Khotib Sholat Jum'at di Masjid Istiqlal Sindir Pendemo Ahok yang Pemarah



Khotbah Sholat Jum'at di Masjid Istiqlal hari ini, Jum'at, 4 November 2016 berhasil menyindir pendemo Ahok yang pemarah.

Betapa tidak, meski disampaikan melalui sindiran, ini termasuk khutbah dengan pembahasan yang luar biasa menurut saya dan tepat bila dihadiri oleh jama'ah yang sebagian juga peserta demo Aksi 4 November 2016.

Khotib sholat jum'at di masjid terbesar se-Indonesia ini telah membuat beberapa jama'ah sholat jum'at nampak tertunduk, atau bermuka kusut, bahkan berbicara dengan jama'ah di sebelahnya seolah menanggapi isi khutbah ini.

Baca : Kronologi dan Video Kerusuhan Aksi Damai 4 November 2016 dari Anti Ahok menjadi Anti Jokowi

Itulah yang saya lihat secara live di TVRI siang ini, setelah saya pulang sholat jum'at dari masjid terdekat di tempat tinggal saya di Kepanjen, Jawa Timur siang ini. Karena perbedaan waktu sholat antara di tempat tinggal saya dengan di Jakarta, saya selesai lebih dulu sholat jum'at, maka saya mencoba menyalakan tv dan memilih channel TVRI yang selalu menyiarkan sholat jum'at di masjid Istiqlal dengan live.

Khotib sholat jum'at di Masjid Istiqlal hari ini, Jum'at, 4 November 2016 adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof DR Nasaruddin Umar.

Khotib menyampaikan di tengah khutbah bahwa setiap manusia itu sama di hadapan Allah. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di hadapan Allah, bahkan manusia termasuk makhluk suci dengan berbagai kesempurnaan dan luar biasanya Allah menciptakan manusia.

Secara jelas khotib menyampaikan semua manusia itu mulia di seluruh dunia ini, entah itu berbeda tempat tinggal, suku, bahasa, bahkan agama sekalipun. Maksud dari Khotib Jum'at ini adalah kita harus menghargai toleransi antar umat beragama termasuk kepada Gubernur Ahok yang beragama lain.

Baca : 21 Kebijakan AHOK untuk Kemajuan Islam di Jakarta (yang Gak Tersentuh Gubernur Lain sejak 1945)

Manusia tidak bisa memilih akan dilahirkan di keluarga, suku, atau agama apa, ini adalah kehendak Allah, dan Allah sudah menyampaikan di dalam Al-Qur'an bahwa semua manusia itu sama di hadapan Allah, yakni termasuk makhluk yang mulia dan sempurna di hadapan Allah.

Karena kehendak Allah termasuk juga hidayah, namun bukan berarti kita menganggap manusia yang tidak sama dengan kita agamanya (kita anggap belum mendapat hidayah) lalu secara serta merta kita anggap lebih hina dari kita, atau yang lebih buruk malah memusuhinya.

Sebab, bila kita menganggap golongan manusia lain adalah hina maka sama saja kita menghina Pencipta manusia itu sendiri yakni Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Teladan dari RasuluLLah untuk mencintai semua umat manusia dari agama atau etnis manapun, termasuk untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan cerdas adalah hal utama yang harus kita kedepankan.

Baca : 30 Meme Lengkap Aksi 4 Nov 2016

Satu lagi sindiran yang saya simak, yakni keteladanan sifat RasuluLLah yang pemaaf dan penyabar, dan akhlakul karimah RasuluLLah yang begitu lembut dan pemaaf hingga digambarkan bahwa baiknya Akhlak RasuluLLah seperti Al-Qur'an. Ini adalah sindiran bahwa umat yang pemarah tidak lagi meneladani RasuluLLah.

Khotib juga menyampaikan bahwa Al-Qur'an dan Agama tidak perlu dibela, sebab Al-Qur'an telah bisa menjaga dirinya sendiri hingga akhir jaman, dan ini sudah dijamin oleh Allah.

Point sindiran khotib yang terakhir untuk para pendemo adalah kewajiban sebagai Umat Islam untuk menjalin hubungan baik antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, sehingga tidak dibenarkan bila sebagai umat Islam dirinya menjadi pemarah, penyebar fitnah, atau memusuhi pemerintah, tidak mau menjalin hubungan baik dengan negara dan pemerintah, maka ini termasuk bukan ciri-ciri Umat Islam yang tidak seperti yang telah diajarkan oleh RasuluLLah.

Baca : Belajarlah Lagi Pancasila ! Bagi Para Radikal yang Anti Pancasila dan Anti Agama Lain

Yang saya ingat diucapkan berkali-kali juga oleh khotib bahwa bahayanya menjadi umat penyebar fitnah. Maksudnya adalah kita harus memahami sebuah konteks pembicaraan yang memahami dengan betul dari segala sudut pandang, sehingga kita tidak akan menyebarkan fitnah.

Maksudnya adalah pembicaraan Ahok mengenai jangan mau dipolitisasi menggunakan surat agama untuk melihat calon pemimpin jangan disalah artikan dan disebarkan sebagai pendapat yang salah (fitnah), sebab, yang terpenting dari sebuah kata adalah makna, oleh sebab itu disampaikan dalam khutbah juga manusia harusnya menjadi manusia yang cerdas dengan pemikiran yang dalam.

Khutbah jum'at kali ini juga sepertinya menyindir tokoh-tokoh pentolan demo 4 november 2016 yakni khotib menyampaikan umat Islam tidak boleh ikut-ikutan dengan manusia yang berlebih-lebihan dalam menghadapi sesuatu (maksudnya terlalu membesar-besarkan isu ucapan Ahok soal Al-Maidah ini).

Baca : Nasionalisme vs Radikalisme

Sekian, sebagai penutup dari saya, meski marah tidak disukai oleh Allah, namun marahnya pendemo hari ini sangat berbeda dengan marahnya sosok Gubernur Ahok.

Bila marahnya pendemo adalah marah karena emosi mengenai penafsiran perkataan yang salah (mengarah ke fitnah), maka bila marahnya Ahok adalah marah kepada penjahat negara yang dalam era jaman ini memang harus ada yang tegas dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme di negara kita ini.

Seperti yang kita saksikan sendiri, Ahok begitu marah ketika berhadapan dengan koruptor, PNS yang pemalas, atau stafnya yang tidak beres bekerja, melakukan pungli, atau tidak jujur dan disiplin. Namun, bila Ahok di halaman balaikota saat bertemu dengan warganya yang baik dan orang-orang miskin, Ahok begitu lembut, senyum, dan ramah. Ini berarti Ahok marah dengan alasan yang jelas yakni amar ma'ruf nahi munkar, bukan marah karena menyebarkan fitnah.

Salam, semoga aksi demo 4 november 2016 hari ini berjalan lancar dan tetap damai, dan semoga juga semakin banyak yang sadar dan kembali menjadi pribadi yang pemaaf dan cerdas daripada menjadi pribadi yang pemarah dan penyebar fitnah.

- Rey Arifin -

Sebarkan ! Share Artikel ini !

Share on Google Plus

Tentang Rey Arifin

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia, Pendiri & Ketua Komunitas Blogger Indonesia, Pendiri & Penyiar Radio Kepanjen FM.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.
    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Google

0 komentar:

Poskan Komentar

    Sampaikan Komentar Anda dengan Akun Facebook