Aku Tak pantas Ucapin Hari Ibu, Hanya bisa mendampingi Ibukku hingga kini


Ibukku...

Ibuk, bisa mengasuh saya, menasihati saya, membimbing saya, mendukung saya, mengasihi dan menyayangi saya,
memasakkan masakan untuk saya, menyuguhkan makanan untuk saya, mencucikan baju saya, merawat saya, memberikan tenaga dan uang untuk saya, memperjuangkan saya, memberikan semuanya yang dia miliki untuk saya, itu SELAMA 29 tahun ini. :'(

Tapi saya tidak bisa memberikan hal yang sama untuk ibuk, bahkan sehari pun. Ibuk sudah berhasil merawat dan mengasuh saya selama 29 tahun, lalu apakah saya bisa mengasuh beliau selama 29 tahun juga ? jangankan selama itu, 29 bulan, 29 hari, 29 jam pun belum tentu bisa.

Saya merasa gak pantas menyampaikan hari ibu ke ibuk saya bila itu hanya retorika aja. Semoga saya betul-betul bisa membalas jasa beliau, paling tidak terus berada disamping beliau.

Hingga saat ini yang bisa saya lakukan hanya itu, tidak bisa berbuat seluar biasa seperti yang ibuk saya lakukan untuk saya. Hanya mendampingi ibuk saya aja. Saya tidak pernah kost, tidak pernah kerja jauh, karena saya hanya ingin setiap hari bersama ibuk saya, meski saya selalu mendapatkan omelan ibuk saya.

Saya sering cengeng dan nangis karena ibuk saya, bahkan sampai saat ini. Ya, biar orang mau bilang apa.

Bahkan hingga saat ini, alasan saya tidak-tidak mendapatkan pasangan, itu karena fisik saya, sikap saya, juga karena ketika ada perempuan yang mau dengan saya tapi tidak mau dengan ibuk saya, tidak bisa sopan, tidak bisa tulus menyayangi ibuk saya, tidak mau tinggal dengan ibuk saya, saya rela tidak punya pasangan sampai Ya ALLAH, lebih dulu saya yang dipanggil Sang Khalik atau ibuk saya, saya tidak akan mau berpisah dengan ibuk saya.

Hanya itu, saya belum bisa membalas apa-apa yang ibuk perbuat untuk saya selain saya hanya ingin ada disamping beliau, bahkan sampai saya bila diijinkan ALLAH untuk menikah nanti.

Prinsip boleh berbeda. Namun saya setuju, bila ucapan hari ibu baik memang diucapkan agar ibu senang, tapi saya yakin betul ibu itu jaaaaauuuhhh lebih senang dengan pembuktian sejauh mana kita mau berada disamping beliau.

Bila ada yang mengatakan, tinggal sendiri tidak dengan ibu itu untuk belajar mandiri, tidak mau merepotkan orang tua, padahal ibunya masih ada. Saya pernah mengatakan hal ini, saya ingin mandiri, tapi di hati kecil saya, karena justru saya tidak mau direpoti ibuk saya, tidak mau diganggu ibuk saya, gak tahan dengan omelan ibuk saya, begitu jahat saya ini.

Jadi, lebih baik orang-orang mengatakan kalau saya mbok-mboken, saya tidak mandiri, biarlah :) asal saya masih bisa bersama ibuk saya setiap hari sampai kapan pun TUHAN memisahkan kami. Syukur-syukur bila nanti ada seorang bidadari sebagaimana pun dia dan kehidupan dia tapi beliau mau menerima saya dan ibuk saya, akan sangat bahagia sekali saya.

- Rey Arifin -

(22 Desember 2015)

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook