Kamis, 19 Januari 2017

Kabar Gembira, Kota Malang Segera Miliki Monorail !



Wali Kota Malang H. Moch Anton resmi menandatangani MoU dengan konsorsium PT Indonesia Transit Central (ITC) untuk proses awal pembangunan Malang Monorail, Rabu (18/1) kemarin.

Investasi tahap I sepanjang 8,2 kilometer yang akan dibangun membutuhkan anggaran mencapai Rp 3 triliun atau 200 dollar US-300 juta dollar US.

Keseluruhan panjang monorail Malang yang akan dibangun mencapai 54,9 kilometer. Anggaran per kilometer yang dibutuhkan antara 15 juta dollar US sampai 30 juta dollar US atau keseluruhan anggaran yang dibutuhkan mencapai 823,5 juta dollar US.

Untuk tahap pertama akan dibangun sepanjang 8,2 kilometer dari Rampal, Stasiun Kota Baru, Pasar Besar, IR Rais, Langsep, Dieng, Galunggung, Veteran, Universitas Brawijaya.

Dana yang dibutuhkan untuk phase pertama antara Rp 2 tiliun sampai Rp 3 triliun atau 200-300 juta dollar US.

“Kami berupaya untuk segera mewujudkan moda transportasi publik yang nyaman dan dapat menjadi solusi kemacetan lalu lintas, yakni monorail ini. Penandatanganan MoU ini, menjadi awal persiapan untuk realisasi serapan investasi tersebut,” kata Wali Kota Malang H. Moch Anton kepada Malang Post (Jawa Pos Group), usai penandatangan MoU di ruang rapat kerja walikota, kemarin.

MoU antara Pemkot Malang dan PT ITC, merupakan langkah awal kajian Feasibility Study (FS). Studi ini menentukan kelayakan Kota Malang dalam menerima serapan investasi Rp 2 triliun.

Abah Anton menjelaskan, proses FS memakan waktu total satu tahun. Setelah studi kelayakan dan Malang dianggap cocok untuk serapan investasi ini, proses lanjutannya adalah Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis serta lelang pengadaan fisik.

Abah Anton menyebut prosesnya ditargetkan selesai dua tahun lagi. “Harapan kami setelah FS selesai, lelang DED dan fisik akan finish 2018,” ujar Abah Anton.

Anggaran senilai Rp 2 triliun tersebut dipakai untuk membangun jalur monorail sepanjang 8,2 kilometer dengan titik awal area Rampal hingga finish di Universitas Brawijaya.

Monorail ini memakai median jalan dan taman untuk penempatan pilar penyangga. Tiang penyangga rel terletak di median jalan dan terdiri dari dua rel. Monorail ini, bisa melayani transportasi dua arah.

Selain itu, jalurnya akan mengikuti jalan yang sudah ada di Kota Malang. Abah Anton menyebut, bila investasi ini bisa direalisasikan, maka Kota Malang akan jadi kota pertama yang sukses membangun monorail di Indonesia.

Sebab, ibukota Jakarta sebagai pencanang pertama transportasi publik monorail, mengalami kegagalan.

“Kalau FS membuktikan Malang bisa dibangun monorail, dan kita finish membangunnya, kita akan jadi kota pertama di Indonesia yang punya monorail,” terang Abah Anton.

Direktur konsorsium PT ITC Sukmawati Syukur menegaskan, investasi dengan nilai fantastis tersebut merupakan gabungan dari empat negara.

“Partner Konsorsium PT ITC berasal dari Perusahaan Amerika Serikat/RRT dan Jerman/Singapore. Nama mereka diumumkan secara resmi setelah dimasukkannya kajian FS kepada Pemkot Malang,” ujar Sukmawati.

MoU antara Pemkot Malang dan PT ITC, memakai skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) atau lazim disebut Public Private Partnership.

Tiga tahapan yang dilalui setelah MoU adalah kajian pra-Feasibility Study (FS) dan regulasi tentang kerjasama pemerintah dan swasta/badan usaha.

Yakni, kajian teknis dan kelayakan, finansial dan ekonomi, sosial, serta hukum dan peraturan. PT ITC juga mengajukan skema teknis investasi proyek kerjasama oleh Pemerintah Kota Malang dan kemudian diajukan kepada pemerintah pusat. Pelaksanaan pra FS ini rencananya akan memakan waktu minimal sekitar 6 bulan.

Setelah itu, tahapan masuk dalam pelaksanaan final FS untuk konfirmasi rute Monorail di Kota Malang. Dirjen Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan terlibat dalam penetuan rute ini.Begitu FS selesai, akan ada proses tender monorail.

Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso menegaskan kajian teknis bangunan untuk monorail dimungkinkan di Kota Malang.

“Kalau nanti memang sesuai desain yang ditampilkan tadi, pembangunan pilar monorail di tengah median jalan sangat dimungkinkan di Kota Malang. Apalagi, bentuknya juga tidak besar seperti flyover,” ujar Soni, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Jarot Edi Sulistiyono menambahkan bahwa nantinya kesuksesan pembangunan monorail akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Pada tiap titik pemberhentian, akan langsung menjadi pusat ekonomi dan ini juga memperlancar arus lalu lintas Kota Malang karena ada pilihan transportasi yang cepat dan anti macet,” tutupnya.

[jpnn]

Rey Arifin (Arizal Firmansyah) adalah Seorang Blogger dan Praktisi IT, Multimedia, Broadcasting, & Media Online. Juga Pendiri & Pengelola RIZALmedia dan Komunitas Blogger Indonesia.
Baca : Profil Lengkap Rey Arifin. Hubungi : Kontak Rey Arifin.


EmoticonEmoticon