai surat perintah tugas.

Sebarkan buat yang lain !


Posted by Joni Hermanto on 22 Oktober 2015

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Komentar Pembaca dengan Akun Google

1 komentar:

    Komentar Pembaca dengan Akun Facebook