Benarkah ada Polwan di Kepanjen yang Hobi Nyubit Pengendara Gak Pakai Helm ?



Hari ini saya mendapatkan laporan dari seorang Warga Kepanjen yang juga merupakan kerabat saya. Sebuah laporan yang cukup unik, yakni adanya Polwan (Polisi Wanita) di area Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang suka nyubit pengendara yang tidak mengenakan helm.

"Mas, saya mau cerita, mbok keluhan saya ini dibantu dipublikasi, saya menyayangkan tindakan seorang polwan kepada saya sekitar 2 minggu yang lalu," keluh seorang ibu-bu kepada saya.

"Lho memang apa yang ingin dikeluhkan bu?," tanya saya.

Lalu ibu ini pun bercerita kepada saya :

"Dua minggu lalu di pagi hari, saya berangkat mengantarkan anak saya sekolah naik motor ke dua sekolah di Kepanjen, saya sendiri pengendara telah mengenakan helm. namun kebetulan anak perempuan saya (berseragam sekolah) yang sedang saya bonceng sedang tidak mengenakan helm.

Di perempatan Kepanjen dari arah selatan kebetulan sedang lampu merah, saya pun berhenti, lalu saya dihampiri oleh seorang Polwan yang sedang bertugas di sekitar perempatan Kepanjen.

Dia menegur karena anak saya yang tidak mengenakan helm, lalu saya pun dicubit keras sampai biru, berikut putri saya juga dicubit keras, polwan ini mencubit di lengan kiri saya atas siku.

Waduh mas, betapa malunya, seorang polwan mencubit saya seorang ibu-ibu di depan umum, di perempatan kepanjen dengan keras seperti itu, saya sangat malu.

Saya juga paham, saya ini sedang salah atau lalai, namun bagi saya daripada saya menanggung malu karena saya seorang ibu-ibu yang bukan lagi remaja yang dicubit di depan umum, maka, lebih baik saya ditilang saja. Ditilang dengan bahasa yang lebih santun, saya lebih menghargai.

Dan saya juga mengharapkan bila ada penilangan di wilayah Kecamatan Kepanjen, harap pengendara lain atau yang dibonceng yang masih sering tidak mengenakan helm di Kepanjen terutama saat malam hari juga ditindak, jangan hanya satu atau dua orang saja." cerita ibu ini kepada saya.

Ibu ini juga sempat menceritakan hal ini kepada beberapa tetangga dan teman-teman sesama wali murid, kok kebetulan ada juga yang mengalami hal serupa. Anaknya dicubit oleh seorang Polwan di depan SD Negeri Kepanjen 7, saat melintas naik motor kebetulan juga tidak mengenakan helm.

"Teman saya mengatakan kalau memang ada seorang polwan di Kepanjen memang yang hobi nyubit, sayangnya saya tidak tau nama polwan tersebut." tutup cerita ibu ini kepada saya.

Nah, ini adalah cerita dari seorang ibu-ibu yang sangat saya kenal dengan baik. Tidak mungkin beliau berbohong kepada saya.

Saya harap dengan ulasan saya ini, ada klarifikasi dari Kepolisian di Kepanjen atau instruksi perubahan kebijakan penanganan pelanggaran peraturan lalu lintas yang lebih sopan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yakni ditilang dan diproses sesuai dengan prosedur yang benar, bukan merupakan pungli (pungutan liar) atau penindakan yang kurang sesuai dengan prosedur atau adat ketimuran apalagi kepada seorang ibu-ibu yang berkata dan berlaku sopan kepada polisi.

Penindakan tegas seperti push up mungkin cocok untuk seorang laki-laki mungkin atau yang masih remaja, yang ugal-ugalan, dengan knalpot bising dan sepeda motor yang tidak standart, karena penanganan harusnya disesuaikan dengan etika seorang pelanggar lalu lintas itu sendiri, juga termasuk usia dan jenis kelamin, dan tingkatan berat pelanggaran yang dilakukan. Dan yang lebih utama penanganan sesuai prosedur yakni ditilang dengan uang denda yang masuk kepada negara.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook