Daftar "Prestasi" FPI untuk Indonesia ! (Kekerasan, Pengrusakan, Kerusuhan, Melawan TNI/Polri, Kekacauan, Penghinaan kepada Negara atas nama Islam)



Saya sampai heran buuanyak sekali "prestasi" negatif FPI di bawah ini, kok sampai saat ini ormas yang mengatasnamakan Islam tapi membawa wajah buruk bagi Islam ini belum-belum saja dibubarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Saya sependapat dengan banyak pihak, sepertinya memang jelas sekali beberapa oknum pemerintah kita sebagian masih mendukung keberadaan FPI di Indonesia, sebagai peminjam tangan untuk kepentingan politik, contoh kecil melawan tokoh politik yang tidak disukai oleh kelompok lawan politik.

Daftar "Prestasi" FPI untuk Indonesia :

FPI menghina PANCASILA ada di pantat :


24 Mei 1999 : DPP FPI menangkap seorang mahasiswa Universitas Tarumanegara yang bernama Pilipus Cimeuw yang telah menurunkan spanduk FPI yang dipasang di jembatan penyeberangan di depan kampusnya karena tersinggung dengan isi tulisan spanduk yang berbunyi "Awas Waspada! Zionisme & Komunisme Masuk di Segala Sektor Kehidupan!

13,18, 22 September 1999 :  Laskar Pembela Islam (FPI) menutup dengan paksa tanpa melibatkan kepolisian atau TNI yakni tempat perjudian di Petojo Utara dan tempat pelacuran di Ciputat, Tanah Abang, Jakarta, dan diskotek Indah Sari di Petamburan, Tanah Abang.

12 Desember 1999  : Gedung Balai Kota DKI Jakarta diduduki selama 13 jam oleh Laskar Pembela Islam menuntut penutupan tempat hiburan selama bulan suci Ramadhan dan minggu pertama Syawal.

24 Juni 2000 : 300 orang anggota FPI menyerang kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jl. Latuharhary, Jakarta Pusat, memprotes laporan yang dikeluarkan oleh komisi tersebut perihal Peristiwa Tanjung Priok pada 1984. Para penyerang menuntut pembubaran Komnas HAM

10 Agustus 2000 : DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Maklumat Pengembalian Piagam Jakarta, menentang Pancasila yang telah disahkan.

15 Agustus 2000 : Mabes Laskar Pembela Islam mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang penolakan Calon Presiden Wanita pada Milad FPI ke-2 dengan tema Pawai Piagam Jakarta.

27 Agustus 2000 : Ratusan massa FPI berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta.

11 Oktober 2000 : Ratusan demonstran FPI menolak perwakilan Yahudi dari Israel yang akan menghadiri konferensi Inter-Parliamentary Union ke-104 di Jakarta. Para demonstran membawa spanduk yan antara lain bertuliskan "Haram, Yahudi menginjakkan kaki di bumi Indonesia", "Israel datang kami bantai" dan "Tolak delegasi imperialis Israel", spanduk-spanduk provokatif dibentangkan berisi agar warga negara Indonesia membenci dan menolak umat beragama selain Islam, terutama Yahudi.



4 Mei 2001 : Kantor SCTV di Jakarta diprotes FPI karena menayangkan telenovela Esmeralda, yang di dalamnya ada tokoh antagonis bernama Fatimah. FPI menolak telenovela ini dan memaksa SVTV untuk menghentikan acara tersebut, karena nama Fatimah tokoh antagonis sama dengan nama putri Nabi. SCTV akhirnya menghentikan tayangan tersebut. Dalam hal ini FPI bertindak tanpa atau melangkahi pemerintah yakni Komisi Penyiaran Indonesia.

27 Agustus 2001 : Sekitar seribu massa FPI melakukan long march dari Gedung DPR/MPR melewati Jalan Sudirman hingga Bundaran HI. Aksi ini ditujukan untuk pemberlakuan hukum dan sistem pemerintahan syariat Islam di Indonesia, menggantikan pemerintahan RI saat ini yang dianggap tidak benar / tidak sesuai dengan Islam.

9 Oktober 2001 : FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air.

15 Oktober 2001 : Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon kepolisian mengepung kantor FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Barat dan terjadi bentrokan

7 November 2001 : Bentrokan terjadi antara Laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar FPI.

28 Januari 2002 : FPI Maluku menggugat Kapolri, Kapolda Maluku dan Kapolres Ambon yang Kapolri dianggap melakukan perbuatan melawan hukum dan diskriminasi hukum dengan mengabaikan laporan ke Polres Ambon pada 26 Maret 2001 tentang keterlibatan Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Gereja Roma Katolik (GRM) Keuskupan Amboina dalam konflik di Ambon.

15 Maret 2002 : Panglima FPI, Tubagus Muhammad Sidik menegaskan, masyarakat umum boleh melakukan sweeping/menutup secara sepihak tanpa melibatkan kepolisian/pemerintah terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan sesuai Islam. Pada hari yang sama, sekitar 300 masa FPI akhirnya merusak sebuah tempat hiburan Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No. 241, Karet, Jakarta.

24 Mei 2002 : Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di bawah pimpinan Tubagus Sidiq menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

26 Juni 2002 : Usai berunjuk rasa menolak pencalonan kembali Sutiyoso sebagai gubernur Jakarta di Gedung DPRD DKI, massa FPI merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe.

4 Oktober 2002 : Sweeping, merusak, menutup paksa ke tempat-tempat hiburan. Hiburan versi FPI saja yang boleh untuk menghilangkan penat kita sebagai manusia biasa, entah hiburan dalam bentuk apa, semua hiburan harus sama dengan keinginan FPI.

20 April 2003 : Ketua FPI Rizieq ditahan karena dianggap menghina polisi dalam dialog di SCTV dan Trans TV. Ia sempat dibawa kabur pendukungnya, tapi akhirnya divonis tujuh bulan kurungan.

21 April 2003 : Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab dilarikan massa pendukungnya ke markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat, padahal ia harus diserahkan ke Lembaga Permasyarakatan Salemba dari Kejaksaan Tinggi DKI.

23 April 2003 : Koordinator lapangan FPI, Tubagus Sidik ditangkap tiga tim buser Polres Jakarta Barat. Menurut Polda Metro Jaya, Sidik ditangkap di rumahnya di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, sebagai buntut dari aksi pengeroyokan yang dilakukannya bersama sepuluh anggota laskar FPI terhadap seorang pria di jalan tol sehari sebelumnya.

22 Mei 2003 : Koordinator lapangan laskar FPI Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol dan mereka ditangkap 23 Mei 2005.

27 Juni 2003 : FPI menyerang kontes miss waria di Gedung Sarinah Jakarta.

29 Juli 2003 : Ketua FPI Rizieq dituntut hukuman tujuh bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

5 Agustus 2003 : FPI dan FUI mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu.

16 Oktober 2003 : FPI mengusir jemaah Umat Kristen yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur.

18 Oktober 2003 : Anggota FPI membawa senjata tajam saat berdemo do Polres Metro Jakarta barat.

2 Agustus 2003 : Dewan Pimpinan wilayah FPI Kabupaten Purwakarta Jawa barat meminta pengelola sebuah taman kanak-kanak Kristen menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan umat Kristen ini.

23 Oktober 2003 : FPI kembali menghalangi jemaah kristen yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong-mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan.

18 Desember 2003 : FPI menyatakan akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran setelah pertemuan dengan wakil presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden. FPI mengklaim akan menempuh jalur hukum dalam upaya-upaya menghentikan "praktik-praktik kemaksiatan". Paradigma baru itu akan diputuskan dalam musyawarah nasional pertama FPI, 19-21 Desember 2003, di Jakarta, tapi hal ini tidak terbukti hingga sekarang, FPI kembali menggunakan cara kekerasan, paksaan, ancaman, dan sepihak tanpa melibatkan hukum/TNI/Polri.

22 Agustus 2004 : FPI menyatakan sikap golput (golongan putih, alias netral) dalam pemilihan umum presiden Indonesia 2004, tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada individu masing-masing jika tetap ingin memilih.

3 Oktober 2004 : FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur Katolik sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. Front Pembela Islam(FPI) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara, yang sudah digunakan selama sepuluh tahun.

22 Oktober 2004 : FPI melakukan pengrusakan kafe dan terjadi keributan dengan warga di Kemang.

27 Oktober 2004 : Ketua PP Muhammadiyah minta FPI hentikan aksi kekerasan.

28 Oktober 2004 : FPI bertekad tetap melakukan sweeping tempat hiburan selama bulan Ramadan.

1 November 2004 : 500 anggota FPI merusak kafe dan bentrok dengan Forum Masyarakat Kemang.

27 Juni 2005 : FPI menyerang acara kontes Miss Waria di gedung Sarinah, Jakarta.

9 Juli 2005 : Sekitar 400 orang beratribut FPI menyerbu kampus Mubarak. Mereka memberi ulitmatum, dalam hitungan 7 x 24 jam, FPI akan bertindak lebih tegas lagi.

2 Agustus 2005 : Dewan Pimpinan Wilayah FPI Kabupaten Purwakarta, meminta pengelola TK Tunas Pertiwi Kristen di Jalan Raya Bungursari untuk menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.

22 Agustus 2005 : FPI melakukan penutupan paksa Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung.

23 Agustus 2005 : Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu.

5 September 2005 : Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh FPI.

19 September 2005 : FPI diduga di balik penyerbuan Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

16 dan 23 Oktober 2005 : FPI mengusir Jamaat Nasrani yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur.

14 Maret 2006 : FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo.

12 April 2006 : FPI menyerang dan merusak kantor majalah Playboy Indonesia. Massa merusak kantor Majalah Playboy Indonesia di Gedung ASEAN Aceh Fertilzer. Mereka menghancurkan kaca-kaca gedung. Dua polisi terluka. Aksi ini dilakukan lantaran penolakan FPI terhadap majalah yang bermarkas di Cilandak, Jakarta Selatan, ini dengan alasan berbau pornografi.

20 Mei 2006 : Anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai jadi tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid AT-Taqwa RT02/06, Jati Sampurna, Pondok Gede, Bekasi. Aksi berakhir dengan perusakan tempat hiburan.

21 Mei 2006 : FPI, MMI, HTI dan FUI mengusir K. H. Abdurrahman Wahid dari forum dialog lintas etnis dan agama di Purwakarta, Jawa Barat.

21 Mei 2006 : FPI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon, yang menolak RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi.

25 Mei 2006 : FPI melakukan perusakan terhadap sejumlah tempat hiburan dan warung minuman di Kampung Kresek, Jatisampurna, Bekasi. Front Pembela Islam (FPI) cabang Bekasi, mengepung kantor Polres Metro Bekasi. FPI Bekasi mengepung kantor Polres Metro Bekasi.

20 Juni 2006 : Sejumlah anggota FPI terlibat bentrok dengan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) di Jalan Kramat Lontar Paseban Senen, Jakarta Pusat.

29 Maret 2007 : Serangan terhadap massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) yang sedang menyampaikan aspirasinya di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Massa FPI yang jumlahnya ratusan orang tiba-tiba menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan pukul 11.20 WIB. FPI menuduh bahwa Papernas adalah partai politik yang menganut paham Komunisme.

1 Mei 2007 : Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi Front Pembela Islam (FPI) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY). Ketegangan yang terjadi di depan Museum Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta tersebut karena FPI dan FAKI menuduh gerakan ARPY terkait dengan Partai Persatuan Nasional (Papernas) yang menurut mereka beraliran komunis. Kericuhan hampir memuncak saat seorang massa FAKI menaiki mobil koordinator aksi, dan dengan serta merta menarik baju koordinator ARPY yang saat itu sedang berorasi.

9 Mei 2007 : Puluhan anggota FPI mendatangi diskotek "Jogja Jogja" dan mengusir orang-orang yang bermaksud mengunjungi tempat hiburan ini. Alasannya, diskotek ini menggelar striptease secara rutin.

12 September 2007 : FPI merusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena dianggap sesat.

24 September 2007 : Di Ciamis, FPI merusak warung yang buka pada bulan puasa serta memukuli penjual dan pembelinya. Alasannya mereka menjual barang-barang haram (seperti minuman keras) di bulan Ramadan.

28 September 2007 : Ratusan anggota FPI bentrok dengan polisi saat personel Polres Jakarta Pusat membubarkan konvoi sepeda motor sekitar 600 anggota FPI. Konvoi tak berizin.

29 September 2007 : FPI merazia beberapa warung makan di Tasikmalaya.Setiap warung yang kepergok menyiapkan makanan siap saji langsung ditutup.

2008 : Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan pada 2008 terdapat 8 kasus kekerasan dan pengrusakan yang dilakukan FPI dan Forum Betawi Rempug. Pada 2009 terdapat 40 kasus kekerasan oleh FPI, FBR, dan Barisan Muda Betawi (BMB), dan pada 2010 terdapat 49 kasus oleh FPI dan FBR.

1 Juni 2008 : Massa FPI menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak di sekitar Monas. Massa AKK-BB waktu itu sedang merayakan hari Pancasila. 27 aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), yang berdemo memprotes surat keputusan bersama Ahmadiyah, mengalami luka-luka dianiaya massa FPI. Tak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut.

4 Juni 2008 : Rizieq dan 59 pengikutnya diciduk di markasnya terkait penyerangan AKKBB

24 September 2008 : FPI merazia dan merusak sejumlah warung nasi dan pedagang bakso di wilayah Pasar Wetan, Tasikmalaya, karena berjualan makanan pada bulan Ramadan.

2 September 2009 : FPI bersama Front Anti Komunis Indonesia memprotes Jawa Pos karena menulis seorang tokoh pertempuran Surabaya yang diduga beraliran komunis.

9 Oktober 2009 : Front Pembela Islam (FPI) mendemo dan mengancam rumah produksi Maxina Picture di Komplek Hotel Ibis Mangga Dua yang hendak mendatangkan aktris porno Jepang Maria Ozawa alias Miyabi.

30 April 2009 : Puluhan orang yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) mendatangi Hotel Bumi Wiyata di Jalan Margonda Raya, Beji, Depok, Jawa Barat membubarkan Seminar Waria yang sedang berlangsung. Sejumlah gelas dan piring hancur menjadi sasaran amuk massa. Zaenal Abidin, salah seorang pembicara yang juga perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), menjadi sasaran kemarahan massa saat mencoba menjelaskan materi acara. Salah seorang anggota FPI pun memukulnya.

28 Mei 2009 : Saat perayaan waisak dan salat jumat seacara bersama FPI melakukan pembongkaran paksa patung naga di kota Singkawang.

24 Juni 2009 : FPI membubarkan secara paksa pertemuan komisi IX DPR di Banyuwangi. FPI Banyuwangi bersama Forum Umat Beragama dan LSM Gerak membubarkan acara sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX DPR karena diduga acara temu kangen anggota eks-Partai Komunis Indonesia.

8 Agustus 2009 : Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) menyerang jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur pukul 9 pagi di Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

10 Agustus 2009 : Ratusan orang dari massa FPI dan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) merusak paksa papan nama Jamaah Ahmadiyah yang terpasang di Masjid An Nur, jalan Bubutan gang 1 no. 2, Surabaya.

28 September 2009 : FPI memaksa penghentian Festival Film Q, yang bertema gay, lesbian, dan transeksual di Pusat Kebudayaan Belanda.

23 Oktober 2009 : FPI menurunkan dan membongkar Patung Buddha Tanjung Balai.

9 Desember 2009 : Panti Asuhan di Tasikmalaya Diancam Dibakar FPI



10 Februari 2011 : Juru bicara FPI, Munarman mengancam akan menggulingkan Pemerintahan SBY jika berani membubarkan FPI. Ancaman itu dikeluarkan dalam menanggapi pernyataan Presiden di Kupang yang mengatakan "ormas yang terbukti melanggar hukum melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, jika perlu harus dibubarkan." Pernyataan itu dilontarkan tidak lama setelah tragedi penyerangan jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten.

28 Januari 2011 : Masjid An-Nushrat di Makassar diserbu anggota Front Pembela Islam. Pada saat pemuka Ahmadiyah Sulawesi Selatan sedang mengadakan pertemuan,massa penyerbu merusak papan nama dan perabot masjid.

29 Januari 2011 : Puluhan massa FPI berunjukrasa memaksa Jamaah Ahamadiyah pergi dari Makassar.

4 Maret2011 : Massa FPI membuat onar dan membakar markas Ahmadiyah di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu.

4 Maret 2011 : Massa FPI membakar warung makan yang pemiliknya anggota Jemaah Ahmadiyah di Kota Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

13 Maret 2011 : Masjid Ahmadiyah di Kampung Cisaar, Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, menjadi sasaran serbu ratusan massa. Akibatnya, beberapa bagian bangunan dirusak. Massa juga membakar kitab dan buku Ahmadiyah.

30 Maret 2011 : Sebuah rumah milik tokoh Ahmadiyah di Kampung Tolenjeng, Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya dirusak.

26 Juli 2011 : Massa FPI merusak gedung tempat pertemuan waria di Purwokerto, Jawa Tengah.

8 Agustus 2011 : Sekitar 30 orang FPI mengobrak-abrik warung Coto Makassar di Jl. AP Pettarani, Makassar karena tetap buka siang hari saat bulan puasa.

8 Agustus 2011 : Massa FPI merusak warung makan milik Rudi dan Hajjah Adriani.

12 Agustus 2011 : Massa FPI merusak warung makan milik Restoran Topaz Makassar.

13 Agustus  2011 : Massa FPI membuat onar dan membakar markas Ahmadiyah di Makasar.

14 Agustus 2011 :  Massa FPI merusak warung makan milik seorang ibu di Ciamis.

16 Agustus 2011 :  Kapolda memperingatkan: FPI Jangan Semena-mena

20 Agustus 2011 :  Massa FPI sweeping warung makan yang menjual dagangannya pada siang hari di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat. Aksi tersebut dilakukan agar para pemilik warung menghormati umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dan tidak buka warung selama puasa.

27 Agustus 2011 :  Massa FPI mengeruduk kantor SCTV dan mendesak stasiun televisi itu membatalkan penayangan film berjudul '?'. FPI menilai Film '?' menggambarkan umat islam itu bengis dan jahat.

28 Agustus 2011 :  Ratusan anggota FPI merusak mobil Daihatsu Luxio di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Mobil tersebut diduga milik seorang penjual minuman keras. Di Matraman Raya, Cempaka Putih, massa FPI bentrok dengan pemuda.

23 September 2011 :  Massa FPI mengancam dan menyerang prosesi pernikahan umat kristen yang berlangsung di Gereja Pantekosta Jatinangor.

9 Oktober 2011 :  FPI berdemonstrasi di depan kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduru dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta mariam air.

15 Oktober 2011 :  FPI terlibat bentrokan dengan aparat Polda Metro Jaya di Jalan Petamburan III Jakarta.

28 Oktober 2011 :  Ratusan anggota FPI bentrok dengan anggota Polres Metro Bekasi saat menggelar unjuk rasa di depan Sekolah Yayasan Mahanaim di Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat. Unjuk rasa itu digelar karena FPI menilai yayasan sekolah telah melakukan pemurtadan agama terhadap warga Bekasi sejak tahun 2008 silam. Dalam aksi itu, massa FPI melempari bangunan Sekolah Yayasan Mahanaim, dengan batu dan benda keras lainnya.

7 November 2011 :  Bentrokan antara Laskar Jihad dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.



12 Januari 2012 : Massa dari FPI dan Forum Umat Islam (FUI) demo di depan kantor Kemendagri. Massa kemudian melempari gedung Kemendagri dengan batu dan telur busuk. Aksi protes dilakukan atas pembatalan Perda Miras oleh pihak Kemendagri. Massa FPI merusak dan ricuh di Gedung Kemendagri.

11 Februari 2012 : Kedatangan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dan rombongan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah ditolak oleh sekitar 800 orang dari Suku Dayak memakai ikat kepala merah dan ada juga yang membawa senjata tradisional seperti tombak dan mandau di Bandara Udara Cilik Riwut Palangkaraya. Rombongan FPI tidak jadi turun pesawat dan pesawat kembali ke Jakarta tanpa mengangkut penumpang. Sebelumnya pendirian cabang provinsi Kalimantan Tengah ditolak ormas dan warga suku Dayak.

14 Februari  2012 :Keempat simpatisan FPI memukul Bhagavad Sambada, Koordinator aksi "Indonesia Tanpa FPI".

21 Februari 2012 : Massa FPI mengepung ruko yang sedang mengadakan pengobatan gratis.

28 Februari 2012 : Massa FPI terlibat bentrok dengan massa Front Jihad Islam (FJI) di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

6 Maret 2012 : Tiga anggota FPI membawa senjata tajam di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

6 Mei 2012 : Massa FPI memukul Aktivis Perdamaian SEJUK (Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman) di HKBP Filadelfia Bekasi.

7 Mei 2012 : Massa ormas Islam termasuk FPI menyetop pembangunan tempat ibadah non muslim di Yogyakarta.

21 Mei 2012 : Massa FPI mengancam akan membubarkan paksa konser Lady Gaga di Jakarta; membeli 150 tiket untuk dapat masuk ke dalam arena konser.

1 Juli 2012 : Massa FPI merusak Kantor Polisi Mapolsek Ciawi.

10 Agustus 2012 : Massa FPI Makasar merusak klenteng Xian Ma, klenteng Kwan Kong, dan klenteng Ibu Agung Bahari.

22 September 2012 : Massa FPI Jakarta menyegel Seven Eleven di Pejaten.

25 September 2012 : Massa FPI bentrok dengan polisi ketika mencoba menyerang restoran cepat saji di Mal Ciputra Semarang.

30 September 2012 : FPI Banjarmasin menyerang tempat hiburan malam

6 Desember 2012 : Sekretaris FPI Jateng Emosi di Kantor PTUN Semarang

7 Desember 2012 : FPI Tanjung Pinang diusir warga

10 April 2013 : Motor Diambil Paksa, FPI Serbu Leasing.

18 April 2013 : Massa FPI mendobrak ruang kerja Walikota Depok.

8 Juli 2013 : FPI terlibat bentrok dengan Warga Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, ketika melakukan pawai dan razia di sejumlah lokalisasi. FPI dan warga sekitar terlibat cek-cok yang berakibat tewasnya seorang warga akibat tertabrak mobil Avanza yang dikemudikan anggota FPI.

12 Agustus 2013 : FPI terlibat adu bacok dengan warga Desa Kandang Semangkon, Lamongan, Jawa Timur, yang diawali aksi penganiayaan anggota FPI kepada tiga orang warga di sebuah rental Playstation.

14 September 2013 : Massa FPI gagal menyeberang ke Bali untuk menggagalkan kontes Miss World 2013.

5 Desember 2013 : Massa FPI dan Garis Reformis Islam (GARIS) menggelar aksi demonstrasi menolak Pekan Kondom Nasional di depan Kementerian Departemen Kesehatan, Jakarta.

17 Desember 2013 : Munarman, wakil bicara FPI, menilai Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama goblok dan asal jeplak karena mendukung identitas agama tak perlu dicantumkan dalam kolom Kartu Tanda Penduduk (KTP)

30 Desember 2013 : Kepolisian Kota Depok, Jawa Barat, menangkap lima orang anggota FPI lantaran melakukan razia disebuah toko minuman di Cimanggis. Polisi menangkap mereka karena terindikasi anarkis dalam melakukan aksinya.

Konsep Indonesia menjadi new suriah (negara konflik karena agama) semakin dekat akibat gerakan FPI, HTI, dan ormas radikal lainnya.

9 Februari 2014 : 5 Aksi FPI bubarkan diskusi

22 Maret 2014 : FUI Kota Bekasi mengepung Gereja Katolik St. Stanislaus Kostka

15 September 2014 : FPI mengeluarkan Maklumat Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam & Markas Daerah Laskar Pembela Islam DKI Jakarta Tentang Penolakan Pemimpin Kafir

03 Oktober 2014 : Kejadian ini terjadi ketika FPI melakukan unjuk rasa menolak pengangkatan Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Bentrokan yang awalnya damai, berujung rusuh yang melukai belasan anggota polisi. Kepolisian berhasil menangkap koordinator sekaligus otak kerusuhan, Novel Bamukmin, bersama 21 anggota FPI lainnya. Aksi Anarkis Massa FPI Sudah Dirancang

4 Oktober 2014 : Tolak Ahok, FPI Kerahkan Massa Luar Jakarta. Aksi ini juga didukung oleh Sri Bintang Pamungkas, Eggy Sudjana, dan Faizal Assegaf

14 Oktober 2014 : Tolak Ahok, FPI Gelar Aksi Sejuta Umat

23 November 2014 : Habib Rizieq mewajibkan Anggota FPI Ikut Aksi Lengserkan Ahok dengan alasan pemimpin kafir (tidak Islam) tanpa mempedulikan prestasi, keberhasilan kebijakan, dan ketegasan Ahok dalam melawan ketidakbenaran di ibukota.

1 Desember 2014 : Front Pembela Islam dan massa Gerakan Masyarakat Jakarta, yang terdiri dari 90 ormas termasuk Forum Betawi Rempug, melantik Fahrurrozi Ishaq sebagai Gubernur Rakyat Jakarta atau Gubernur Tandingan. Pelantikan ini dilakukan di sela-sela demo penolakan Gubernur Ahok di depan Gedung DPRD DKI Jakarta.

25 Februari 2015 : Dilarang FPI, Seminar Korban 1965 di Solo Dibatalkan

24 Maret 2015 : Tolak Ahok, Gerakan Masyarakat Jakarta dan Front Pembela Islam Kepung Kantor DPRD DKI

17 Mei 2015 : Aksi KODAM FPI di Banda Aceh Dihadang Polisi

12 Juni 2015 : Alasan FPI dan Warga Gerebek Jemaah Ahmadiyah di Tebet

17 Juli 2015 : "Sebelum para jihadis dari seluruh pelosok Tanah Air turun ke Papua untuk mengeksekusi mereka dengan prinsip : Luka dibayar dengan luka, dan darah dibayar dengan darah, serta nyawa dibayar dengan nyawa," lagi Rizieq menegaskan seruan FPI Atas Insiden di Tolikara Papua.

6 Agustus 2015 : Dapat Ancaman FPI, Temu Nasional Korban 1965 Dibatalkan

8 Agustus 2015 : FPI soal Kafir: Kami Enggak Bisa Toleransi Penyimpangan. Front Pembela Islam (FPI) menilai putusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 tentang imbauan tidak mudah mengkafirkan orang masih terlalu umum. Ketua FPI Muchsin Alatas meminta agar Muhammadiyah memperjelas batasan tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memaknai Islam.

Sumber seluruh data di atas adalah berbagai media nasional yang dirangkum oleh wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam

Tambahan beberapa video dan berita kekacauan akibat ulah FPI

FPI menghina PANCASILA ada di pantat :
http://www.youtube.com/watch?v=hsgitX65IAE

FPI (habib rizieq) menghina Gus Dur sebagai lelaki yang buta mata buta hati
http://www.youtube.com/watch?v=77I3SdCAfGA

FPI :Habib Salim  menyangkal kitab Imam Gazhali
http://www.youtube.com/watch?v=uouWp-HvWUU&feature=related

FPI larang hormat bendera
http://www.youtube.com/watch?v=JYDXHiy--gw

FPI merusak warung dan melarang buka warung di bulan puasa
http://youtu.be/j-S-GUUgQ1o

Kekerasan aktivis FPI terhadap Wanita (Istiqomah Hastari)
http://www.youtube.com/watch?v=GatPIhcam78

Panti Asuhan di Tasikmalaya Diancam Dibakar FPI
http://news.okezone.com/read/2010/12/09/337/401517/panti-asuhan-di-tasikmalaya-diancam-dibakar-fpi

Kotbah yg mencoreng Islam & mengajarkan Pembunuhan:
http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4

Penurunan Patung Budha di Vihara Tanjung Balai
http://www.gandingo.org/index.php?option=com_content&view=article&id=134%3Apenurunan-patung-buddha-tanjung-balai-kekerasan-negara-terhadap-agama&catid=3%3Aartikelberita&Itemid=11

Dari dulu #gusdur tidak pernah menerima cara dakwah kekerasan ala FPI,sampai2 beliau dawuh bahwa FPI adalah organisasi bajingan.

Habib Riziq yang terkenal memang suka memprovokasi malah menjuluki gus dur sebagai "buta mata dan buta hati".

bahkan tak segan meledek,bahwa tidak ada yang bisa membubarkan FPI,yang bubarin seperti gusdur malah dia yang bubar.

Setelah penghinaan Habib Riziq itu semua Banser didaerah bergerak membubarkan FPI,apalagi didaerah kelahiran gusdur di Jawa Timur.

sekarang sikap keras habib ini luar biasa,karena dianggap gus dur sudah tidak ada,habib ini bisa seenaknya menjelek-2an orang yang tidak sejalan dengan dia dan organisasinya (Kyai Said Aqil contoh paling nyata) ,memfitnah orang bahkan memprovokasi dengan bahasa yang kasar.

Medio 2008 setelah tragedi berdarah di monas,habib ini jadi salah satu tersangka yang menggerakan massa.

Intinya adalah bahwa pengikut #gusdur dimanapun berada,walaupun gus dur sudah tiada akan meneruskan spirit beliau MELAWAN KETIDAKADILAN,MELAWAN RADIKALISME AGAMA,MELAWAN ORANG-ORANG YANG MEMBAJAK AYAT SUCI UNTUK TUJUAN POLITIK KEKUASAAN.

kalo ada yang ngaku pengikut gus dur tapi mendiamkan cara2 kekerasan ala FPI, jelas itu cuma ngaku-ngaku aja.

Tidak usah khawatir,masih banyak ulama mumpuni yang bisa kita jadikan refrensi dan masih banyak ulama2 kita yang tidak seperti habib rizieq, masih banyak ulama-ulama kita yang fokus pada memperbaiki akhlak umat islam,fokus pada kesehjateraan umat, fokus menjaga islam yang rahmatan lil alamin.

biarkan pemerintah mengurus organisasi-organisasi keras ini,mereka sudah mendapat surat peringatan kedua yang artinya kalo mereka berbuat rusuh lagi,kemungkinan organisasinya dibekukan atau dibubarkan.











SEMOGA INDONESIA TETAP UTUH DENGAN PANCASILA ! 
NASIONALISME HARUS TETAP DI DADA ! NKRI HARGA MATI !
SEBARKAN DAN DUKUNG BUBARKAN FPI DARI BUMI INDONESIA !

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook