Materi Praktikum Sound System (Materi Kursus Elektronika di RIZALmedia)


Berikut adalah Materi Praktikum Sound System untuk Peserta Kursus Elektronika di RIZALmedia yang kebetulan saya bimbing sendiri :


STEREO MIXER 8 CHANEL

A.KOMPETENSI
Setelah menyelesaikan praktikum, diharapkan mahasiswa dapat :
1.Mengetahui prinsip kerja dari rangkaian mixer.
2.Mengetahui fungsi dari bagian – bagian mixer.
3.Mengoperasikan dan mengetahui kegunaan per potensio per chanel.

B.PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1.Mixer 8 chanel Stereo Sound System
2.Microphon
3.Speaker Aktif
4.Probe kabel secukupnya

C.DASAR TEORI
Mixing adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Konsul mixing (Audio Mixer) adalah pusat dari sistem tata suara dimana operator dapat menyampur, menyamakan dan menambah efek-efek pada sumber-sumber suara. Berbagai konsul mixer dapat dipakai untuk berbagai keperluan dalam satu sistem tata suara tunggal. Dalam tata suara, konsul mixer utama (FOH, Front of House) harus berada dimana operator dapat melihat dan mendengar aksi di panggung. Mixing dengan booth monitor terdekat akan mencegah operator dari pendengaran yang campur aduk antara suara artis, umpan balik Loudspeaker utama, gaduh penonton dan juga efek akustik ruangan. Pada pertunjukan skala besar, sering kali menggunakan konsul mixing untuk monitor panggung secara terpisah, dimana diperuntukkan untuk menciptakan monitor hasil mix bagi monitor-monitor diatas panggung. Konsul-konsul ini sering kali terletak di samping panggung sehingga operator dapat berkomunikasi dengan yang sedang tampil diatas panggung. Sehingga akan memudahkan saat ada gamgguan-gangguan kecil karena cacat intrumen atau karena faktor lain yg menyebabkan suara cacat

Gambar dasar suatu Mixer dengan 3 input MIC.
D.LANGKAH KERJA
1.Siapkan Alat dan Bahan yang di butuhkan
2.Rangkailah Mixer dengan Microphon dan Speaker Aktif
3.Gambarlah Mixer Stereo Sound System lengkap dengan tombol-tombolnya
4.Jelaskan Fungsi dari masing-masing tombol Mixer
5.Untuk mengetahui fungi dari masing-masing tombol terlebih dahulu atur-aturlah tombol Mixer sehingga suara bisa keluar
6.Setelah langkah nomor 1 sampai dengan 5 dilakukan, kemudian tuliskan data yang sesuai didapat dari hasil praktikum tersebut yg mengunakan MIXER.

ANALISA DATA
Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Bagian – bagian pengatur pada mixer 8 chanel dan fungsinya :
1. Mic/line
Switch tekan ini untuk merubah sirkit gain control. Tergantung apakah yang menjadi input adalah mic, effect return atau tape deck/CD. Pada banyak mixing console terdapat terminal input yang terpisah antara mic dan line input pada channel yang sama. Input mic biasanya menggunakan tipe konektor balans 3 pin XLR atau kadang biasa disebut jack Canon. Sedangkan line input menggunakan jack seperti yang biasa dipakai jack gitar. Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan diantara keduanya. Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.

2. Gain
Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitive input yang kita inginkan diterima oleh console. Apakah berupa signal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dll). Tombol ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi. Contoh : untuk penyanyi yang suaranya lemah atau tidak meiliki power yang baik, diperlukan penambahan gain yang lebih. Sedangkan untuk gebukan kick drum, mungkin dilakukan dengan sedikit penambahan. Ini dilakukan agar menjaga setiap input yang masuk ke mixer tetap optimal. Input gain yang terlalu besar akan menyebabkan distorsi, sedangkan kalau terlalu lemah akan membutuhkan penambahan yang bila berlebihan akan menyebabkan noise.
Jadi input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat, maka untuk itu terdapat switch PAD pada console yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal mulai –20 sampai –30 db.

3. EQ pada channel
Pada setiap channel di mixing console selalu terdapat Equalizer Section.yang terdiri dari BASS, MIDLE, TREBLE Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :
1. Untuk merubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai
2. Mencari karakterisrik suara yg sesuai.
3. untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.

Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low, midle dan Hi, kemudian penambahan dan pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur dengan fungsi yang full parametric. Yang dimaksud fix diatas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk mmilih frekuensi yang akan disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :
1. Low, dan hi-pada EQ 2way Low
2. Mid dan Hi-pada EQ 3wayLow
3. Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way

Memutar tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda gunakan. Keuntungan EQ yang fix adalah : harga yang relatif ekonomis, terhindar dari kesalahan pmilihanfrekuensi yang akan disetting. Kesalahan seperti ini bisa disebabkan oleh kurang berpengalamnnay sound engineer (penata suara), dan keuntungan yang terakhir adalah hemat waktu dalam pen-settingan. Namun ada juga kekurangannya seperti : kita tidak dapat memilih frekuensi khusus yang kitainginkan. Karena semua frekuensi telah ditetapkan dari pabriknya.

4. EFFEX
Effex dalam mixer ini mempunyai suatu fungsi mengirimkan sinyal suara ke rangakain suara EFFEX yaitu biasanya REVERB,ECHO, yang bisa membuat suara si vokal atau instrumen tersebut menjadi lebih baik dengan settinggan yg berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan situasi ruangan. Dalam mixer ini dah terdapat effex yaitu ECHO DELAY yang bisa di atur kecapatan effex delaynya sesuai dengan selera yang kita kehendaki.

5. AUX Send
Dari tombol putar ini dapat dikirim signal dari channel tersebut keluar mixing console (melalui terminal aux out pada terminal keluaran di panel belakang mixer), kemudian dari tombol ini juga dapat dikontrol level signal yang dikirimnya tadi. Signal yang dikirim ini terpisah sama sekali dari keluaran master. Ini berguna untuk mengirim signal ke system monitor, atau juga ke berbagai macam unit effec, dan dari keluaran effect dikirim lagi ke channel yang berbeda pada mixing console. Mixer yang pling sederhana sekalipun sedikitnya memiliki satu atau dua AUX SEND. Satu untuk mengirim signal ke monitor dan satu untuk mengrim effect (echo, reverb).

6. PAN (balance)
Merupakan potensio Balance yang mengatur keluaran antara R(right) dan L(left) kanan dan kiri untuk keseimbangan masing-masing chanel yang di pakai.

7. Volume Chanel
Volume ini adalah volume per chanel yang di pakai untuk mengeluakan ke volume master out, sehingga dari suara per chanel akan bisa di atur sesuai dengan apa yang masuk ke per chanel entah vokal dan instrumen sehingga akan menghasilkan suara yang bisa sama antara chanel satu denga yang lainnya.

9. Master auxiliary
Setiap auxiliary dari channel memiliki satu tombol lagi sebagai pengatur level untuk keseluruhannya. Misalnya aux 1 setiap channel memiliki master aux 1 untuk mengatur seluruh level dari aux 1 setiap channel. Begitu juga auxiliary lainnya. Yang berarti bila mixer meiliki 4 auxiliary out, maka akan terdapat 4 auxiliary master. Perhatikan beberapa tombol sejenis seperti Aux Master, Effect Master, Monitor Master, atau sesuatu yang kurang lebih adalah berfungsi sama. Untuk pen-settingan awal putar tombol tersebut pada posisi jam 2, baru lakukan pen-settingan pada channel. Bila ternyata masih kurang kuat, tambah lagi, atau bila terlalu keras, kurangi. Semuanya tergantung situasi.

10. Auxiliary Return
Signal yang telah dikirim melalui auxiliary out ke unit effect apakah Delay, Reverb atau lainnya akan dikirim kembali ke mixing console untuk digabungkan dan diseimbangkan secara tepat dengan level dari signal orisinil source tadi. Walupun cukup banyak juga mixing console yang memiliki pengaturan effect return secara khusus. Yang biasanya bukan dalam bentuk slider (potensio geser). Bila memang masih terdapat channel yang dapat digunakan sebagai masukan effect, kita dapat melakukan pegaturan sengan slider yang lebih memudahkan seperti melakukan pengaturan pada channel standard. Namun pengaturan dengan aux return juga sama seperti yang kita lakukan pada channel, hanya dengan memutar ke arah kanan dan kiri untuk menambah dan mengurangi level effect. Perhatikan! Bila anda membuka sedikit saja Aux Send dari channel yang telah digunakan sebagai effect return, akan berakibat feed back dan noise. Atasi segera dengan menurunkan level dari channel, kemudian periksa Aux Send pada channel.

11. Master Volume (Right-Left)
Volume ini adalah volume out yaitu pusat dari keseluruhan dari chanel 1-8 chanel yang berfungsi mengatur output keluaran antara output R(Right) dan L(Left), yang menuju ke masing- masing power amplifier yang di pakai, sehingga akan bisa sekali di dapatkan pusat pengaturan volume keseluruhan chanel dari master volume.


G. KESIMPULAN
Setelah menyelesaikan praktikum dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Mixer adalah suatu pencampur dari berbagai instrumen yang mau di set menjadi satu adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, yaitu melalui setting Gain, Equalizer, Effex, Aux, PAN(balance), volume dan menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya Audio Distribution lalu ke cross-over baru ke power amplifier sebagai penguat akir untuk bisa di salurkan ke speaker.

STEREO GRAPHIC EQUALIZER

A.KOMPETENSI
Dari hasil praktik ini diharapkan mahasiswa dapat:
1.Mengetahui pengertian TENTANG equalizer.
2.Mengetahui cara kerja equalizer gapic stereo20 Ch.
3.Mengamati karaktristik equliser grapic stereo 20 ch.
4.Menganalisis dan menyimpulkan data praktikum.

B.PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1.CRO
2.Equaliser stereo 20 ch
3.AFG
4.Kabel

C.TEORI SINGKAT
Equalizer ada dalam sistem tata suara dalam dua bentuk : Equalizer grafik dan Equalizer parametrik. Keduanya dipakai dengan filter-filter End-cut.qualizer parametrik mempunyai pemutar paling tidak tiga parameter yakni : frekuensi, Perbesar-potong (boost/cut) dan Q(lebar jalur). Equalizer tersebut lumrah ditemukan berada dalam setiap kanal dalam konsul mixing, namun ada juga yang dibuat terpisah.
Equalizer grafik mempunyai penggeser-penggeser yang mengacu pada sebuah kurva dari response terplot pada sebuah grafik. Pada sistem tata suara biasanya didesain pada tengah-tengah 1/3 oktaf. Filter-filter suara End-cut akan membatasi lebar jalur melewati batasnya, dimana akan mencegah gangguan-gangguan subsonik dan pengaruh RF atau ganggunag-gangguan dari pengatur lampu yang dapat mengganggu sistem suara.
Bagian-bagian dari filter-filter End-cut seringkali termasuk dengan equalizer grafik untuk memberikan pengaturan penuh. Sebuah penekan umpan balik (Feedback suppresor) adalah jenis filter yang akan secara otomatis mendeteksi dan menekan umpan balik suara dengan memotong frekunsi suara mana yang menyebabkannya.
Rangkaian parametric equalizer merupakan jenis filter aktif dengan
menggunakan op-amp, dimana frekuensi respon yang dihasilkan adalah berupa
band-pass filte r. Alat ini dirancang dengan menggunakan state variable filter,
yang dapat digunakan untuk merubah gain pada range ? 15dB, menggeser
frekuensi center dan bandwidth -nya pada range antara 50 Hz sampai dengan 10
kHz yang perubahannya dapat dilakukan secara independent. Pada pengujian dengan oscilloscope didapatkan grafik dari pergeseran gain yaitu pada range ? 15 dB. Sedangkan untuk frekuensi center dan bandwidth dapat digeser antara 50 Hz sampai dengan 10 kHz. Tetapi pada uji dengar masih muncul noise, walaupun perubahan suara sudah nampak.

