Saat Pertama Saya Belajar Blog pun Juga Membayar


Saya ingat betul saat saya baru pertama kali belajar ngeblog. Saat itu saya mengenal sosok Blogger yang juga adalah pembimbing pertama saya saat mengenal dunia bloging.

Pagi itu, saya terbangun dari tidur saya. Setelah menyelesaikan sedikit aktifitas rumah saya, saya langsung beranjak ke sebuah gedung sekolah dimana saya masih bekerja di situ tepatnya di sebuah stasiun radio komunitas milik sekolah itu.

Siang harinya, setelah saya pulang, istirahat dan makan, saya pun segera menuju ke sebuah kantor provider telekomunikasi di kota saya dimana saya akan bertemu dengan seseorang yang siap memberikan pembelajaran seputar blog kepada saya. Deal kerjasama ini dalam bentuk kursus private dengan nilai pembayaran sekian rupiah.

Nah, sejak saat itulah saya mulai mengenal dunia blog. Dari kursus private dengan seseorang yang sudah saya anggap sebagai guru saya pertama di dunia blog.

Hingga saat ini, saya pun sempat berfikir, mengapa saya harus kursus? mengapa saya harus membayar untuk sebuah proses belajar? Karena disitu ada penghargaaan yang ingin kita berikan kepada siapa pun yang bersedia meluangkan waktunya untuk kita. Karena di situ juga kita akan sadar untuk mendapatkan ilmu itu harus berkorban baik dalam hal tenaga dan uang. Karena bila kita membayar maka kita tidak akan mudah meremehkan proses belajar yang kita juga mengeluarkan modal.

Seperti halnya saat kita sekolah, kuliah, atau mengikuti seminar maupun workshop, kita selalu rela mengeluarkan uang untuk mendapat status, ijazah, bahkan ilmunya bukan? Nah, mari samakan pola berfikir kita juga demikian saat kita belajar di internet.

Ketika kita telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan luar biasa bermanfaat, seyogyanya kita juga bersedia memberikan apresiasi untuk yang telah memberikan wawasan, ilmu, atau hal-hal lain kepada kita.

Ini bisa kita lakukan dengan memberikan sesuatu materi kepada beliau atau mungkin hanya sekedar mengklik iklan di halaman website atau blog yang bersangkutan, atau turut mengshare artikel bermanfaat itu, atau juga memfollow sosial media yang bersangkutan dan membantu menyebarkan usaha atau namanya.

Demikian, karena hingga saat ini saya telah melakukan banyak hal tadi di internet, tanpa berfikir rugi hanya gara-gara mengklik iklannya atau mempromosikan usaha dan namanya ketika beliau telah betul-betul memberikan hal yang bermanfaat kepada saya, maka saya harus menyampaikan apa yang telah terbukti bermanfaat bagi saya ini.

Namun ingat, berbagai ilmu dan wawasan di internet pun memang ada yang tidak cocok / kurang cocok untuk kita. Ada juga yang bersifat virus, spam, mengganggu, mencuri, menipu, memperalat, sehingga kita juga harus jeli dalam memilah website atau blog atau seseorang yang ingin kita angkat sebagai guru.

Selama kita masih menganggap ilmu di internet itu harusnya semuanya gratis dan tiba-tiba ada, maka selama itu pula kita masih meremehkan / merendahkan ilmu yang ada di jagat internet internet ini yang pada akhirnya ilmu itu akan sulit bersedia tertanam pada diri kita, dan sulit diamalkan untuk hal-hal baik.

Namun, bila kita mampu menghargai semua ilmu yang ada dan menyerap hal-hal positifnya termasuk berusaha memberikan penghargaan kepada pemberi ilmu dan semuanya yang telah mendukung Anda mendapat ilmu itu, maka sejauh itu pula ilmu akan mampu bersedia kita serap sebanyak-banyaknya dan bisa kita amalkan sebaik-baiknya dengan berbagai energi positifnya.

- Rey Arifin -

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook