Tips Sukses Membuat Program Acara TV



Bila Anda telah yakin dengan cita-cita Anda yakni ingin menjadi broadcaster (Sutradara, Produser, Script Writer, Art Director, DOP, PD, FD dll) mendalami dan terus belajar pengetahuan tentang brodcast menjadi wajib bagi Anda. Nah bagi Anda yang ingin membuat program acara tv atau film berikut ini adalah beberapa tips untuk mengembangkan kreativitas acara yang diperlukan untuk penyutradaraan single kamera ataupun multi kamera, tips itu anatara lain (Menjadi Sutradara Televisi, Naratama: 2002):

Target Penonton
Kajian mengenai target penonton itu meliputi:
»» Analisa demografi antar lain: Jenis Kelamin, Usia, SES, Wilayah, dan Pendidikan
»» Analisa psikografi antara lain: Personality, Value, dan Life style
Hasilnya, Anda akan mempunyai pengetahuan tentang calon penonton Anda, sebelum Anda syuting. Kalau Anda sudah mengenal karakter penonton Anda maka Anda sudah mempunyai jaminan 75% karya Anda akan sukses dan disukai banyak orang.

Bahasa Naskah
Mengenai bahsa naskah sebaiknya Anda membaca buku tentang Penulisan Naskah TV Program Acara TV Format Acara Televisi Nondrama, News & Sport di sana dijelaskan secara detil bagaimana menggunakan bahasa untuk program acara televisi yang akan kita produksi. Janganlah Anda meremehkan persoalan ini! Bisa-bisa karya Anda gagal hanya karena bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan Target Penonton yang ingin Anda capai. Untuk itu, Bahasa Naskah harus dibaca dan dikaji “apakah sesuai dengan target penonton atau tidak?” Bila perlu, gantilah bahasa naskah yang menurut Anda kurang memadai, tentu bersama-sama dengan Penulis Naskah.

Format Acara
Cobalah Anda membuka Bab 2 buku ini. Di sana dijelaskan tentang apa dan bagaimana pengertian Format Acara Televisi, dengan penjelasan dari sisi Drama, Nondrama, dan Jurnal. Prinsipnya, Anda harus membuat format acara sedetail mungkin agar tidak terjadi kesalahpahaman pada saat produksi langsung. Sebagai seorang broadcaster, tentunya Anda juga dituntut untuk memberikan ide-ide kreatif yang akan membumbui format acara tersebut. Untuk itu, Format Acara haruslah clear terlebih dah sebelum melangkah ke persoalan lainnya.

Punching Line
Setiap Script Reading atau Conference dilakukan, Sutradara dan Penulis Naskah dari selalu memperhatikan flow dan ritme acara dari segmen ke segmen. Kalau dirasakan penonton akan jenuh di tengah diperlukan hentakan emosi dari Dialog Naskah. Dengan lain, punching line adalah kejutan-kejutan dalam dialog yang dimainkan oleh para pemain yang sengaja dituliskan menghentak perhatian penonton yang mulai jenuh dan atau kejutan naskah dapat berupa komedi, celetukan, pertanyaan, tangisan, dan ungkapan peribahasa (pantun).

Gimmick & Funfare
Untuk menarik selera penonton agar tidak pindah ke channel, gunakanlah gimmick dalam scene-scene, segmen-segmen tertentu. Gimmick adalah trik-trik yang digunakan untuk mendapatkan perhatian penonton, biasanya dalam bentuk sound effect, musik ilustru.si, adegan suspense, mimik, ekspresi dan acting pemain, jokes (kelucuan), teknik editing dan pergerakan kamera. Gimmick dapat berdiri sendiri tanpa harus berkaitan dengan kesinambungan adegan. Sementara Fun Fare adalah puncak acara yang dimeriahkan dengan kegembiraan, kemewahan, keindahan, dan kebersamaan. Biasanya, Fun Fare diletakan di akhir acara Variety Show di mana seluruh pendukung acara naik ke panggung dan bernyanyi bersama. Namun, Fun Fare bisa juga dipakai sebagai kemeriahan pembukaan acara.

Clip Hanger
Adalah sebuah scene atau shot yang diambangkan karena adegan terpaksa dihentikan oleh commercial break (Iklan komersial) Misalnya, dalam program acara berformat dokumenter tv sebut saja Jelajah, dimana Host yang memandu acara tersebut telah sampai pada satu lokasi yang menegangkan oleh stasiun tv dengan sengaja dicut (dipotong) oleh iklan. Namun sebelum masuk iklan biasanya diberi gambar (shot) yang menarik dan menegangkan misalnya tiba-tiba si Host dipatuk ular.
Contoh lain dalam adegan Drama Tragedi: seorang wanita sedang tertidur nyenyak dalam sebuah kamar. Tiba-tiba seorang penjahat bersenjatakan pisau belati masuk ke dalam kamar tersebut. Penjahat ini hendak membunuh sang wanita yang tampak lelap. Perlahan-lahan ketika penjahat mengangkat pisau, siap menikam dan membunuh! Dan... commercial break. Alhasil penonton tidak akan pergi sebelum melihat akhir dari adegan ini walau harus menunggu commercial break. Apakah wanita itu akan terbunuh atau tidak? Inilah yang disebut Clip Hanger. Jangan berikan akhir adegan sebelum penayangan iklan Simpanlah kartu-kartu AS acara Anda dan tempatkanlah pada rundown yang tepat. Ciptakanlah clip hanger yang membuat penonton untuk tetap menonton karya Anda.

Tune & Bumper
Cukup banyak broadcster pemula yang mengesampingkan arti Opening Tune (durasi 30 detik hingga 2,5 menit) sebagai identitas pembuka acara dan Bumper sebagai identitas perantara acara. Umumnya, mereka menyepelekan hal ini. Padahal, tanpa opening tune yang menantang, penonton akan dengan mudah meninggalkan program acara Anda dan memilih program acara orang lain di saluran lain. Demikian juga dengan bumper yang walaupun hanya 5 detik. Anda harus tahu dalam sebuah tayangan program acara tv terdapat istilah prinsip The Golden 5 Seconds1. Tune dan bumper harus dibuat semenarik mungkin agar tidak cepat membuat kejenuhan dari penonton. Hal ini disebabkan tune dan bumper akan diputar ulang setiap pemutaran. Dan penonton akan hafal setiap bentuk desain keduanya.

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook