Penjelasan Masing-Masing Bagian Pekerjaan Broadcast Televisi



Istilah atau sebutan untuk broadcast televisi bukan sesuatu yang baru, sejak lama istilah tersebut sudah dikenal. Sebutan tersebut biasanya dipakai oleh mereka yang bekerja di bagian produksi program televisi, namun memegang bagian-bagian tersendiri sesuai dengan keahliannya. Pekerjaan menjadi seorang broadcaster (sebutan untuk mereka yang bekerja di bidang broadcasting) sangat mengasyikkan bahkan banyak tantangan yang setiap hari mereka temui. Lalu apa saja yang ada dalam bagian broadcast televisi, nah berikut adalah mereka-mereka yang berkecimpung di bidang tersebut :

Director (sutradara televisi)
Director atau sutradara bertugas memvisualkan bahasa naskah kedalam bahasa visual. Pencapaian bahasa visual itu bukan pada saat produksi saja, tetapi ia juga harus mampu memvisualkan hingga pascaproduksi / editing (post production).

Art Director
Adalah sebutan bagi Pengarah Seni Artistik dari sebuah produksi. Atau istilah lainnya adalah Kepala Divisi Artistik, bertanggung jawab atas penataan artistik serta segala hal yang berkaitan dengan apa yang akan tampil di depan layar. Ia akan bertanggung jawab terhadap keseluruhan art yang mendukung seperti property, aksesoris, kostum, make up dan wardrobe.

Videografer (Penata Kamera) – Camera Person 
Cameraman adalah orang yang bertugas mengambil seluruh kebutuhan gambar berdasarkan naskah (blue print) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa visual. Dalam karya visual fiksi dan non fiksi seorang cameraman bekerja berdasarkan perintah dari sutradara. Sedangkan dalam pembuatan berita ia bekerja selayaknya seorang jurnalis, yakni mengambil gambar berdasarkan kebutuhan naskah berita yang ia tulis.

Script Writer (Penulis Naskah) 
Penulis Naskah adalah broadcaster yang bertugas menulis naskah untuk kebutuhan suatu program televisi.

Editor 
Editor adalah orang yang bertanggung jawab pada saat paskaproduksi dengan melakukan editing atau proses penyuntingan gambar, hingga suatu program layak untuk ditayangkan atau disiarkan. Di Indonesia seorang editor dituntut untuk mampu membuat credit title, sub title dan beberapa efek grafis serta transisi video/gambar. Dalam pengertian lain seorang editor diibaratkan adalah sutradara kedua karena dianggap mampu memberikan sentuhan kreatif terakhir.

Bidang-bidang pekerjaan tersebut menjadi kebutuhan yang mutlak dalam dunia broadcast televisi. Mari kita coba hitung berapa banyak program televisi yang tayang hari ini setiap harinya. Katakan dalam satu hari televisi menayangkan program televisi seperti feature (program ringan) seperti jalan-jalan, kuliner, biografi orang ternama, dan lain-lain. Dalam produksi program tv tersbeut minimal kru yang diperlukan terdapat : Director (merangkap Produser), Camera person, Scriptwriter (merangkap reporter), art director, penata audio, dan editor. Bila dalam satu produksi tersebut terdapat 6 orang, jika stasiun televisi memiliki 6 program feature terdapat 36 orang yang masuk menjadi kru tersebut. Bagaimana jika ada 10 stasiun televisi maka memerlukan sekitar 360 orang yang cakap di bidang tersebut.

Pada kenyataannya satsiun televisi kita ini bukan hanya 10 tetapi lebih dari itu. Saya tidak perlu sebutkan tetapi data yang masuk dalam Asosiasi TV lokal saja hampir 500-an lebih, berapa banyak program yang mereka produksi tentu memerlukan orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook