Sejarah Nabi Muhammad dan Wawasan Hijriah (untuk Sambutan Memperingati Maulid Nabi)

Pembaca blog saya yang budiman, ini hanyalah sedikit wawasan yang semoga bermanfaat bagi semuanya.

Sebenarnya sedikit ketikan saya ini adalah untuk sambutan memperingati Maulid Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam di tempat tinggal saya saat ini, yakni di RT.7 / RW.1 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Monggo dibaca, bila perlu disebarkan, atau dibaca di depan umum saat peringatan Maulid Nabi di wilayah Anda. ^_^


SEJARAH KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SALALLAU ALAIHI WASSALAM

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah, kita pasti tahu, beliau, RasuluLLah Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam adalah sosok yang begitu mulia. Nabi terakhir untuk umat manusia, dalam rangka menyempurnakan akidah dan pertolongan bagi kita umat manusia melalui agama Islam.

Hadirin, ijinkan saya malam ini sedikit memberikan wawasan mengenai sejarah kelahiran dan perjuangan RasuluLLah, agar hati kita semakin sayang, semakin cinta, dan semakin semangat dalam meneladani beliau.

Sedikit juga kami sampaikan wawasan mengenai penanggalan hijriah untuk sedikit menambah wawasan kita bersama yang mungkin belum mengetahuinya.

Hadirin sekalian... Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam lahir di Makkah pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal pada tahun Gajah atau pada tahun 53 Sebelum Hijriah atau tanggal 20 April tahun 570 Masehi.

Sehingga bila saat ini kita memperingati kelahiran beliau pada tahun 1437 Hijriah, sejatinya kita sedang memperingati hari lahir beliau yang ke-1490 tahun dalam perhitungan Hijriah.

Atau bila dalam penanggalan umum, berarti saat ini tahun 2015 masehi, kita sedang memperingati hari lahir beliau yang ke-1445 tahun.

Mengapa berbeda? Mengapa lebih sedikit perhitungan di masehi yakni 1445 tahun, dan hijriah lebih banyak yakni 1490 tahun?

Ya, karena memang perhitungan penanggalan hijriah dengan masehi berbeda. Jumlah hari di tanggal umum masehi lebih banyak dalam satu tahun menjadikan hari lahir nabi terhitung lebih sedikit.

Bila Penanggalan Hijriah dalam satu tahun ada 354 hari kadang 355 hari.
Nah, dalam Masehi lebih banyak, yakni dalam satu tahun ada 365 hari kadang 366 hari.

Oleh sebab itu, ketika kita memperingati hari besar dalam Islam, seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha, termasuk Maulid Nabi, dan lain-lain ini selalu berbeda tanggalnya setiap tahunnya dalam penanggalan umum atau masehi.

Masehi adalah penanggalan umum yang sudah sebelumnya ada lebih lama.

Sedangkan Hijriah adalah penanggalan dalam Islam yang dirumuskan oleh Sahabat Nabi untuk memperingati Hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Jadi tahun 0 Hijriah adalah saat Nabi Hijrah, sedangkan setahun berikutnya adalah tahun 1 Hijriah, dan seterusnya. Jadi tahun 1437 Hijriah saat ini adalah sama dengan 1437 tahun yang lalu Nabi kita, Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam Hijrah.

Tentu saja keragaman dalam penanggalan ini adalah Rahmat dari Allah Subhanahu Wata’ala atas hasil pemikiran semua hambanya, semua umat manusia yang merupakan ciptaan-Nya.

Mari kembali ke pembahasan mengenai Nabi kita, Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam...

Sejak kecil Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam mencoba untuk menghindari dan meluruskan tradisi-tradisi jahiliyah termasuk penyembahan terhadap tuhan berhala. Sebab, sejatinya beliau telah disiapkan oleh ALLAH bahkan semenjak sebelum lahir untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Nabi telah paham dan yakin bahwa ALLAH tidaklah selemah patung berhala.

Nabi Muhammad kecil sudah mempersiapkan dirinya untuk dengan sebijaksana mungkin dalam menghindari tradisi jahiliah.

Pada usia yang ke-25 tahun, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang janda pengusaha berusia 40 tahun. Khadijah, istri nabi meninggal dunia di usia 64 tahun saat Nabi Muhammad berusia 49 tahun. Khadijah dengan setia menemani nabi hingga saat Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama pada saat usia 40 tahun. Saat itu adalah saat-saat Nabi mulai mendapat perintah langsung dari ALLAH untuk menyampaikan Islam. Saat-saat Nabi baru tersadar bila dirinya telah dilahirkan, telah disiapkan oleh ALLAH menjadi Nabi terakhir umat manusia, jauh sebelum beliau lahir.

Istri nabi selanjutnya setelah Khadijah meninggal, salah satunya adalah Aisyah yang juga begitu setia mendampingi beliau saat beliau berjuang dalam menyampaikan agama Islam dengan penuh toleransi, penuh kesantunan, dan penuh kasih sayang antar sesama umat manusia.

Kearifan, kebijaksanaan, kerahaman, kerendahan hati, dan kesederhanaan beliau dalam berdakwah membuat begitu banyak umat manusia yang mendapati kesejukan dan kedamaian saat berada di samping beliau, hingga akhirnya begitu banyak yang mendapatkan hidayah hingga memeluk agama Islam dengan penuh kedamaian dan kesadaran diri.

Berbagai kisah nabi dalam menyampaikan Islam, seperti yang sering kita dengar, tentu saja begitu banyak, dan mohon maaf belum bisa kami sampaikan pada kesempatan ini.

Hadirin sekalian, Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah di waktu Dhuha dengan usia 63 tahun.

Semoga kita bisa semakin mencintai beliau dan mampu meneladani sikap dan sifat beliau dalam berkeluarga, bermasyarakat, hingga berjuang di jalan Allah dengan penuh Kearifan, kebijaksanaan, kerahaman, kerendahan hati, dan kesederhanaan. Amiin... Amiin... Ya Robbal Alamiin...

Bagi yang ingin mendapatkan file MS Word dari file sambutan ini silahkan inbox di facebook saya : Rey Arifin (klik di sini)

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook