Sabtu, 17 Desember 2016

Tidak Diterima di Grup Facebook AK (Arek Kepanjen), Saya pun Dirikan Grup WK (Warga Kepanjen)



Sebuah grup facebook bernama Arek Kepanjen atau sering disebut AK kini terus berkembang hingga memiliki anggota sejumlah 46.000 lebih. Saya termasuk anggota lama grup ini semenjak grup ini baru saja didirikan tahun 2009 oleh Mas Galang (Alib Widianto Galang) yang merupakan teman saya ngebrik di HT frekuensi RAPI lokal kepanjen 143.44 MHz.

Awalnya grup ini hanya berdiri dengan satu admin dan pendiri saja yakni Mas Galang. Anggotanya pun saat itu hanya puluhan saja, lalu bertambah menjadi ratusan di tahun berikutnya, dan lalu menjadi ribuan dan sekarang puluhan ribu karena memang Mas Galang berhasil memasukkan teman-teman briker RAPI dan juga aktifis pemuda di Kepanjen dan sekitarnya ke dalam grup tersebut.

Lalu, singkat cerita grup ini menjadi semakin dikenal luas dan beranggota banyak, namun nama Mas Galang selaku pendiri dan pemrakarsa grup seolah tenggelam di grup facebook terbesar dengan tema Kepanjen ini saat ini. Ya, Mas Galang tidak lagi seaktif dulu lagi di grup yang didirikannya dan menjadi besar ini.

Disampaikan sendiri oleh Mas Galang, alasannya adalah sudah tidak terlalu aktif di facebook lagi, dan Mas Galang sudah menyerahkan pengelolaan grup ini pada para pengurus baru. Dalam konfirmasinya di facebook Mas Galang tidak merasa disingkirkan dan malah mendukung kegiatan grup AK saat ini.

Hingga kini, admin grup Arek Kepanjen terus berganti-ganti. Bahkan, saya ingat, sempat waktu itu Mas Galang mengangkat Mas Wawan Keceng (tetangga saya di Kauman juga seorang Briker RAPI) sebagai admin, dan kini Mas Wawan pun tak lagi menjadi admin.

Berbagai tanda tanya akhirnya mengemuka terutama dari banyak anggota yang telah diblokir atau dikeluarkan dari grup ini.

Apa yang terjadi kok admin berganti-ganti? Apa yang terjadi kok banyak anggota diblokir, atau dikeluarkan dari grup, atau hanya dihapus postingannya di grup?

Apa yang sebenarnya terjadi berbagai anggota dan aktifis dari berbagai profesi yang memiliki potensi dikeluarkan atau bahkan diblokir dari grup?

Seperti halnya Mas Asep Progresif yang selain mantan anggota juga adalah aktifis dan pengurus surat-surat legalitas yayasan. Kini Mas Asep Progresif dikeluarkan dan diblokir dari Grup Arek Kepanjen.

Mas Waris Febrianto selain mantan anggota juga adalah aktifis di kegiatan sosial grup, juga telah dikeluarkan dari grup Arek Kepanjen.

Termasuk diri saya pribadi yang kala itu adalah reporter dari InfoKepanjen.com dan Kepanjen Media termasuk pemilik usaha RIZALmedia yang sering posting foto-foto seputar Kepanjen, juga sempat diblokir dari grup.

Dan tentunya mungkin masih ada anggota lain yang mengalami hal yang sama yakni dikeluarkan atau diblokir dari berbagai alasan.

Saya tidak begitu paham mengenai alasan Mas Asep, Mas Waris, atau anggota yang telah diblokir lainnya, namun untuk alasan yang mengarah pada saya sudah saya mencoba memahami semuanya.

Alasan terbesar saya dikeluarkan dari grup sejatinya adalah sebuah persaingan hidup saja. Selain karena saya sangat sering berpromosi diri dan berpromosi usaha saya, ada juga beberapa anggota mungkin juga admin yang telah membenci saya secara pribadi.

Beberapa pendapat telah saya pahami mengenai disampaikan saya terlalu narsis, terlalu pencitraan, terlalu gila jabatan, ini menjadi masukan yang sangat berarti bagi saya. Termasuk bila ada alasan yang lain mengenai kebencian terhadap saya pribadi saya kira itu adalah hal yang sangat wajar, sebab tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, dan kenyataan tidak mungkin semua orang akan menyukai kita.

Pemikiran dan pemahaman diantara kita yang kadang tidak sama, sehingga menjadikan mungkin berbagai apa yang telah saya sampaikan tidak cocok dengan beberapa orang sehingga timbulah kebencian.

Hingga saat ini saya sadari saya telah menerima banyak sekali masukan bahkan hinaan mengenai diri saya pribadi. Ya, apalagi di jaman sosial media saat ini yang semakin lebih mudah menghina daripada memuji.

Selain alasan promosi diri dan promosi usaha, saya sadari kebencian beberapa orang juga menyangkut berbagai pendapat atau opini saya. Sebenarnya ini juga hal yang sangat wajar, sebab semua orang juga memiliki pendapat atau opini masing-masing.

Pendapat saya yang saya rasakan banyak mendapat perhatian adalah mengenai pendapat mengenai tokoh politik. Sebenarnya hingga kini pun hampir semua orang sering berbicara mengenai tokoh politik, sebab tokoh politik adalah tokoh yang berpengaruh di sebuah wilayah pemerintahan, sehingga sangat mungkin dibicarakan oleh banyak orang.

Pembicaraan dan opini saya mengenai tokoh politik misalkan calon presiden, gubernur, atau bupati sebenarnya sama saja ketika kita mengkritik seorang presiden, gubernur, bupati, atau anggota dewan saat ini.

Berbicara mengenai politik, perlu saya sampaikan juga sebagai penambah wawasan bagi bersama...

Mengenai pendapat saya mengenai semua komunitas sebenarnya menerapkan politik organisasi perlu saya sampaikan lebih detail.

Arti kata politik adalah sebuah strategi untuk mencapai tujuan keberhasilan. Nah, keberhasilan bisa pada kepentingan pribadi (kedudukan konstitusional) atau keberhasilan untuk kepentingan bersama (banyak orang).

Ada banyak jenis politik. Ada politik bermasyarakat, politik organisasi, politik pemerintahan, juga politik bisnis. Sehingga arti kata politik bukan hanya partai politik. Kita jangan sampai sangat sempit mengartikan kata politik.

Melihat semua orang berpolitik dan semua organisasi berpolitik, maka bisa kita pahami bahwa semua orang dan kegiatan memiliki berbagai strategi dalam mencapai tujuan keberhasilannya.

Dalam hal ini, semua komunitas yang telah memiliki banyak pengurus dan anggota sejatinya telah menerapkan politik organisasi. Strategi-strategi dilakukan untuk kepentingan bersama. Nah, sayangnya ada kalanya strategi-strategi dilakukan untuk kepentingan pribadi dan beberapa orang saja namun tidak disadari oleh anggota komunitasnya. Sehingga tujuan keberhasilan seringkali untuk keberhasilan penguasa atau sponsor dibalik komunitas tersebut.

Ketika di dalam komunitas disampaikan dilarang postingan seputar partai politik saya kira itu sangat wajar disesuaikan dengan arah pergerakan komunitas.

Namun perlu saya sampaikan saja, bahwa pergerakan grup Arek Kepanjen sejatinya telah masuk ke dalam ranah politik pemerintahan. Contohnya komunikasi dengan anggota dewan (DPRD Kabupaten Malang) mengenai sekolah murah dan juga kritikan keras pada pemerintah Kabupaten Malang dan pemerintah Kecamatan Pakisaji mengenai jalan berlubang dengan memasang banner bertuliskan "selamat datang di wilayah berlubang".

Karena kritikan dan masukan ini kepada tokoh politik yang merupakan pejabat pemerintahan yang bertanggungjawab pada keadaan jalan atau kebijakan biaya pendidikan, maka metode komunikasi juga menerapkan strategi politik termasuk bisa berdampak bagi elektabilitas seorang pejabat pemerintahan yang juga tokoh politik tersebut.

Pemahaman mengenai politik organisasi dan politik pemerintahan bisa dibaca langsung di google.

Baik, kali ini saya akan menjelaskan kronologi saat saya bergabung hingga diblokir dari grup Arek Kepanjen. Pengalaman saya ini hanyalah pengalaman satu orang saja.

Sebab, dengan anggota berjumlah puluhan ribu pengguna facebook, dan menurut pantauan saya kini ada ratusan anggota aktif yang membeli kaos atau kemeja bertuliskan Arek Kepanjen ini, bukan tidak mungkin masing-masing dari semua anggota punya cerita sendiri mengenai keberadaan Grup Arek Kepanjen.

Saya sempat diblokir oleh Grup AK selama sekitar 3 tahun, sejak tahun 2013 hingga 2016. Lalu sempat dimasukkan lagi kedalam grup oleh salah satu admin, dan kini dikeluarkan lagi namun tidak sampai diblokir.

Terakhir salah satu postingan saya dihapus yakni sebuah link artikel dari blog saya yang mungkin dianggap tidak diperbolehkan oleh para admin. Dan kini pun Arek Kepanjen sudah mendirikan blog sendiri sehingga bila artikel dari blog sendiri jelas tidak akan dihapus oleh para admin.

Bisa digaris bawahi alasan mengapa saya dikeluarkan adalah sebuah persaingan hidup saja, ya, sebab dalam hidup wajar bila kita bersaing dengan sesama manusia di dunia ini, khususnya bagi mereka yang di sekitar kita.

Kita akan bersaing dan terus bersaing sehingga diantara kita ada yang muncul ke permukaan, ada yang tenggelam, ada yang berhasil, namun ada yang masih belum berhasil, ada yang sukses dengan harta dan pekerjaan yang luar biasa, ada yang belum dan masih terus berjuang saja.

Ya, hidup adalah persaingan.

Sehingga sangat dimungkinkan dari persaingan akan berujung pada kebencian pribadi bahkan hinaan.

Dari sini, saya pribadi menganggap wajar apa yang telah terjadi pada diri saya dengan beberapa admin atau anggota grup Arek Kepanjen.

Saya hanya ingin klarifikasi saja di tulisan saya ini, sehingga ketika Anda telah membaca pernyataan dari saya, maka Anda paham apa yang mereka sampaikan dan apa yang saya sampaikan sehingga setelah Anda mendengar berita dari dua sisi maka baru Anda bisa mengambil kesimpulan sesuai dengan diri pribadi Anda masing-masing. Dan Anda bebas menafsirkan kesimpulan dari pernyataan kedua sisi.

Perlu saya sampaikan, sejak awal saya tidak ada niatan buruk pada grup Arek Kepanjen sebab dari awal saya telah mengenal dekat pendiri dan admin grup ini. Saya pun sempat bangga saat itu bisa bertemu dengan kawan-kawan sesama pemuda-pemudi asli Kepanjen di facebook dengan berbagai opini dan postingan menariknya seputar Kepanjen.

Namun, setelah terjadi perkembangan di dalamnya terutama kepentingan penguasanya saat ini, saya tidak lagi diterima di Grup Arek Kepanjen. Begini kronologi lengkapnya mengenai saat saya tidak diterima grup Arek Kepanjen sehingga pada tahun 2015 saya dirikan grup Warga Kepanjen.

Berikut kronologinya...

1. Tahun 2009 saya dimasukkan di grup Arek Kepanjen oleh Mas Galang.

2. Tahun 2009 s/d 2012 saya sering update foto-foto Kepanjen dari hasil saya sebagai Pendiri dan Reporter InfoKepanjen.com, termasuk foto-foto saya saat menjadi Wartawan di Kepanjen Media.

3. Tahun 2013 saya sempat bersitegang dengan salah satu anggota atau admin grup (saya lupa), namanya juga saya lupa, mengenai salah satu foto saya dari InfoKepanjen.com yang dicrop (dihilangkan logo InfoKepanjen.com nya) dan diposting bebas bahkan dibuat menjadi foto header grup tanpa meminta ijin kepada saya atau mencantumkan logo InfoKepanjen.com di header grup Arek Kepanjen waktu itu. Ditambah juga beberapa postingan dan komentar mengenai saya di grup yang dianggap terlalu banyak memasarkan diri dan usaha saya menjadikan saya pun diblokir dari Grup Arek Kepanjen sebab saya tidak mendapat dukungan dari admin termasuk salah satu admin yang telah memblokir saya.

4. Tahun 2014 karena saya tidak bisa mengakses grup Arek Kepanjen saya sempat mengirim pesan kepada Mas Galang juga waktu itu tidak aktif lagi di facebook, saya pun akhirnya dengan iseng mendirikan grup Arek Kepanjen buatan saya dengan URL www.facebook.com/groups/arekkepanjen. Sebab menurut pemahaman saya, perebutan URL atau nama domain dari sebuah website itu adalah wajar di kalangan programmer website.

5. Namun, seperti yang diduga, sejak 2014 hingga 2015 banyak sekali anggota atau bahkan admin yang semakin tidak suka karena saya juga mendirikan grup dengan nama Arek Kepanjen juga. Di dalam grup tersebut saya posting foto-foto mengenai Kepanjen dan juga promosi usaha saya dengan bebas. Hingga, pada 2015 saya putuskan menghapus grup Arek Kepanjen buatan saya, karena meski nama Arek Kepanjen awalnya adalah bukan merupakan hak cipta, karena saya juga adalah salah satu Arek Kepanjen (arek dalam bahasa Indonesia berarti pemuda) maka saya paham dengan berjalannya waktu nama Arek Kepanjen bukan lagi status sosial melainkan sudah menjadi nama branding bagi komunitas atau kelompok mereka seperti halnya nama Arema (Arek Malang) yang juga bukan lagi status sosial tapi sebuah merk atau nama dari klub bola.

6. Tahun 2015 saya dirikan Grup WARGA KEPANJEN namun dengan niatan memang grup ini adalah berisi para Warga Kepanjen. Hingga kini saya tidak mengarahkan grup Warga Kepanjen menjadi merk tetapi tetaplah menjadi status sosial yang terpenting. Karena saya juga tidak terlalu berfikir atau mengeluarkan seluruh tenaga saya untuk membesarkan grup WK ini. Fokus saya 100% dalam bidang usaha adalah ke RIZALmedia saat ini sebab inilah usaha yang saya dirikan untuk mendapatkan penghasilan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya dan biaya kontrak dan kebutuhan hidup lainnya. Grup WARGA KEPANJEN saya buat hanya iseng-iseng saja juga, dan memang meski beranggota banyak memang tidak begitu ramai sebab saya aktifkan moderasi sehingga postingan yang diluar topik Kepanjen tidak saya loloskan semua. Dan, tentu saja di Grup WARGA KEPANJEN, saya bebas berpromosi mengenai usaha saya RIZALmedia, termasuk semua usaha keluarga atau teman-teman saya atau pun siapa pun pengusaha di Kepanjen yang bersedia bekerjasama dengan RIZALmedia.

7. Tahun 2016 saya sempat bertemu dengan admin dan ketua grup Arek Kepanjen saat ini, Mas Sulaeman Halte Jus. Saya ketemu dengan para admin Arek Kepanjen di Cafe JPS Suruji pada tengah malam dengan harapan saya diterima kembali di grup Arek Kepanjen. Saya sempat meminta maaf kepada para admin bila saya dianggap keliru dan salah. Waktu itu saya punya ide RIZALmedia, Kepanjen Idol, dan berbagai usaha saya bisa bekerja sama dengan grup Arek Kepanjen. Namun ternyata saat saya share artikel dari blog-blog saya dan blog usaha saya semua tetap dihapus, hingga pada bulan November 2016 saya dikeluarkan dari grup oleh salah satu admin. Saat saya tanya pada semua admin mengenai alasan saya dikeluarkan dan tidak bisa gabung lagi tidak dijawab dengan jelas dan saling lempar. Ya semoga Mas Sulaeman selaku ketua dan para admin semua tetap memaafkan saya bila saya tetap dianggap 'ndak nurut' pada para admin AK karena tetap berpromosi usaha saya. Saya kira memang wajar bila dalam persaingan usaha, ibarat saya punya toko komputer lalu ada toko komputer lain lalu diantara pemilik toko komputer ini pasti saling benci karena juga bersaing, ya saya kira itu manusiawi, namun semoga saya pribadi dan kita semua tidak sampai berujung hanya pada kebencian pada sesama manusia. Karena pada kenyataaannya, semua manusia butuh makan dan butuh bekerja, butuh eksis dan punya kepentingan pribadi masing-masing demi dikenal secara pribadi dan dilancarkan semua usaha pribadinya.

8. Update : Setelah artikel klarifikasi ini saya posting, tanggal 19 Desember 2016 saya dimasukkan kembali ke Grup Arek Kepanjen oleh Mas Sualeman Halte Jus selaku ketua admin AK saat ini. Saya mengucapkan terima kasih khususnya pada Mas Sulaeman bila mulai bisa berbesar hati mendengar aspirasi dan klarifikasi saya.

Ya, demikianlah sedikit klarifikasi saya saat ini mengenai pengalaman hidup saya di dunia sosial media di Kepanjen. Dan juga pengalaman bisnis menurut saya, karena dari semua yang terjadi di atas memang yang terjadi adalah persaingan, sehingga kini Grup Arek Kepanjen juga tidak ada promosi usaha yang diperbolehkan di grup tersebut. Kini mereka dirikan grup Arek Kepanjen in Love yang dikhususkan untuk promosi diri, dan juga Pasar Online Kepanjen untuk yang ingin promosi usaha. Ini strategi politik organisasi yang bagus. Sehingga bila ada anggota yang berpotensi dan terlalu berpromosi seperti saya, bila terlalu promosi diri pribadi tinggal diarahkan ke grup khusus promosi pribadi dan bila terlalu promosi usaha tinggal diarahkan ke grup khusus tempat usaha.

Dan dari apa yang terjadi, solusinya agar aman dan bebas posting iklan tempat usaha kita atau promosi diri pribadi di sebuah grup adalah tak lain dengan cara membuat grup sendiri. Anda pun bebas membuat grup facebook sendiri pribadi, namun jangan sekali-kali mengangkat orang lain menjadi admin utama bila tidak ingin nanti akan terjadi permasalahan dari apa yang sudah Anda dirikan dengan keringat pribadi Anda.

Ya, kini semoga Anda sudah paham Grup Arek Kepanjen adalah grup para pemuda pengguna facebook dari Kepanjen dan banyak dari luar Kepanjen yang didirikan oleh teman briker saya, Mas Galang, namun kini bukan lagi dikelola dan dikendalikan oleh pendiri namun oleh admin-admin baru dengan tujuan sosial juga kepentingan bisnis sehingga produk atau tempat usaha lain diluar komunitas tidak diperkenankan terlampau promosi di dalamnya, termasuk terdapat persaingan antar anggota dan pengurus hingga banyak yang telah dikeluarkan bahkan diblokir terutama bagi yang kontra atau tidak senada dengan pengurus.

Dan bila grup WARGA KEPANJEN adalah grup facebook yang saya dirikan, kelola, dan kendalikan 100% milik saya pribadi untuk tujuan saya menampung foto-foto dan kabar seputar Kepanjen dari saya dan juga para anggota, serta juga untuk promosi usaha saya RIZALmedia, Kepanjen Idol, Blog ReyArifin.com, dan semua usaha online dan offline saya dengan bebas di grup ini.

Perlu saya sampaikan juga, awalnya grup WARGA KEPANJEN juga ingin saya bentuk sebagai komunitas seperti halnya Arek Kepanjen dengan admin atau pengurus banyak orang baru untuk bisa mengumpulkan banyak anggota. Namun, ternyata usaha saya ini mengalami banyak kendala terutama modal saya juga dan waktu saya juga, termasuk sebuah kenyataan bahwa setiap orang pasti memiliki kepentingan pribadi di sebuah komunitas atau ketika di mana pun juga. Sehingga, saya sadari begitu sulit membuat grup sukarela bila kita tidak mampu mencari sumber dana juga, sebab sekali lagi di berbagai kegiatan tetap uang adalah hal yang utama saat ini. Sangat jarang sekali manusia yang berfikir 100% sosial tanpa ada kepentingan pribadi dan kepentingan bisnis.

Maka, dengan kenyataan ini, maka intinya, perjalanan saya membentuk grup facebook WARGA KEPANJEN bahkan kini ada grup WhatsApp WARGA KEPANJEN juga masih mengalami kendala yakni sulitnya mencari aktifis dan sukarelawan yang bersedia mengelola dan membesarkan bersama grup yang saya dirikan ini dengan betul-betul sukarela tanpa mengharapkan keuntungan pribadi. Dan sehingga karena tidak adanya aktifis pengurus menjadikan hampir 100% kegiatan grup masih saya yang menangani semuanya, maka pembentukan komunitas dan kepengurusan tidak bisa berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. Saya kira sangat wajar karena semua anggota grup dan juga kawan-kawan saya termasuk yang pernah saya angkat menjadi pengurus grup WARGA KEPANJEN, semuanya memiliki kepentingan untuk bekerja dan ingin menghabiskan waktunya mayoritas untuk kepentingan pribadi dan usaha pribadi atau keluarga masing-masing. Saya kira itu wajar, karena saya pun juga demikian.

Baiklah, demikian penjelasan panjang kali lebar dari saya. Terima kasih bila berkenan membaca seluruhnya sebagai klarifikasi pribadi dari saya.

Mohon maaf bila baru sempat menulis karena kesibukan dan fokus saya yang masih 100% dalam bidang bisnis internet adalah untuk usaha pribadi saya RIZALmedia demi diri pribadi dan keluarga saya tentunya. Kadang menjadi korban dari persaingan hidup adalah hal yang biasa, kita tidak perlu lebay menanggapinya, karena fokus utama adalah untuk dirimu dan keluargamu yang masih mencintaimu. Fikirkan mereka yang masih menyayangimu daripada memikirkan mereka yang membencimu. Karena hidup adalah persaingan, belum tentu mereka yang baik di depanmu juga baik ketika di belakangmu, hati orang siapa yang tau, berhati-hatilah dalam berteman dan berorganisasi karena bisa saja dirimu akan menjadi korban politisasi oleh temanmu sendiri. Persaingan hidup seperti bermain catur, ketika Anda tidak mau makan, maka Anda pasti akan dimakan. Tetap tebarkan cinta, perbanyak karya, berfikir positif, sabar, dan tetap waspada.

Sekian, Mohon Maaf, dan Terima Kasih. Semoga sukses selalu untuk kita, Amin...


- Rey Arifin (Arizal Firmansyah) -
Salah Satu Pengguna Facebook, Blogger, dan Pembisnis Online asli kelahiran dan tinggal di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Pendiri dan Pengelola RIZALmedia, Radio Kepanjen FM, InfoKepanjen.com, Grup Facebook Warga Kepanjen, dan berbagai website dan akun internet lainnya.

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia dan Komunitas Blogger Indonesia.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.


EmoticonEmoticon