Rangkaian resonansi

Fr = 1/ 2Π √LC
Faktor kualitas (Q)
Q = 2Π FCL/ Re
BBw = Fr / Q

Untuk Rangkaian Penguat dan Peredam
Bila Rp pada posisi 1, maka Vo = Rf . Re. Vi / Re
Sehingga rangkaian berfungsi sebagai penguat
Bila Rp pada posisi 2 maka Vo = Re.Vi / Re + R
Sehingga berfungsi sebagai peredam

G.KESIMPULAN
Dari hasil praktikum ini dapat didimpulkan bahwa:
1.Equalizer ada dalam sistem tata suara dalam dua bentuk : Equalizer grafik dan Equalizer parametrik.
2.Equalizer grafik mempunyai penggeser-penggeser yang mengacu pada sebuah kurva dari response terplot pada sebuah grafik. Pada sistem tata suara biasanya didesain pada tengah-tengah 1/3 oktaf.
3.Filter-filter suara End-cut akan membatasi lebar jalur melewati batasnya, dimana akan mencegah gangguan-gangguan subsonik dan pengaruh RF atau ganggunag-gangguan dari pengatur lampu yang dapat mengganggu sistem suara. Bagian-bagian dari filter-filter End-cut seringkali termasuk dengan equalizer grafik untuk memberikan pengaturan penuh. Sebuah penekan umpan balik (Feedback suppresor) adalah jenis filter yang akan secara otomatis mendeteksi dan menekan umpan balik suara dengan memotong dengan otomatis mana yg akan di cut dari frekunsi suara mana yang menyebabkannya.
4.Dari data pengatan tersebut maka dapat dikatakan equalizer tersebut bisa dikatakan dalam keadaan baik, karena pada table pengamatan sesuai dengan karekteistiknya bahwa pada posisi min maka equalizer tersebuat akan meredam penguatan, sedangkan pada posisi max maka equalizer tersebut akan melakukan pengutan.

POWER AMPLIFIER

A.KOMPETENSI
Dari hasil praktik ini diharapkan mahasiswa dapat:
1.Mengetahui jenis power amplifier.
2.Mengamati sinyal output power amplifier
3.Mengamati karaktristik power amplifier
4.Menganalisis dan menyimpulkan data praktikum.

B.PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1.CRO
2.AFG
3.Power amplifier
4.Speaker / Load
5.Kabel

C.TEORI SINGKAT
Power AMPLIFIER, adalah perangkat yang memperkuat sinyal2 electromagnetic menjadi audio, kerja power ampli disini adalah memperkeras sinyal yg lemah menjadi kuat dalam arti divice yg terhubung diperkuat(suara).
Power amplifier bertugas sebagai penguat akhir dari preamplifier menuju ke driver speaker. Amplifier pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu Power Amplifier dan Integrated Amplifier. Power Amplifier adalah penguat akhir yang tidak disertai dengan tone control (volume, bas, treble), sebaliknya integrated amplifier adalah penguat akhir yang telah disertai dengan tone control.

D.LANGKAH KERJA
1.Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.Rangkailah AFG, power amplifier, dummy load dan CRO seperti gambar
3.Setelah rangkaian terpasang semua, kemudian hidupkan semua alat.
4.Atur frekuensi keluaran dari AFG mulai dari 20 Hz sampai 20 KHz dengan amplitudo yang selalu sama yaitu 1 Vp-p.
5.Atur power amplifier (bass, trebel, middle dan balance) hingga bentuk gelombang yang ditampikan di CRO bagus.
6.Bandingkan antara gelombang input dari AFG dan gelombang output dari dummy load.
7.Catat hasil pengamatan.

G.ANALLISA DATA
Dari data tebal pengamatan dapat kita ketahui bahwa:
P (daya) pada pengamatan tersebuat adalah :

>pada saat Fin = 1 KHzRL = 8 Ohm
Vin = 1,2 x 5 mV
Vout = 1,4 x 1 V
Maka Veff = 0,707 x 1,4 x 1 V = 0,9898
Sehingga P = (Veff)2 / (2 x RL)
= (0,9898)2 / (2 x 8)
= 0,0612 W

>pada saat Fin = 20 KHz RL = 8 Ohm
Vin = 2,2 x 5 Mv
Vout = 2,2 x 0,5 V
Maka Veff = 0,707 x 2,2 x 0,5 V = 0,7777
Sehingga P = (Veff)2 / (2 x RL)
= (0,7777)2 / (2 x 8)
= 0,0377 W


H.KESIMPULAN

Power amplifier merupakan suatu alat elektronik yang berfungsi memperbesar daya input sehingga saat output di keluarkan melalui dummy load atau speaker akan mampu mengetarkan memberan speaker sehingga menimbulkan bunyi yang dapat kita nikmati.

- Besarnya daya (P) dapat diketahui dengan rumus :
V eff
P = ------------------
2 x RL

Dimana : V eff = Vout x 0,707
RL = besarnya impedansi beban ( dummy load/speaker)

AUDIO DISTRIBUTOR

A.KOMPETENSI
Dari hasil praktik ini diharapkan mahasiswa dapat:
1.Mengetahui cara kerja dan pemasangan audio disributor
2.Mengamati karaktristik audio distributor.
3.Menganalisis dan menyimpulkan data praktikum.

B.PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1.CRO
2.AFG
3.Audio Ditributor
4.Kabel
Dalam Sound system atau rangkaian Audio sering menggunakan suatu rangkaian audio amplifier yang berjumlah lebih dari 1 buah. Sementara output pada mixer hanya mempunyai 2 channel keluaran. Maka perlu digunakan suatu rangkaian pendistribusi dari output ke masing – masing rangkaian penguat. Dengan adanya rangkaian distribusi sinyal audio akan didapatkan sinyal masukan dari masing – masing amplifier yang mempunyai penguatan yang sama, sehingga output dari amplifier nantinya akan menghasilkan sinyal yang berkualitas ( tidak cacat ) dan pembagian antara input masing-masing power dapat sama rata.
Audio distributor adalah rangkaian yang mampu menditribusikan sinyal audio stereo (2 kanal), menjadi 6 kanal stereo, untuk distribusikan ke 6 buah power amplifier stereo secara full stereo, full power, dan rangkaian ini mempunyai keistimewaan;
a)Menjaga bidang dinamika audionya tetap tinggi
b)Dapat mempertahankan desah agar tetap rendah
c)Dapat meningkatkan kemampunan power audio anda dari gangguan sinyal audio liar, agar gelombang radio tidak masuk ke power anda.
d)Dapat menjadikan reproduksi musik yang gesit
e)Dapat memantapkan power audio
f)Mampu mengubah reproduksi musik yang loyo, kusam menjadi lebih gesit,dan mantap.

E.LANGKAH KERJA

1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.Menghubungkan input rangkaian dengan AFG dan mengatur Amplitudo minimum dan frequensi 1KHz.
3.Menghubungkan output rangkaian dengan CRO.
4.Menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan dan mengamati besar tegangan output dari masing – masing channel output rangkaian.
5.Menghitung besar penguatan dari rangkaian.
6.Membuat kesimpulan.

G.ANALLISA DATA
Dari data tebal pengamatan dapat kita ketahui bahwa:
Pengutan pada penagmatan tersebuat adalah

Besar penguatan rangkaian =
Output 1 pada ferq 20 Hz adalah

AV = 1.7/1 =1.7 x

Output 2 pada ferq 20 Hz adalah

AV = 1.6/1 =1.6 x

H.KESIMPULAN
Dari hasil praktikum ini dapat didimpulkan bahwa:
1.Dengan audio distributor kita dapat mendistribusikan suatu sinyal input yang hanya mempunyai 2 buah output menjadi beberapa output yang nantinya akan digunakan untuk memberi inputan ke amplifier.
2.Audio distributor dapay menghasilkan sinyal output dengan keluaran tiap channel mempunyai penguatan yang sama, sehingga nantinya tidak terjadi perbedaan penguatan dari tiap – tiap masukan ke amplifier sehingga akan menghasilkan keluaran yang sama.
3.Audio distributor terdiri dari rangkaian mixer sederhana lalu diumpankan ke Op-Amp sebagai pengatur penguatan masing – masing output.
4.Penguatan yang dihasilkan dari audio distributor ini bervariasi. Mulai dari 1,4 kali sampai 1,8 kali. Pada frekuensi tinggi, penguatan cenderung menurun

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook